Senin, 27 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cara Mengurangi Kebiasaan Overthinking

Liaa - Saturday, 04 July 2026 | 02:05 PM

Background
Cara Mengurangi Kebiasaan Overthinking

Seni Menjinakkan Isi Kepala: Panduan Biar Nggak Terjebak Overthinking Terus

Pernah nggak sih, jam dua pagi, pas semua orang udah tidur nyenyak dan dunia lagi sunyi-sunyinya, otak kamu malah muter kenceng kayak komidi putar rusak? Kamu tiba-tiba ingat kesalahan lima tahun lalu pas salah manggil nama orang, atau mendadak cemas mikirin gimana kalau besok bos di kantor tiba-tiba ngajak meeting dadakan padahal kerjaan belum beres. Selamat, kamu baru saja terjebak dalam olahraga nasional kaum urban: overthinking.

Overthinking itu ibarat kita lagi lari di atas treadmill mental. Capeknya dapet, keringetnya bercucuran, tapi kita nggak pindah ke mana-mana. Tetap di situ-situ aja. Masalahnya, banyak dari kita yang merasa kalau mikirin sesuatu secara berlebihan itu tanda kalau kita visioner atau berhati-hati. Padahal, ada garis tipis antara "menganalisis" dan "menyiksa diri sendiri". Kalau sudah masuk ranah menyiksa diri, itu tandanya otak kamu butuh rem darurat.

Lalu, gimana sih caranya biar kita nggak terus-terusan jadi "overthinker garis keras"? Tenang, kamu nggak sendirian. Berikut adalah beberapa cara receh tapi ampuh buat menjinakkan isi kepala yang seringkali lebih ramai dari pasar malam itu.

1. Beri "Jatah Waktu" buat Galau

Memaksa otak buat berhenti mikir itu mustahil. Makin kita bilang "jangan dipikirin", otak kita malah makin semangat buat nge-replay kejadian itu berkali-kali. Strategi yang lebih masuk akal adalah dengan kasih "jatah". Alih-alih membiarkan pikiran liar itu berkeliaran seharian, coba deh alokasikan waktu sekitar 10 sampai 15 menit setiap sore buat mikirin semua kecemasan itu secara totalitas.

Pasang alarm di HP. Selama waktu itu, silakan kamu overthinking sepuasnya. Bayangkan skenario terburuk, nangis dikit juga boleh. Tapi begitu alarm bunyi, sudah. Sesi selesai. Kamu harus balik lagi ke dunia nyata. Ini cara buat kasih tahu ke otak kalau dia punya panggung, tapi durasinya terbatas. Nggak bisa seenaknya take over waktu tidur atau waktu kerja kita.



2. Pakai Filter "Lima Tahun"

Kita sering banget stres mikirin hal-hal kecil yang sebenernya sepele banget. Misalnya, kamu merasa malu karena tadi salah pakai baju pas nongkrong, atau kamu cemas gara-gara chat kamu cuma di-read doang sama gebetan. Sebelum kamu tenggelam dalam lautan overthinking, coba tarik napas dalam-dalam dan tanya ke diri sendiri: "Apakah hal ini bakal jadi masalah dalam lima tahun ke depan?"

Kalau jawabannya "nggak", ya udah, lepaskan. Sebagian besar hal yang bikin kita nggak bisa tidur malam ini biasanya bakal terlupakan dalam waktu seminggu, apalagi lima tahun. Memakai perspektif jangka panjang ini adalah cara efektif buat nendang drama-drama nggak penting keluar dari kepala kita. Hidup ini terlalu singkat buat dihabiskan dengan meratapi typo di email kantor yang sebenernya orang lain juga nggak peduli-peduli amat.

3. Tuliskan Semuanya di Atas Kertas (Brain Dump)

Pikiran yang berputar-putar di kepala itu seringkali terasa besar dan menakutkan karena mereka nggak berbentuk. Mereka cuma gumpalan emosi dan imajinasi. Begitu kamu menuangkannya ke dalam tulisan, beban itu berpindah dari otak ke kertas. Proses ini namanya brain dump.

