Kamis, 28 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Fanaa: Film Bollywood Paling Emosional yang Wajib Ditonton Ulang

Liaa - Thursday, 28 May 2026 | 10:55 AM

Background
Fanaa: Film Bollywood Paling Emosional yang Wajib Ditonton Ulang

Bernostalgia dengan Fanaa: Ketika Cinta dan Terorisme Beradu dalam Balutan Puisi

Kalau kita bicara soal film Bollywood yang sanggup mengaduk-aduk emosi sampai bikin mata sembab, nama "Fanaa" pasti nyempil di daftar teratas. Dirilis tahun 2006, film garapan sutradara Kunal Kohli ini bukan cuma sekadar tontonan akhir pekan di layar kaca yang sering diputar stasiun TV swasta saat hujan sore-sore. Lebih dari itu, Fanaa adalah sebuah fenomena budaya yang menyatukan dua raksasa akting: Aamir Khan dan Kajol. Bayangkan, setelah sekian lama Kajol hiatus pasca menikah, dia kembali dengan karakter yang sangat kuat, bersanding dengan Aamir yang kita tahu sendiri kualitasnya kayak gimana. "Nggak ada obat," kata anak zaman sekarang mah.

Ceritanya dimulai dengan nuansa yang sangat "dreamy". Kita diperkenalkan dengan Zooni Ali Beg (Kajol), seorang gadis buta asal Kashmir yang penuh semangat. Zooni ini tipikal cewek yang santun tapi punya jiwa petualang. Dia pergi ke Delhi bareng rombongan tariannya untuk tampil di acara hari kemerdekaan. Di sinilah takdir mempertemukannya dengan Rehan Qadri (Aamir Khan), seorang pemandu wisata lokal yang gombalnya minta ampun. Rehan itu jenis cowok yang kalau di zaman sekarang mungkin bakal kita sebut "red flag" karena mulutnya yang manis banget lewat untaian shayeri atau puisi-puisi pendek yang bikin baper maksimal.

Gombalan Maut dan Visual Delhi yang Estetik

Paruh pertama film ini bener-bener terasa seperti rom-com Bollywood klasik. Kita diajak muter-muter Delhi, melihat monumen bersejarah, sambil dengerin Rehan merayu Zooni. Jujur aja, chemistry mereka berdua itu luar biasa. Aamir Khan berhasil memerankan karakter yang genit tapi misterius, sementara Kajol dengan akting matanya yang luar biasa—meskipun perannya buta—bisa menyampaikan rasa jatuh cinta yang tulus. Lagu "Chand Sifarish" pun jadi lagu wajib di playlist banyak orang waktu itu. Vibes-nya tuh asik banget, penuh warna, dan bikin kita mikir, "Ah, paling ini ceritanya tentang perjuangan cinta karena Zooni buta."

Tapi, jangan salah sangka. Namanya juga film Yash Raj Films, nggak mungkin datar-datar aja. Setelah Zooni menjalani operasi mata dan akhirnya bisa melihat dunia untuk pertama kalinya, sebuah tragedi terjadi. Bom meledak, dan Rehan dinyatakan meninggal dunia. Di sinilah hati penonton hancur berkeping-keping. Kita baru aja diajak terbang tinggi, eh langsung dihempaskan ke bumi. Zooni pun harus menjalani hidup sebagai ibu tunggal di pegunungan bersalju bersama orang tuanya, menyimpan kenangan pahit tentang cinta singkatnya di Delhi.

Plot Twist yang Bikin Melongo

Beberapa tahun berlalu, suasana berubah drastis dari Delhi yang hangat ke pegunungan Kashmir yang dingin dan mencekam. Di sinilah genre film berubah dari romansa menjadi political thriller. Ternyata, si Rehan yang kita kira sudah jadi almarhum itu masih hidup! Dan plot twist-nya, dia bukan sekadar pemandu wisata biasa. Rehan adalah seorang agen garis keras atau bisa dibilang teroris yang terlibat dalam gerakan separatis. Gila nggak tuh? Perubahan karakter Rehan dari pemuda periang jadi sosok yang dingin dan penuh rahasia ini benar-benar menunjukkan kelas Aamir Khan sebagai aktor watak.



