Minggu, 31 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cinta dan Kemanusiaan dalam Bajrangi Bhaijaan

Liaa - Friday, 29 May 2026 | 09:00 AM

Background
Cinta dan Kemanusiaan dalam Bajrangi Bhaijaan

Bajrangi Bhaijaan: Saat Salman Khan Nggak Cuma Jago Berantem, Tapi Juga Bikin Banjir Air Mata

Kalau kita ngomongin soal film Bollywood, biasanya yang terlintas di kepala itu nggak jauh-jauh dari adegan nari-nari di tengah hujan, drama keluarga yang super pelik, atau aksi heroik aktor utamanya yang bisa ngalahin puluhan penjahat cuma pakai tangan kosong. Salman Khan, atau yang akrab disapa "Bhai" oleh para fans garis kerasnya, adalah personifikasi dari aksi-aksi macho tersebut. Tapi, coba deh kita tarik waktu ke belakang, tepatnya ke tahun 2015. Saat itu, muncul satu judul yang bener-bener ngerombak image "tukang pukul" Salman Khan menjadi sosok yang sangat hangat dan humanis: Bajrangi Bhaijaan.

Premis yang Sederhana tapi Ngena di Hati

Ceritanya sebenarnya simpel banget, tapi justru di situ letak kekuatannya. Ada seorang anak perempuan kecil asal Pakistan bernama Shahida (yang diperankan dengan sangat apik oleh Harshaali Malhotra) yang nggak bisa bicara alias tunawicara. Dalam sebuah perjalanan kereta di India, dia terpisah dari ibunya dan terdampar sendirian di negeri orang. Di sinilah dia bertemu dengan Pawan Kumar Chaturvedi, atau yang lebih dikenal sebagai Bajrangi.

Pawan ini adalah sosok pemuda India yang sangat religius, penyembah Dewa Hanuman yang taat, dan punya prinsip hidup nggak mau bohong. Awalnya, Pawan nyoba buat nyari tahu asal-usul anak ini. Pas dia tahu kalau "Munni" (panggilan sayang Pawan buat Shahida) ternyata berasal dari Pakistan dan beragama Islam, sempat ada gejolak batin di lingkungan sekitar Pawan yang konservatif. Tapi, alih-alih ikut-ikutan benci, Pawan justru ngerasa punya tanggung jawab moral buat balikin anak ini ke pelukan ibunya, bahkan kalau dia harus nyebrang perbatasan secara ilegal tanpa paspor.

Salman Khan yang "Berbeda"

Jujur aja, biasanya kita nonton Salman Khan itu buat lihat ototnya yang segede gaban atau gayanya yang tengil. Tapi di Bajrangi Bhaijaan, Salman bener-bener ngelepas ego bintang besarnya. Karakter Pawan itu polos banget, cenderung naif malah. Dia bukan tipe jagoan yang nyari masalah, tapi dia orang yang bakal ngelakuin apa aja demi kebenaran. Melihat Salman Khan nangis sesenggukan atau kebingungan ngadepin birokrasi perbatasan itu bikin kita ngerasa, "Wah, ternyata Bhai bisa juga ya dapet peran yang se-vulnerable ini."

Chemistry antara Salman dan Harshaali Malhotra adalah nyawa dari film ini. Harshaali nggak perlu ngomong satu kata pun buat bikin penonton jatuh cinta. Lewat tatapan matanya yang polos dan senyumnya yang tulus, dia berhasil bikin kita semua pengen meluk dia dan bilang, "Tenang ya, kamu pasti pulang." Nggak heran sih kalau film ini meledak banget, karena emang emosinya dapet banget, nggak kerasa dibuat-buat.



Menembus Sekat Agama dan Negara

Yang bikin Bajrangi Bhaijaan jadi film yang penting menurut gue adalah keberaniannya nyentil isu sensitif antara India dan Pakistan. Kita semua tahu gimana sejarah dan tensi politik dua negara ini. Tapi lewat film ini, sutradara Kabir Khan pengen bilang kalau kemanusiaan itu letaknya di atas paspor dan agama.

Ada momen-momen yang cukup dalam pas Pawan, yang seorang Hindu taat, harus masuk ke dalam masjid demi nyelamatin Munni. Atau gimana masyarakat di perbatasan, baik dari sisi India maupun Pakistan, bahu-membahu buat ngebantu Pawan. Ini tuh kayak sebuah antitesis dari film-film perang yang biasanya cuma ngejual kebencian. Bajrangi Bhaijaan justru ngejual cinta kasih. Kedengarannya emang agak klise atau cheesy, tapi di tangan yang tepat, formula ini terbukti ampuh bikin jutaan orang mewek di bioskop.

Kehadiran Nawazuddin Siddiqui sebagai Pemanis

Nggak afdol kalau kita nggak bahas Nawazuddin Siddiqui yang berperan sebagai Chand Nawab, seorang jurnalis lepas asal Pakistan yang awalnya pengen nyari berita sensasional soal Pawan, tapi akhirnya malah jadi sahabat paling setia. Karakter Chand Nawab ini diinspirasi dari jurnalis beneran di dunia nyata, lho. Kehadirannya ngasih bumbu komedi yang seger di tengah-tengah drama yang bikin nyesek. Interaksi antara Pawan yang lurus-lurus aja sama Chand Nawab yang agak licin tapi baik hati ini bener-bener jadi hiburan tersendiri.

Soundtrack yang Ikonik dan Visual yang Memanjakan Mata

Bukan Bollywood namanya kalau nggak punya lagu-lagu enak. Mulai dari "Selfie Le Le Re" yang asyik buat joget, sampai "Bhar Do Jholi Meri" yang dibawain Adnan Sami dengan sangat penuh perasaan. Lagu-lagu di film ini nggak cuma sekadar tempelan, tapi emang ngebangun mood cerita. Ditambah lagi sinematografinya yang nampilin keindahan pegunungan Kashmir yang luar biasa cantik. Vibes-nya dapet banget, dari keramaian pasar di Delhi sampai sunyinya pegunungan salju di perbatasan.

Kesimpulan: Kenapa Film Ini Wajib Tonton (Lagi)?

Di zaman sekarang yang apa-apa sering didebatin, mulai dari masalah politik sampai perbedaan pandangan hidup, film kayak Bajrangi Bhaijaan itu kayak oase. Film ini ngingetin kita kalau pada dasarnya manusia itu baik. Kebencian itu seringkali cuma konstruksi yang diciptain orang-orang dewasa yang terlalu serius sama dunianya sendiri.



Ending film ini gue nggak bakal spoiler buat yang belum nonton, tapi kayaknya hampir semua orang udah tahu adalah salah satu adegan paling ikonik dalam sejarah perfilman India modern. Siapin tisu yang banyak deh kalau mau nonton. Bajrangi Bhaijaan bukan cuma soal perjalanan pulang seorang anak kecil, tapi soal perjalanan pulang kita semua menuju rasa empati yang mungkin seringkali hilang ketutup gengsi atau ideologi.

Jadi, kalau lo lagi nyari tontonan yang bisa bikin hati anget sekaligus mata sembab, mending langsung buka layanan streaming dan putar lagi film ini. Ratingnya yang tinggi di IMDb dan skor kritikus yang positif itu bukan tanpa alasan. Film ini adalah bukti kalau pesan kebaikan itu universal dan nggak bakal basi dimakan zaman. Selamat nonton (lagi), dan siap-siap teriak, "Jai Shri Ram!" bareng Pawan!