Ambil buku catatan atau buka aplikasi notes di HP, lalu tuliskan apa aja yang lagi ada di pikiranmu tanpa perlu diedit. Jangan pedulikan tata bahasa atau estetika. Tulis aja kalau kamu lagi kesel sama temen, takut nggak punya duit di akhir bulan, atau bingung mau makan apa besok. Begitu sudah tertulis, biasanya otak bakal merasa lebih lega karena merasa aspirasinya sudah "didengar" dan didokumentasikan.

4. Fokus ke Tindakan, Bukan Hasil

Salah satu pemicu utama overthinking adalah rasa takut akan kegagalan. Kita terlalu sibuk mikirin "Gimana kalau nanti hasilnya jelek?" sampai lupa buat mulai. Cara melawannya adalah dengan mengalihkan fokus dari hasil akhir ke langkah kecil yang bisa diambil sekarang.



Misalnya, kamu overthinking soal skripsi atau proyek besar. Daripada mikirin revisi yang belum tentu ada, mending fokus ke: "Oke, hari ini aku cuma perlu nulis satu paragraf." Dengan melakukan tindakan nyata—sekecil apa pun itu—kamu memberikan sinyal ke otak bahwa kamu punya kontrol atas situasi tersebut. Rasa kontrol inilah yang bakal membunuh benih-benih overthinking.

5. Bergerak Secara Fisik

Kadang, cara terbaik buat menjernihkan pikiran bukan dengan berpikir lebih keras, tapi dengan berhenti berpikir sama sekali dan mulai bergerak. Olahraga, jalan kaki keliling komplek, atau bahkan sekadar beresin kamar bisa jadi terapi yang manjur. Saat kita fokus ke gerakan fisik, energi yang tadinya terkumpul di kepala bakal terdistribusi ke seluruh tubuh.

Istilahnya, "get out of your head and into your body". Capek fisik itu jauh lebih sehat dan bikin tidur lebih nyenyak daripada capek mental gara-gara mikirin hal-hal yang belum tentu terjadi. Lagipula, ada kepuasan tersendiri melihat lantai kamar yang bersih atau baju yang sudah rapi disetrika di tengah kekacauan pikiran kita.

6. Sadari Bahwa Kamu Bukanlah Pikiranmu

Ini mungkin terdengar agak filosofis, tapi penting banget buat dipahami. Pikiran itu kayak awan yang lewat di langit. Kamu adalah langitnya, dan pikiran-pikiran cemas itu cuma awan mendung yang kebetulan lagi lewat. Kamu nggak harus jadi awan itu. Kamu nggak harus mengidentifikasi diri kamu dengan rasa cemas itu.

Coba deh mulai belajar jadi pengamat. Pas otak mulai bilang, "Duh, kamu kayaknya bakal gagal deh," jangan langsung percaya. Bilang aja ke diri sendiri, "Oh, otakku lagi ngomongin soal kegagalan lagi nih. Oke, makasih infonya." Dengan menjaga jarak seperti ini, kamu nggak bakal gampang keseret sama arus overthinking yang seringkali emang nggak rasional.



Akhir kata, menjadi seorang overthinker itu emang melelahkan. Tapi ingat, otak kita itu alat yang luar biasa canggih, cuma emang kadang dia butuh update software atau sekadar direstart biar nggak nge-lag. Jangan terlalu keras sama diri sendiri. Dunia nggak bakal kiamat cuma gara-gara kamu bikin satu kesalahan kecil hari ini. Yuk, coba buat sedikit lebih santai dan nikmatin momen sekarang, karena masa lalu udah lewat dan masa depan itu rahasia yang nggak bakal bisa kamu pecahkan lewat overthinking tengah malam.

Tags