Pelangi Memiliki Banyak Warna karena Cahaya Matahari Mengalami Proses Tertentu
icaa - Wednesday, 07 October 2026 | 01:53 PM


Pelangi menjadi salah satu fenomena alam yang menarik perhatian karena menampilkan lengkungan dengan berbagai warna di langit. Fenomena ini biasanya terlihat ketika sinar Matahari muncul saat masih terdapat banyak butiran air di udara, misalnya setelah hujan.
Meski terlihat seperti pita warna-warni, pelangi sebenarnya terbentuk melalui proses optik yang melibatkan cahaya dan air. Cahaya Matahari yang terlihat putih sebenarnya tersusun dari berbagai panjang gelombang cahaya yang dapat dipisahkan menjadi warna berbeda.
Ketika cahaya Matahari memasuki butiran air, arah perjalanannya berubah. Proses ini disebut pembiasan. Karena setiap panjang gelombang cahaya mengalami pembiasan dengan tingkat yang sedikit berbeda, cahaya kemudian mulai terpisah menjadi berbagai warna.
Setelah memasuki butiran air, sebagian cahaya mengalami pemantulan pada bagian dalam butiran tersebut. Cahaya kemudian kembali menuju bagian depan butiran dan keluar setelah mengalami pembiasan lagi.
Rangkaian proses tersebut membuat cahaya yang awalnya tampak putih dapat terlihat sebagai spektrum warna. Warna yang biasanya dikenali pada pelangi adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
Urutan warna tersebut terjadi karena setiap warna memiliki panjang gelombang yang berbeda. Cahaya merah memiliki panjang gelombang lebih panjang, sedangkan cahaya ungu memiliki panjang gelombang lebih pendek. Perbedaan inilah yang membuat keduanya dibelokkan dengan sudut yang berbeda ketika melewati air.
Bentuk pelangi yang terlihat dari permukaan tanah juga dipengaruhi oleh posisi Matahari dan pengamat. Karena itu, pelangi biasanya dapat terlihat ketika Matahari berada di belakang pengamat dan butiran air berada di arah berlawanan.
Pelangi sebenarnya membentuk lingkaran penuh dalam kondisi pengamatan tertentu. Namun, dari permukaan tanah, sebagian lingkaran biasanya terhalang oleh cakrawala sehingga yang terlihat hanya bagian berbentuk busur.
Ukuran dan kejelasan pelangi juga dapat berbeda-beda. Banyaknya butiran air, posisi Matahari, arah datangnya cahaya serta posisi pengamat dapat memengaruhi bagaimana pelangi terlihat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sesuatu yang tampak sederhana di langit ternyata melibatkan proses fisika yang cukup menarik. Warna-warni pelangi merupakan hasil interaksi antara cahaya Matahari, air dan posisi pengamat.
Jadi, banyaknya warna pada pelangi bukan karena cahaya Matahari memiliki satu warna untuk setiap bagian langit. Cahaya tersebut sebenarnya merupakan gabungan berbagai panjang gelombang yang dapat dipisahkan ketika melewati dan berinteraksi dengan butiran air di atmosfer.
Next News

Tiba-Tiba Lupa Tujuan Saat Masuk Ruangan, Begini Cara Otak Bekerja
in 5 hours

Spons Cuci Piring Bisa Menyimpan Banyak Mikroorganisme Jika Jarang Diganti
in 5 hours

Pintu Kayu Bisa Sulit Ditutup pada Kondisi Cuaca Tertentu
in 5 hours

Telinga Tetap Bekerja Saat Kita Tidur, Tidak Sepenuhnya Beristirahat
in 5 hours

Bintang yang Terlihat Berkedip Sebenarnya Tidak Benar-Benar Berkedip
in 5 hours

Barang Gratis Justru Bisa Membuat Orang Mengeluarkan Uang Lebih Banyak
7 hours ago

Semut Bekerja dalam Kelompok Tanpa Memiliki Pemimpin Seperti Manusia
in 5 hours

Kupu-Kupu Memiliki Indra yang Membantu Mereka Menemukan Tanaman yang Tepat
in 5 hours

Gurita Mampu Mengubah Warna Tubuh untuk Beradaptasi dengan Lingkungan
in 5 hours

Saku Mini pada Celana Jeans Punya Sejarah yang Menarik
in 5 hours





