Makan Malam Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Medisnya
Liaa - Tuesday, 03 March 2026 | 03:31 PM


Makan Malam Bikin Gemuk, Benarkah?
Ungkapan "jangan makan malam nanti gemuk" sudah sangat akrab di masyarakat. Banyak orang akhirnya merasa bersalah ketika makan di malam hari karena takut berat badan meningkat. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Secara medis, kenaikan berat badan tidak ditentukan oleh waktu makan, melainkan oleh total asupan kalori harian serta pola hidup seseorang. Artinya, makan malam tetap boleh dilakukan selama porsinya wajar dan pilihan makanannya sehat.
Mengapa Makan Malam Sering Dikaitkan dengan Berat Badan Naik?
Meski bukan penyebab utama, kebiasaan makan malam memang bisa berkontribusi terhadap kenaikan berat badan jika dilakukan secara tidak tepat.
Pertama, banyak orang cenderung memilih makanan praktis tinggi kalori saat lapar di malam hari, seperti makanan cepat saji, camilan kemasan, atau mi instan. Konsumsi makanan tersebut secara berlebihan dapat menyebabkan penumpukan kalori.
Kedua, aktivitas fisik pada malam hari biasanya lebih sedikit. Kalori yang tidak digunakan tubuh sebagai energi akhirnya disimpan sebagai lemak.
Selain itu, sensitivitas insulin pada malam hari juga diduga menurun. Kondisi ini membuat gula dari makanan lebih mudah disimpan menjadi cadangan lemak dibandingkan digunakan sebagai energi.
Jika kebiasaan makan larut malam terus berlangsung, kadar gula darah juga dapat meningkat dan berisiko memicu gangguan metabolisme seperti diabetes, penyakit jantung, hingga komplikasi kesehatan lainnya.
Tips Menghindari Kebiasaan Makan Larut Malam
Agar berat badan tetap terjaga, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:
- Batasi waktu makan terakhir sekitar 2–3 jam sebelum tidur.
- Pastikan kebutuhan nutrisi harian terpenuhi agar tidak mudah lapar di malam hari.
- Hindari menyimpan camilan tinggi gula dan lemak di rumah.
- Konsumsi minuman hangat atau teh herbal untuk membantu tubuh lebih rileks.
- Biasakan menyikat gigi setelah makan malam agar keinginan ngemil berkurang.
- Tidur lebih awal untuk mencegah peningkatan hormon lapar akibat begadang.
- Jika masih lapar, pilih camilan sehat seperti buah, yoghurt, atau sayuran kukus.
Makan malam bukanlah penyebab langsung kenaikan berat badan. Faktor yang lebih berpengaruh adalah jumlah kalori yang masuk, kualitas makanan, serta aktivitas fisik sehari-hari. Dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, makan malam tetap aman dilakukan tanpa takut gemuk.
Jika kesulitan mengontrol pola makan atau berat badan terus meningkat, konsultasi dengan dokter dapat membantu mendapatkan solusi yang tepat sesuai kondisi tubuh.
Next News

Kepiting Memiliki Insang yang Membantunya Mengambil Oksigen, Ini Cara Kerjanya
in 6 hours

Kebiasaan Memencet Komedo Bisa Membuat Kondisi Kulit Semakin Buruk, Ini Alasannya
in 6 hours

Cara Kerja Pita Suara saat Berbicara, Bernyanyi, dan Tertawa
in 6 hours

Gurita Memiliki Tiga Jantung, Fakta Biologisnya Bikin Takjub
in 6 hours

Kereta Api Bisa Melaju dengan Stabil di Atas Rel, Ini Rahasia Sistemnya
in 6 hours

Pohon Pisang Bisa Tumbuh Kembali setelah Batang yang Berbuah Dipotong, Ini Penjelasannya
in 6 hours

Tteokbokki, Jajanan Korea dengan Tekstur Kenyal yang Bikin Ketagihan
in 6 hours

Tidak Semua Kayu Manis Sama, Ini Perbedaan Jenis Cassia dan Ceylon
in 6 hours

Bendungan Memiliki Peran Penting dalam Mencegah Banjir, Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
8 hours ago





