Busui Ingin Puasa? Perhatikan Hal Ini Agar Tubuh Tetap Fit
Tata - Friday, 27 February 2026 | 03:00 PM


Puasa bagi Ibu Menyusui: Antara Dilema Ibadah dan Stok ASI yang Tetap 'Mantul'
Bagi para ibu menyusui atau yang akrab disapa busui, datangnya bulan Ramadan seringkali membawa perasaan campur aduk. Di satu sisi, ada kerinduan mendalam untuk ikut merasakan vibes sahur dan buka puasa bareng keluarga. Tapi di sisi lain, ada kekhawatiran yang nggak kalah besar: "Nanti ASI-ku seret nggak ya?" atau "Kuat nggak ya nahan laper sambil mompa atau nyusuin langsung?". Belum lagi bayangan badan yang lemes kayak kerupuk kena angin gara-gara kalori tersedot dua arah, buat diri sendiri dan si kecil.
Mari kita jujur-jujuran saja. Menjadi pejuang ASI itu bukan perkara sepele. Kita bicara tentang tubuh yang bekerja 24 jam memproduksi nutrisi terbaik untuk manusia mungil. Jadi, ketika memutuskan untuk berpuasa, strategi itu mutlak diperlukan. Nggak bisa cuma modal niat dan nekat. Salah satu kunci utama yang sering disepelekan, padahal efeknya dahsyat, adalah manajemen waktu sahur. Sahur bagi busui bukan sekadar 'sunnah' biar nggak laper, tapi ini adalah momen 'charging' baterai utama supaya produksi ASI tetap stabil dan badan nggak tumbang di tengah hari.
1.Jangan Sekali-kali Skip Sahur, Ini Bukan Waktunya Diet Ketat!
Mungkin ada kalanya rasa kantuk lebih menang daripada rasa lapar. Rasanya pengen merem terus sampai imsak. Tapi buat ibu menyusui, melewatkan sahur adalah 'red flag' alias sinyal bahaya. Kenapa? Karena saat kita berpuasa, tubuh tetap memproduksi ASI dengan mengambil cadangan nutrisi dari tubuh ibu. Kalau saat sahur kita nggak ngisi bensin, ya otomatis tubuh bakal 'ngos-ngosan'.
Sahur adalah kesempatan emas untuk menabung cairan dan energi. Bayangkan badan kita itu seperti bank. Kalau nggak ada deposit di pagi hari, pas siang hari saldo kita bisa minus. Efeknya bukan cuma ke bayi yang mungkin merasa aliran ASI-nya nggak sederas biasanya, tapi juga ke mental ibu yang jadi gampang uring-uringan karena lemas dan dehidrasi. Ingat, ibu yang bahagia dan kenyang adalah kunci ASI yang lancar jaya.
2.Menu Sahur yang Nggak Cuma Bikin Kenyang, Tapi Juga 'Bertenaga'
Nah, urusan menu sahur juga jangan asal kenyang pakai mi instan doang ya, Moms. Kita butuh asupan yang bersifat 'slow release' atau yang dicernanya lama supaya energi nggak langsung habis di jam 9 pagi. Karbohidrat kompleks adalah koentji. Pilihlah nasi merah, oatmeal, atau ubi-ubian. Mereka ini ibarat powerbank yang ngasih aliran listrik pelan tapi pasti sepanjang hari.
Jangan lupa protein! Ayam, ikan, telur, atau tempe-tahu itu wajib ada. Protein bantu menjaga massa otot dan bikin rasa kenyang bertahan lebih lama. Dan yang paling penting buat busui: ASI booster alami. Masukkan sayuran hijau seperti daun katuk atau bayam ke dalam menu sahur. Kalau perlu, tambahkan segelas susu hangat atau suplemen pelancar ASI supaya makin yakin kalau stok 'liquid gold' buat si kecil tetap aman terkendali.
2.Hidrasi Adalah Koentji: Strategi Minum yang Nggak Bikin Kembung