Takdir kembali mempertemukan mereka saat Rehan yang terluka butuh tempat sembunyi dan tanpa sengaja berakhir di rumah Zooni. Zooni, yang kini sudah bisa melihat tapi nggak pernah tahu wajah suaminya (karena dulu dia buta), nggak menyadari kalau pria asing ini adalah ayah dari anaknya. Ketegangan di bagian kedua film ini dibangun pelan tapi pasti. Kita sebagai penonton rasanya pengen teriak ke layar, "Itu suami lo, Zooni! Tapi dia orang jahat!" Dilema moralnya dapet banget.

Antara Cinta, Keluarga, dan Negara

Fanaa bukan cuma soal cinta-cintaan menye-menye. Inti dari film ini sebenarnya ada pada kata "Fanaa" itu sendiri, yang artinya "hancur dalam cinta". Pertanyaan besarnya: seberapa jauh kamu mau berkorban untuk orang yang kamu cintai kalau ternyata dia adalah ancaman bagi negaramu? Konflik batin yang dialami Zooni di babak terakhir film ini bener-bener epik. Dia dipaksa memilih antara cinta matinya pada Rehan atau keselamatan ribuan orang serta integritasnya sebagai warga negara.

Banyak yang bilang akhir film ini sangat kontroversial sekaligus mengharukan. Tanpa memberikan spoiler terlalu banyak buat yang belum nonton, eksekusi di bagian ending-nya sangat puitis sekaligus menyakitkan. Ada pesan mendalam bahwa terkadang, mencintai seseorang bukan berarti kita harus membenarkan segala perbuatannya. Kadang, bentuk cinta yang paling murni adalah dengan menghentikan orang tersebut melakukan kesalahan yang lebih besar.

Musik yang Abadi dan Sinematografi Ciamik

Kita nggak bisa ngomongin Fanaa tanpa memuji musik gubahan Jatin-Lalit. Ini adalah proyek terakhir mereka sebagai duo, dan mereka bener-bener "all out". Dari "Mere Haath Mein" yang melankolis banget sampai "Des Rangila" yang patriotik, semua lagunya nempel di kepala. Aransemen musiknya klasik tapi nggak kedengaran kuno, bahkan kalau didengerin sekarang di Spotify pun masih enak banget.

Sinematografinya juga juara. Kontras antara hiruk-pikuk Delhi yang penuh warna dengan kesunyian pegunungan bersalju yang putih bersih memberikan simbolisme tersendiri tentang perubahan hidup Zooni. Dari dunia yang gelap (buta) menuju cahaya, lalu berakhir di tengah dinginnya kenyataan hidup.



Kenapa Harus Nonton Lagi?

Di tengah gempuran film-film Bollywood modern yang makin kebarat-baratan atau film aksi yang penuh CGI, Fanaa tetap punya tempat spesial. Ini adalah tipe film yang punya "jiwa". Ada emosi yang jujur di sana. Meskipun kalau kita tonton sekarang mungkin ada beberapa logika yang terasa agak "ajaib" khas film India, tapi kita dengan senang hati memaafkannya demi performa akting Aamir dan Kajol yang luar biasa.

Fanaa mengajarkan kita bahwa hidup itu abu-abu. Nggak selamanya yang kita cintai itu benar, dan nggak selamanya yang kita anggap jahat itu nggak punya sisi manusiawi. Rehan mencintai Zooni dengan caranya yang rusak, dan Zooni mencintai Rehan dengan cara yang paling terhormat. Buat kalian yang pengen ngerasain naik turunnya perasaan lewat film, atau sekadar pengen dengerin puisi-puisi indah yang bisa dipakai buat status galau, Fanaa tetap jadi tontonan yang wajib masuk daftar putar. Jadi, siapkan tisu yang banyak, karena perjalanan Zooni dan Rehan bakal bikin hati kalian remuk sekaligus takjub dalam waktu yang bersamaan.