Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
RAU - Tuesday, 03 March 2026 | 02:10 AM


Langit selalu punya caranya sendiri untuk membuat kita berhenti sejenak.
Selasa 3 Maret 2026, ketika Bulan terbit di ufuk timur, ia tidak akan tampak seperti biasanya. Perlahan ia akan memasuki bayangan Bumi. Cahayanya meredup.
Lalu, pada puncaknya, Bulan berubah warna menjadi merah tembaga.
Itulah yang disebut Gerhana Bulan Total.
Menurut penjelasan dari NASA, gerhana bulan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus (disebut syzygy) saat fase purnama. Bumi berada di tengah dan bayangannya jatuh ke permukaan Bulan.
Tidak seperti gerhana Matahari, fenomena ini aman dilihat langsung dengan mata telanjang.
Mengapa Bulan Bisa Berwarna Merah?
Ketika Bulan masuk ke bayangan inti Bumi (umbra), cahaya Matahari tidak sepenuhnya terhalang. Sebagian cahaya masih melewati atmosfer Bumi.
Atmosfer Bumi menyaring cahaya biru dan membiaskan cahaya merah-oranye ke arah Bulan. Itulah sebabnya Bulan tampak kemerahan saat fase total.
Fenomena yang sama terjadi saat matahari terbit dan terbenam.
Semakin banyak partikel di atmosfer (debu, polusi, abu vulkanik), warna merah bisa tampak lebih pekat.
Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 (Waktu Lokal Indonesia)
🕒 WIB
Penumbra mulai: 15.42 WIB
Sebagian mulai: 16.49 WIB
Total mulai: 18.03 WIB
Puncak total: 18.33 WIB
Total berakhir: 19.03 WIB
Selesai seluruh fase: 21.24 WIB
🕓 WITA
Penumbra: 16.42 WITA
Sebagian: 17.49 WITA
Total mulai: 19.03 WITA
Puncak: 19.33 WITA
Total berakhir: 20.03 WITA
Selesai: 22.24 WITA
🕔 WIT
Penumbra: 17.42 WIT
Sebagian: 18.49 WIT
Total mulai: 20.03 WIT
Puncak: 20.33 WIT
Total berakhir: 21.03 WIT
Selesai: 23.24 WIT
Durasi fase total sekitar 58–60 menit.
Artinya, kita punya waktu cukup lama untuk menikmati Bulan merah menggantung di langit malam.
Cara Mengamati dengan Nyaman
Cari tempat dengan pandangan ke arah timur saat Bulan terbit.
Hindari polusi cahaya berlebihan.
Gunakan binokular jika ada, tapi tidak wajib.
Datang lebih awal agar tidak melewatkan fase parsial.
Fenomena ini bisa menjadi momen belajar bersama anak tentang tata surya — langsung dari langit.
Mengapa Peristiwa Ini Istimewa?
Gerhana bulan total tidak terjadi setiap bulan karena orbit Bulan sedikit miring terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari.
Kita hanya melihat gerhana ketika ketiganya benar-benar sejajar sempurna.
Dan malam ini, keselarasan itu terjadi.
Kita bisa melihat salah satu bukti kekuasaan Tuhan ini, langsung dengan mata telanjang.
Next News

Bahaya di Balik Nikmatnya Makan yang Serba Mandi Saos
in 7 hours

Panduan Memilih Kasur Tidur yang Pas: Tips Biar Tidur Nyenyak dan Sehat Setiap Malam
in 7 hours

Jalan Kaki 10.000 Langkah Sehari: Rahasia Kesehatan Tubuh dan Pikiran di 2026
in 6 hours

Padel: Tren Olahraga Baru yang Sedang Digandrungi
in 6 hours

Makan Malam Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Medisnya
in 6 hours

Hari Pendengaran Sedunia: Mengingatkan Kita untuk Lebih Peka
7 hours ago

Cara Mengatasi Tape yang Keras: Panduan Praktis untuk Pemula
in 5 hours

Resep Olahan Biji Durian yang Bikin Ketagihan, Wajib Coba!
in 5 hours

5 Manfaat Kulit Manggis yang Jarang Diketahui Banyak Orang
in 4 hours

Bukan Karena Lari, Ini Alasan Kaki Terasa Berat Saat Bangun
in 4 hours





