Cara Menjaga Kepadatan Tulang pada Usia Lanjut
Laila - Wednesday, 22 July 2026 | 05:30 PM


Cara Menjaga Kepadatan Tulang pada Usia Lanjut
Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang secara alami akan menurun. Kondisi ini membuat lansia lebih rentan mengalami osteoporosis, nyeri sendi, hingga patah tulang akibat benturan ringan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan tulang sejak memasuki usia lanjut menjadi langkah penting untuk mempertahankan mobilitas, kemandirian, dan kualitas hidup.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kepadatan tulang pada usia lanjut.
1. Penuhi Kebutuhan Kalsium Setiap Hari
Kalsium merupakan mineral utama pembentuk tulang. Lansia disarankan memenuhi kebutuhan kalsium dari makanan seperti susu rendah lemak, yogurt, keju, ikan bertulang lunak (misalnya sarden), tahu, tempe, brokoli, dan sayuran hijau.
Jika kebutuhan kalsium sulit dipenuhi dari makanan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai penggunaan suplemen.
2. Cukupi Asupan Vitamin D
Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium secara optimal. Selain diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, dan susu yang difortifikasi, vitamin D juga diproduksi tubuh melalui paparan sinar matahari pagi.
Berjemur selama 10–15 menit beberapa kali dalam seminggu dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D, dengan tetap memperhatikan kondisi kulit dan cuaca.
3. Rutin Melakukan Olahraga
Aktivitas fisik membantu mempertahankan kepadatan tulang sekaligus memperkuat otot dan meningkatkan keseimbangan tubuh. Pilih olahraga yang sesuai dengan kondisi fisik, seperti:
- Jalan kaki.
- Senam lansia.
- Tai chi.
- Latihan kekuatan menggunakan beban ringan.
- Naik turun tangga sesuai kemampuan.
Lakukan olahraga secara rutin sekitar 30 menit sebanyak 3–5 kali dalam seminggu.
4. Konsumsi Protein yang Cukup
Protein berperan dalam menjaga kekuatan otot dan mendukung pembentukan jaringan tulang. Pilih sumber protein berkualitas seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan susu.
5. Hindari Kebiasaan Merokok
Zat kimia dalam rokok dapat mempercepat penurunan massa tulang dan menghambat proses pembentukan tulang baru. Berhenti merokok memberikan manfaat besar bagi kesehatan tulang maupun kesehatan tubuh secara keseluruhan.
6. Batasi Konsumsi Alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu penyerapan kalsium dan meningkatkan risiko jatuh. Membatasi atau menghindari alkohol merupakan langkah yang baik untuk menjaga kesehatan tulang.
7. Jaga Berat Badan Ideal
Berat badan yang terlalu rendah dapat meningkatkan risiko pengeroposan tulang, sedangkan kelebihan berat badan dapat memberi tekanan berlebih pada sendi. Menjaga berat badan tetap ideal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan tulang.
8. Cegah Risiko Jatuh
Selain menjaga kepadatan tulang, penting juga mengurangi risiko jatuh. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Gunakan alas kaki yang tidak licin.
- Pastikan pencahayaan rumah cukup terang.
- Singkirkan benda yang dapat menyebabkan tersandung.
- Gunakan pegangan pada kamar mandi atau tangga jika diperlukan.
9. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala
Bagi lansia, terutama wanita setelah menopause atau orang dengan faktor risiko osteoporosis, pemeriksaan kesehatan tulang secara berkala dapat membantu mendeteksi penurunan kepadatan tulang lebih dini. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan sebelum terjadi komplikasi.
10. Konsultasikan Penggunaan Suplemen dengan Dokter
Tidak semua lansia membutuhkan suplemen kalsium atau vitamin D. Penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk menghindari dosis yang berlebihan.
Kesimpulan
Menjaga kepadatan tulang pada usia lanjut memerlukan kombinasi pola makan bergizi, aktivitas fisik yang teratur, paparan sinar matahari yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat. Dengan memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D, rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, lansia dapat mengurangi risiko osteoporosis dan patah tulang sehingga tetap aktif dan mandiri di usia senja.
Next News

Dampak Kurang Tidur terhadap Prestasi Belajar Anak
in 6 hours

Pentingnya Tidur Berkualitas bagi Kesehatan Tanda Tubuh Kekurangan Cairan yang Sering Diabai
in 6 hours

Tips Memilih Camilan Sehat untuk Anak Sekolah
in 6 hours

10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak Secara Alami
in 6 hours

Kudis (Skabies): Penyebab Gatal yang Mudah Menular dan Cara Mencegahnya
in 4 hours

Apa Itu Anemia? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
in 3 hours

Bagaimana Kunang-Kunang Menghasilkan Cahaya Tanpa Panas? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Sejarah Permainan Congklak di Nusantara, Warisan Tradisional yang Sarat Nilai Budaya
in 3 hours

Sejarah Angklung dan Perjalanannya ke Mancanegara, Warisan Budaya Indonesia yang Mendunia
in 2 hours

Dari Mana Asal Usul Keju? Menelusuri Sejarah Makanan yang Telah Ada Ribuan Tahun
in 2 hours





