Cara Mengolah Pete agar Aromanya Tidak Terlalu Menyengat
Liaa - Monday, 12 October 2026 | 10:05 AM


Pete merupakan salah satu bahan makanan yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Biji berwarna hijau ini sering diolah menjadi sambal pete, tumis pete, hingga campuran berbagai hidangan berbumbu. Rasanya yang khas membuat pete memiliki tempat tersendiri bagi pencinta kuliner Nusantara.
Meski demikian, aroma pete yang cukup tajam sering menjadi alasan sebagian orang membatasi konsumsinya. Bau tersebut dapat terasa ketika pete sedang disiapkan, dimasak, bahkan setelah dikonsumsi.
Sebenarnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi aroma pete saat diolah. Pemilihan teknik memasak dan penggunaan bumbu yang tepat dapat membuat hidangan terasa lebih nikmat tanpa harus menghilangkan karakter khas pete.
1. Kupas dan Bersihkan Pete Sebelum Dimasak
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengupas pete dari kulit luarnya, kemudian membersihkan bijinya menggunakan air mengalir. Cara ini membantu menghilangkan kotoran dan sisa bahan yang menempel pada permukaan pete.
Setelah dibersihkan, pete bisa dibelah menjadi dua bagian agar lebih mudah matang ketika dimasak. Namun, membelah pete tidak secara langsung menghilangkan seluruh sumber aromanya.
Pastikan pete yang digunakan masih dalam kondisi baik, tidak berlendir, dan tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
2. Rendam Pete Sebentar dalam Air Bersih
Merendam pete sebentar sebelum dimasak dapat membantu membersihkan permukaan biji dan mengurangi sisa kotoran yang menempel. Setelah direndam, bilas kembali dengan air bersih sebelum melanjutkan proses memasak.
Cara ini tidak menjamin aroma khas pete hilang sepenuhnya karena senyawa penyebab aromanya terdapat di dalam biji, bukan hanya pada permukaannya.
Sebaiknya hindari merendam pete terlalu lama pada suhu ruang agar kualitas bahan makanan tetap terjaga.
3. Rebus Pete Sebelum Diolah
Merebus pete sebelum dimasak menjadi salah satu pilihan bagi orang yang ingin mengurangi aroma tajamnya. Proses pemanasan dapat mengubah sebagian senyawa aromatik dan membantu melunakkan tekstur biji.
Caranya cukup sederhana. Masukkan pete yang telah dibersihkan ke dalam air mendidih, lalu rebus hingga tingkat kematangan yang diinginkan. Setelah itu, tiriskan dan gunakan pete untuk membuat tumisan atau hidangan lainnya.
Hasilnya bisa berbeda bergantung pada tingkat kematangan dan karakter pete. Perebusan juga tidak menjamin seluruh aromanya hilang, tetapi dapat membantu menghasilkan aroma yang lebih ringan pada sebagian olahan.
4. Tumis Pete dengan Bumbu Beraroma Kuat
Mengolah pete bersama bawang putih, bawang merah, cabai, atau rempah-rempah dapat membuat aromanya terasa lebih seimbang dalam hidangan.
Bumbu tersebut memberikan aroma tambahan yang berpadu dengan karakter khas pete. Teknik ini cocok diterapkan ketika membuat sambal pete, tumis pete, atau pete dengan ikan teri.
Untuk hasil yang lebih nikmat, tumis bumbu hingga harum terlebih dahulu sebelum memasukkan pete. Aduk sampai bumbu meresap dan pete matang sesuai selera.
Perlu dipahami bahwa bumbu tidak selalu menghilangkan senyawa penyebab bau pete. Penggunaannya lebih berperan dalam membentuk aroma dan cita rasa keseluruhan masakan.
5. Goreng Pete Sebentar Sebelum Dicampurkan ke Masakan
