Cuaca Senin, BMKG prakirakan mayoritas kota besar berawan hingga hujan ringan
RAU - Monday, 08 June 2026 | 01:39 AM


Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi berawan hingga potensi hujan ringan, sedang, hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Senin.
Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, Senin, prakirawan Henokhvita menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang dari perairan utara Maluku Utara hingga utara Papua Barat, perairan selatan Kalimantan Tengah hingga Selat Karimata.
Selain itu, konvergensi juga memanjang dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dari Laut Banda hingga Pulau Seram, dari Teluk Cendrawasih hingga pesisir utara Papua Barat.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.
Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Tanjungpinang dan Palembang.
Sementara itu, beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Banda Aceh, Medan, Palangkaraya, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Mamuju, Kendari, Palu, Manado, Ambon, Sorong, Nabire dan Merauke.
Adapun kota besar yang diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, yakni wilayah Pekanbaru, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Gorontalo, Ternate, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya.
Sebelumnya pada Sabtu (6/6), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan narasi yang berkembang di media sosial dengan menegaskan bahwa fenomena bediding atau penurunan suhu udara pada malam hingga pagi hari bukan merupakan kejadian cuaca ekstrem.
"Perlu dipahami bahwa bediding bukanlah fenomena yang 'melanda' seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan," kata Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani di Jakarta, Sabtu.
Dia menjelaskan rasa dingin yang menguat pada malam hingga pagi hari itu terjadi karena radiasi balik dari bumi dapat langsung dilepaskan ke atmosfer akibat tidak adanya awan. Kondisi tersebut kemudian diperkuat oleh rendahnya kelembapan udara serta meningkatnya pengaruh aliran massa udara kering dari Australia.
Ahli bidang meteorologi BMKG ini menambahkan bahwa karakteristik suhu dingin musiman ini biasanya mulai terasa pada Juni dan dapat meningkat pada Juli hingga Agustus, khususnya ketika cuaca malam hari cerah dan angin timuran atau Monsun Australia semakin menguat.
Next News

342 Jamaah Haji Mandailing Natal Tiba di Tanah Air
in an hour

Bupati Gus Irawan Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 5, Doakan Raih Haji Mabrur dan Kembali Sehat ke Tengah Keluarga
17 hours ago

Bulog Sumut pastikan harga Minyakita di pasar sesuai HET
18 hours ago

TNI AU Kerahkan Pesawat Hercules dan A-400M, Tujuh Tower Darurat PLN Tiba di Sumut
11 hours ago

Bupati dan Wabup Tapsel Sambut Kepulangan 131 Jemaah Haji di Masjid Agung Syahrun Nur Sipirok
in 28 minutes

Bulog Sumut tambah gudang beras guna perkuat ketahanan pangan
a day ago

BMKG Imbau Warga Sumut Waspada Bencana Hidrometeorologi pada Awal Juni 2026
2 days ago

1.015 Pelari dari 34 Negara Ramaikan Trail of The Kings UTMB 2026
3 days ago

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Tapsel Gelar Korvei Massal dan Ajak ASN Jadi Pelopor Kebersihan Lingkungan
3 days ago

BMKG siapkan 30 kegiatan sekolah tingkatkan adaptasi korban bencana
3 days ago





