Kebiasaan Menggoyangkan Kaki Saat Duduk, Apakah Ada Penyebabnya?
Liaa - Sunday, 11 October 2026 | 07:17 AM


Pernahkah memperhatikan seseorang yang terus menggoyangkan kaki ketika duduk? Gerakan ini bisa terlihat saat seseorang bekerja di depan komputer, mengikuti pelajaran, berbincang, atau menunggu antrean. Bahkan, ada orang yang baru menyadari kebiasaan tersebut setelah ditegur orang di sekitarnya.
Menggoyangkan kaki saat duduk sering dianggap sebagai kebiasaan biasa. Namun, perilaku ini dapat muncul karena beberapa alasan, mulai dari kebiasaan yang terbentuk secara tidak sadar hingga respons tubuh terhadap kegelisahan atau kebutuhan untuk bergerak.
Lantas, apa sebenarnya yang membuat seseorang gemar menggoyangkan kaki ketika duduk? Berikut penjelasannya.
1. Gerakan Kaki Bisa Menjadi Kebiasaan Tanpa Disadari
Salah satu penyebab paling umum adalah kebiasaan. Seseorang mungkin mulai menggoyangkan kaki ketika sedang duduk dalam waktu lama, kemudian mengulangi gerakan tersebut hingga menjadi pola otomatis.
Gerakan ini dapat berlangsung tanpa perlu dipikirkan secara sadar. Ketika perhatian tertuju pada pekerjaan atau percakapan, seseorang bahkan mungkin tidak menyadari bahwa kakinya terus bergerak.
Kebiasaan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan. Jika gerakannya dapat dihentikan dengan mudah dan tidak disertai keluhan lain, menggoyangkan kaki biasanya hanya merupakan salah satu bentuk perilaku berulang yang dilakukan tubuh.
2. Rasa Gugup atau Cemas Dapat Memicu Gerakan Kaki
Sebagian orang lebih sering menggoyangkan kaki ketika merasa gugup, gelisah, atau menghadapi situasi yang membuatnya tegang.
Ketika mengalami stres, tubuh dapat menjadi lebih waspada dan mengalami peningkatan ketegangan. Kondisi ini terkadang membuat seseorang sulit duduk diam sehingga muncul gerakan kecil, seperti menggoyangkan kaki, mengetuk jari, atau memainkan benda di tangan.
Misalnya, seseorang mungkin menggoyangkan kaki ketika menunggu hasil wawancara kerja atau hendak berbicara di depan banyak orang.
Meski demikian, menggoyangkan kaki saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang mengalami gangguan kecemasan. Perilaku tersebut juga dapat muncul pada orang yang tidak memiliki masalah kesehatan mental.
3. Duduk Terlalu Lama Membuat Tubuh Ingin Bergerak
Tubuh manusia dirancang untuk melakukan berbagai gerakan sepanjang hari. Ketika seseorang duduk dalam waktu lama, terutama tanpa jeda, gerakan kecil seperti menggoyangkan kaki dapat menjadi cara spontan untuk mengubah posisi atau menggerakkan otot.
Aktivitas otot ringan tersebut berbeda dari olahraga dan tidak dapat menggantikan manfaat berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik secara teratur. Namun, gerakan ini menunjukkan bahwa seseorang tidak selalu berada dalam posisi diam sepenuhnya ketika duduk.
Jika pekerjaan mengharuskan duduk dalam waktu lama, cobalah sesekali berdiri, melakukan peregangan ringan, atau berjalan sebentar. Jeda gerak dapat membantu mengurangi rasa kaku dan membuat tubuh lebih nyaman.
4. Menggoyangkan Kaki Bisa Membantu Sebagian Orang Berkonsentrasi
Ada orang yang merasa lebih mudah berkonsentrasi ketika melakukan gerakan berulang, misalnya menggoyangkan kaki atau mengetukkan jari ke meja.
Gerakan ringan tersebut mungkin terasa membantu mereka mempertahankan perhatian ketika mengerjakan tugas yang monoton atau mendengarkan sesuatu dalam waktu lama. Namun, manfaatnya tidak sama bagi semua orang dan belum tentu meningkatkan konsentrasi secara langsung.
Pada sebagian orang, gerakan kaki justru dapat mengganggu pekerjaan, terutama jika dilakukan dengan intensitas tinggi atau membuat orang lain sulit berkonsentrasi.
Dengan kata lain, hubungan antara gerakan kaki dan konsentrasi sangat bergantung pada individu serta situasi yang dihadapi.
5. Apakah Menggoyangkan Kaki Berkaitan dengan Restless Legs Syndrome?
Selain kebiasaan dan kegelisahan, gerakan kaki yang berulang terkadang berkaitan dengan kondisi medis bernama restless legs syndrome (RLS), atau sindrom kaki gelisah.
RLS merupakan kondisi yang menimbulkan dorongan kuat untuk menggerakkan kaki, biasanya disertai sensasi tidak nyaman, seperti kesemutan, merayap, tertarik, atau rasa seperti ada sesuatu yang bergerak di dalam kaki.
Gejalanya cenderung muncul atau memburuk ketika seseorang sedang beristirahat, terutama pada malam hari. Menggerakkan kaki atau berjalan dapat memberikan kelegaan sementara, tetapi keluhan bisa kembali ketika tubuh diam.
Kondisi ini berbeda dari kebiasaan menggoyangkan kaki biasa. Pada RLS, dorongan bergerak dan sensasi tidak nyaman menjadi ciri penting yang perlu diperhatikan.
Jika keluhan sering mengganggu tidur, muncul berulang kali, atau menghambat aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penilaian yang tepat.
6. Kekurangan Zat Besi Dapat Berhubungan dengan Kaki Gelisah
Pada sebagian orang yang mengalami RLS, kadar zat besi yang rendah dapat menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan gejala. Zat besi berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk proses yang berkaitan dengan sistem saraf.
Namun, bukan berarti setiap orang yang sering menggoyangkan kaki mengalami kekurangan zat besi. Kebiasaan tersebut tidak dapat digunakan sebagai tanda tunggal untuk menentukan kondisi gizi seseorang.
Jika gerakan kaki disertai dorongan kuat untuk bergerak, rasa tidak nyaman ketika beristirahat, atau gangguan tidur, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan status zat besi jika diperlukan.
Hindari mengonsumsi suplemen zat besi tanpa alasan yang jelas atau tanpa saran tenaga kesehatan. Kebutuhan suplemen sebaiknya ditentukan berdasarkan kondisi individu dan hasil pemeriksaan yang sesuai.
7. Kapan Kebiasaan Menggoyangkan Kaki Perlu Diperhatikan?
Pada umumnya, menggoyangkan kaki sesekali saat duduk bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, ada beberapa keadaan yang sebaiknya tidak diabaikan.
Perhatikan apabila gerakan kaki disertai rasa nyeri, kelemahan, mati rasa, sensasi tidak nyaman yang terus berulang, atau gangguan tidur. Keluhan yang muncul secara tiba-tiba, semakin parah, atau mengganggu aktivitas juga layak diperiksakan.
Jika kebiasaan tersebut muncul ketika sedang gugup atau bosan, seseorang dapat mencoba mengenali situasi pemicunya. Mengubah posisi duduk, mengambil jeda untuk bergerak, dan melakukan latihan pernapasan perlahan mungkin membantu ketika gerakan berkaitan dengan ketegangan.
Namun, apabila gerakan sulit dikendalikan dan disertai keluhan fisik yang mengganggu, pemeriksaan medis lebih tepat daripada sekadar berusaha menghentikan kebiasaannya.
Kebiasaan menggoyangkan kaki saat duduk dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti gerakan otomatis, rasa gugup, kebosanan, atau keinginan untuk bergerak setelah duduk lama. Pada sebagian orang, gerakan tersebut juga dapat berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti restless legs syndrome.
Karena penyebabnya beragam, kebiasaan ini tidak selalu menandakan gangguan kesehatan. Hal terpenting adalah memperhatikan apakah gerakan dapat dihentikan dengan mudah dan apakah ada gejala lain yang menyertainya.
Jika menggoyangkan kaki disertai rasa tidak nyaman, dorongan kuat untuk terus bergerak, atau gangguan tidur, berkonsultasilah dengan tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat.
Next News