Pete juga dapat digoreng sebentar sebelum dicampurkan ke dalam sambal atau tumisan. Pemanasan dengan minyak bisa mengubah aroma dan teksturnya sehingga menghasilkan karakter rasa yang berbeda.
Namun, hindari menggoreng terlalu lama dengan api besar karena pete dapat menjadi terlalu kering atau kehilangan tekstur yang diinginkan. Sesuaikan waktu memasak dengan ukuran biji dan jenis hidangan yang akan dibuat.
Jika ingin mengurangi penggunaan minyak, pete juga dapat ditumis menggunakan sedikit minyak hingga matang.
6. Masak Pete hingga Matang dengan Tepat
Tingkat kematangan turut memengaruhi rasa, tekstur, dan aroma pete. Oleh karena itu, masak pete sesuai kebutuhan hidangan dan pastikan bahan tersebut matang dengan baik.
Pete dapat dimasukkan menjelang tahap akhir memasak jika ingin mempertahankan teksturnya, atau dimasak lebih lama apabila menginginkan tekstur yang lebih lunak.
Meski begitu, memasak lebih lama bukan berarti semua aroma khas pete akan hilang. Senyawa aromatik dapat berubah selama pemanasan, tetapi hasil akhirnya bergantung pada teknik dan kondisi memasak.
7. Gunakan Ventilasi yang Baik Saat Memasak
Aroma pete yang menyebar di dapur terkadang terasa lebih mengganggu daripada aroma yang tertinggal pada masakan. Untuk mengatasinya, gunakan ventilasi yang baik selama proses memasak.
Buka jendela jika memungkinkan atau nyalakan pengisap asap dapur agar udara dapat bersirkulasi. Setelah memasak, segera bersihkan peralatan dan permukaan dapur yang terkena sisa bahan makanan.
Langkah ini tidak mengubah aroma pete pada bijinya, tetapi membantu mengurangi penumpukan bau di dalam ruangan.
Apakah Aroma Pete Bisa Hilang Sepenuhnya?
Aroma khas pete berasal dari senyawa kimia alami yang terkandung di dalamnya. Karena itu, menghilangkan seluruh aromanya bukanlah hal yang mudah, bahkan setelah pete direbus, digoreng, atau dicampur dengan berbagai bumbu.
Teknik pengolahan lebih tepat dipahami sebagai cara untuk membantu mengurangi atau menyeimbangkan aroma, bukan menjamin pete menjadi benar-benar tidak berbau.
Selain itu, aroma yang muncul setelah makan pete dapat berbeda dari bau saat pete dimasak. Sebagian senyawa hasil metabolisme makanan dapat dikeluarkan melalui urine dan memengaruhi aromanya. Kondisi tersebut tidak selalu dapat dicegah hanya dengan mengubah teknik memasak.
Pada akhirnya, cara terbaik mengolah pete bergantung pada selera masing-masing. Membersihkan pete, merebusnya sebentar, menumisnya bersama bumbu, dan memastikan sirkulasi udara dapur tetap baik merupakan langkah sederhana yang dapat dicoba untuk menikmati pete dengan lebih nyaman.
Next News

Mengapa Air Bersih Perlu Disimpan dalam Wadah yang Tertutup? Ini Alasannya
in 6 hours

Mencuci Buah dengan Air Bersih, Apakah Sudah Cukup untuk Menghilangkan Kuman?
in 6 hours

Pipa Air yang Sudah Tua Bisa Memengaruhi Kualitas Air Keran di Rumah
in 6 hours

Mengapa Air Keran Terkadang Memiliki Rasa atau Aroma yang Berbeda?
in 6 hours

Air Keran Langsung Diminum Tanpa Dimasak, Apakah Aman bagi Tubuh?
in 6 hours

Kebiasaan Langsung Minum Kopi Setelah Bangun Tidur, Apa yang Perlu Diketahui?
in 6 hours

Menatap Layar Ponsel Sebelum Tidur, Apa yang Terjadi pada Pola Istirahat?
in 6 hours

Mengapa Urine Bisa Berbau Berbeda Setelah Makan Pete?
in 5 hours

Kebiasaan Menggoyangkan Kaki Saat Duduk, Apakah Ada Penyebabnya?
21 hours ago

Mengapa Sebagian Orang Menyukai Pete, Sementara yang Lain Tidak Tahan Aromanya?
21 hours ago