Masalah terbesar saat puasa bagi busui sebenarnya bukan rasa lapar, tapi haus yang luar biasa. Produksi ASI itu butuh banyak air. Kalau kurang minum, jangan kaget kalau tiba-tiba kepala pusing atau mulut terasa kering banget. Tapi, gimana cara masukin air minimal 2 liter dalam waktu singkat antara buka sampai sahur?
Gunakan rumus 2-4-2 yang sudah dimodifikasi untuk kenyamanan. Dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam (bisa dicicil setiap satu jam atau sehabis mompa), dan dua gelas lagi saat sahur. Hindari terlalu banyak minum teh atau kopi saat sahur karena sifat diuretiknya malah bikin kita bolak-balik ke kamar mandi dan akhirnya malah makin cepat haus.
3.Dengarkan Tubuhmu, Jangan Memaksakan Diri Jadi Superhero
Dalam Islam sendiri, ibu menyusui itu dapat 'privilege' alias keringanan. Kalau memang merasa kondisi fisik nggak memungkinkan, atau si kecil jadi rewel banget dan tanda-tanda dehidrasinya muncul (seperti pipisnya jarang dan warnanya pekat), nggak perlu merasa bersalah kalau harus membatalkan puasa. Allah itu Maha Baik, Dia nggak akan membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan.
Memang ada kepuasan batin kalau bisa puasa full sebulan penuh, tapi ingat kalau tugas utama kita saat ini adalah memastikan si kecil tumbuh sehat. Jadi, kalau di tengah hari kepala sudah keliyengan banget, pandangan kabur, atau badan gemetar hebat, itu tandanya tubuh lagi protes. Segera ambil air putih dan batalkan puasa. Nanti bisa diganti di hari lain (qadha) atau membayar fidyah sesuai ketentuan yang berlaku. Nggak usah dengerin omongan netizen atau tetangga yang hobi membanding-bandingkan pengalaman mereka.
4.Ketenangan Adalah Mood Booster Terbaik
Puasa bagi ibu menyusui itu seni tentang manajemen diri. Kuncinya ada pada persiapan yang matang di waktu sahur, pemilihan nutrisi yang tepat, hidrasi yang cukup, dan yang paling penting adalah manajemen stres. Jangan sampai kita terlalu terobsesi dengan jumlah ASI sampai-sampai lupa menikmati momen Ramadan itu sendiri.
Nikmati setiap prosesnya. Kalau sahur sudah mantap, nutrisi sudah lengkap, insyaAllah puasa bakal terasa lebih ringan. Jangan lupa minta dukungan suami buat bantu urusan rumah atau jagain bayi supaya Moms bisa istirahat sejenak di siang hari untuk menghemat energi. Semangat terus para pejuang ASI, kalian luar biasa! Ramadan kali ini mungkin terasa berbeda, tapi percayalah, pengorbanan kalian dalam menjaga amanah kecil ini nilainya luar biasa di mata Tuhan.
Next News

Apa Itu Tinitus? Kenapa Telinga Berdenging Saat Sunyi?
in 7 hours

Misteri "Gunung Baju" di Kamar: Apa Kata Psikologi tentang Kebiasaan Menumpuk Pakaian di Kursi?
in 7 hours

Manfaat Chia Seed untuk Kesehatan dan Cara Mengonsumsinya
in 7 hours

Kenapa Ada Orang Tidur Ngorok Padahal Tidak Gemuk?
5 hours ago

Kenapa Tinggi Badan Berhenti Bertambah?
6 hours ago

Perlukah Memperhatikan Kadar pH dalam Air Minum?
6 hours ago

Bukan Sekadar Hiasan, Ini Rahasia Harum Daun Pandan
in 5 hours

Lebih Dahsyat Dari Kopi Begini Kekuatan Musik Bagi Otak
in 5 hours

Si Daun Emas yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi: Sebuah Cerita Tentang Tembakau
in 2 hours

Daun Sirih China, Bukan Sembarang Rumput Liar
in 2 hours