Mengapa Sebagian Orang Menyukai Pete, Sementara yang Lain Tidak Tahan Aromanya?
6 hours ago

Mitos atau Fakta, Pete Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah?
7 hours ago

Mengapa Pelangi Sering Terlihat di Dekat Air Terjun? Ini Penjelasan Ilmiahnya
7 hours ago

Pelangi Terlihat Berbeda bagi Setiap Orang, Benarkah Demikian?
7 hours ago

Mitos atau Fakta, Pelangi Selalu Memiliki Tujuh Warna? Ini Penjelasan Ilmiahnya
7 hours ago

Kenapa Rasa Manis Teh Berubah Saat Minumannya Sudah Dingin? Ini Penjelasannya
7 hours ago

Mengapa Buah yang Belum Matang Sering Terasa Lebih Asam? Ini Penjelasannya
7 hours ago

Mengapa Permen Terasa Sangat Manis, tetapi Buah Tidak Selalu Demikian? Ini Penyebabnya
7 hours ago

Mengapa Buah yang Matang Terasa Lebih Manis daripada Buah Mentah? Ini Penjelasannya
7 hours ago

Perbedaan Rasa Asam pada Lemon, Jeruk Nipis, dan Asam Jawa, Apa yang Membuatnya Berbeda?
8 hours ago





