Cobek dan Ulekan Masih Jadi Andalan, Ternyata Ada Alasan Kenapa Rasanya Bisa Berbeda
Liaa - Saturday, 26 September 2026 | 01:58 AM


Cobek dan ulekan merupakan peralatan dapur yang sudah digunakan sejak lama. Meski saat ini banyak alat modern seperti blender dan food processor, cobek serta ulekan masih menjadi andalan ketika membuat sambal atau menghaluskan bumbu.
Salah satu alasan alat tradisional ini tetap dipertahankan adalah hasil tekstur yang berbeda. Ketika bahan seperti cabai, bawang, tomat, dan bumbu lainnya diulek, bahan tidak selalu berubah menjadi pasta yang benar-benar halus.
Gerakan menekan dan menggesek dengan ulekan membuat bahan makanan hancur secara bertahap. Tekstur yang dihasilkan dapat lebih kasar dan tidak seragam sehingga memberikan sensasi berbeda ketika dimakan.
Proses tersebut juga membantu mengeluarkan cairan dan komponen aroma dari bahan yang sedang diulek. Pada sambal, misalnya, cabai dan bahan lainnya akan tercampur secara langsung sehingga aroma bumbu dapat terasa kuat.
Berbeda dengan penggunaan blender yang umumnya mengandalkan putaran pisau dengan kecepatan tinggi. Hasilnya bisa lebih cepat dan halus, tetapi teksturnya dapat berbeda dari bahan yang diolah menggunakan cobek dan ulekan.
Jenis cobek juga dapat memengaruhi pengalaman mengolah makanan. Cobek yang terbuat dari batu, misalnya, memiliki permukaan yang berbeda dibandingkan cobek berbahan keramik atau bahan lainnya.
Selain menghasilkan tekstur khas, mengulek juga menjadi bagian dari tradisi kuliner di berbagai daerah Indonesia. Banyak resep sambal dan bumbu tradisional yang sejak dulu dibuat menggunakan cobek dan ulekan.
Itulah sebabnya alat sederhana ini masih memiliki tempat tersendiri di dapur. Bukan hanya karena fungsinya, tetapi juga karena proses mengulek dapat memberikan karakter tekstur dan aroma yang berbeda pada makanan.
Jadi, ketika sambal yang dibuat dengan cobek terasa berbeda dari sambal hasil blender, perbedaannya tidak selalu karena bahan yang digunakan. Cara bahan tersebut dihancurkan dan dicampurkan juga dapat memengaruhi hasil akhirnya.
Next News

Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Tekanan Darah, Benarkah Demikian?
an hour ago

Rahang Terasa Kaku Saat Bangun Tidur, Apa Penyebabnya?
an hour ago

Minum Cuka Apel Setiap Hari, Apakah Ada Efek Sampingnya?
an hour ago

Makan Apel Sebelum Tidur, Apakah Baik untuk Kesehatan?
an hour ago

Mengapa Tikus Lebih Aktif Mencari Makanan pada Malam Hari?
an hour ago

Mengisi Daya Ponsel Semalaman, Apakah Membuat Konsumsi Listrik Lebih Boros?
an hour ago

Kebiasaan Menggigit Kuku, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
an hour ago

Suara Serak Selama Beberapa Hari, Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?
an hour ago

Leher Berbunyi Saat Menoleh, Apakah Hal Ini Berbahaya?
an hour ago

dul Rambut Kusut dan Mudah Patah, Apakah Tanda Rambut Kekurangan Nutrisi?
an hour ago





