Bupati Gus Irawan Ajak Warga Manfaatkan Lahan Tidur untuk Perkuat Ekonomi Keluarga
RAU - Sunday, 05 July 2026 | 03:02 PM


MEDAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang belum produktif sebagai sumber penguatan ekonomi keluarga. Ajakan tersebut disampaikan menjelang menghadiri Malam Pagelaran Seni dan Budaya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di Paviliun Pemkab Tapsel, Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (4/7/2026) malam.
Dalam wawancara khusus yang membahas strategi pemulihan ekonomi pascabencana, Gus Irawan menegaskan bahwa setiap lahan yang masih menganggur memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara optimal.
Pada kesempatan itu, ia didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan Ny. Murni Gus Irawan, Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Staf Ahli TP PKK Ny. Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah Sofyan Adil Siregar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tapanuli Selatan Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, serta Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Ferry Indra.
Gus Irawan menjelaskan, bencana yang melanda Tapanuli Selatan pada akhir 2025 memberikan dampak cukup besar terhadap sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi daerah mengalami perlambatan hingga mencapai 2,4 persen pada akhir triwulan IV tahun 2025.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berupaya membangkitkan perekonomian masyarakat.
"Saya ingin tidak ada lagi lahan tidur, tidak ada lagi pekarangan yang dibiarkan kosong. Semua harus produktif dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat," tegas Gus Irawan.
Integrasi Program Pertanian, Peternakan, dan Perikanan
Sebagai langkah percepatan pemulihan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengintegrasikan berbagai program di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan agar saling mendukung dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Salah satu program yang terus dikembangkan adalah Gerakan Seribu Kolam, yang bertujuan meningkatkan produksi ikan air tawar. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi defisit kebutuhan ikan di Tapanuli Selatan yang saat ini masih cukup tinggi.
Selain itu, pemerintah daerah juga menjalankan Program 10.000 Hektare Jagung yang dipadukan dengan pengembangan sektor peternakan. Melalui pola kemitraan dengan pelaku usaha, hasil panen petani diupayakan memiliki kepastian pasar sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Menurut Gus Irawan, konsep tersebut dibangun untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung, mulai dari produksi jagung hingga pemanfaatannya sebagai bahan baku pakan ternak.
KUR Bunga Nol Persen untuk Petani dan UMKM
Dalam mendukung pembiayaan usaha masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bekerja sama dengan Bank Sumut meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga nol persen.
Program tersebut diprioritaskan bagi pelaku usaha mikro, petani, dan peternak agar memiliki akses pembiayaan yang lebih mudah sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik pinjaman berbunga tinggi.
Pemerintah berharap kemudahan akses modal tersebut dapat mendorong masyarakat mengembangkan usaha secara berkelanjutan tanpa terbebani biaya bunga yang besar.
Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan Desa
Di tengah tantangan akibat banjir dan longsor yang merusak ribuan hektare lahan pertanian, Pemkab Tapsel terus melakukan berbagai langkah pemulihan. Selain mendukung normalisasi lahan bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah juga membuka kawasan produktif baru untuk pengembangan jagung, hortikultura, dan tanaman pangan lainnya.
Setiap desa nantinya didorong mengembangkan komoditas unggulan sesuai potensi wilayah masing-masing, seperti cabai, bawang, jagung, maupun sektor perikanan. Pemerintah juga menyiapkan dukungan pemasaran melalui kerja sama dengan berbagai mitra usaha dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Selain pemulihan ekonomi, Pemkab Tapanuli Selatan juga terus menjalankan program pengentasan kemiskinan, penurunan angka stunting, pemberantasan narkoba, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang terintegrasi.
Menutup wawancara, Gus Irawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Tapanuli Selatan dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki.
Usai kegiatan tersebut, Bupati bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menghadiri Malam Pagelaran Seni dan Budaya Tapanuli Selatan di Panggung Keong PRSU sebagai bagian dari promosi seni, budaya, pariwisata, serta berbagai potensi unggulan daerah kepada masyarakat Sumatera Utara.
Next News

Fakta Menarik tentang Rempah-rempah Nusantara yang Mendunia
an hour ago

Pemkab Tapanuli Selatan Sambut Monitoring TP PKK Sumut, Gus Irawan Tekankan Sinergi Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
an hour ago

Bupati Gus Irawan Ajak Masyarakat Kunjungi Paviliun Tapanuli Selatan di PRSU ke-50
an hour ago

Drama Musikal "Sinergi Kuat Tapsel Bangkit" Memukau Ribuan Pengunjung di PRSU ke-50
an hour ago

Paviliun Madina di PRSU Ke-50 Tampilkan Kopi Mandailing, Amak Lampisan, Labu Jipang, hingga Gordang Sambilan
7 hours ago

Pasangan Lansia Indonesia Tempuh Ekspedisi Darat ke Mekkah dan Eropa Selama 10 Bulan dengan Toyota Voxy
a day ago

Buka PRSU Ke-50, Wagub Surya: Ini Bukan Cuma Hiburan, Tapi Ruang Temu Investasi Daerah
2 days ago

Kemenperin percepat pemulihan IKM terdampak bencana Sumatera
a day ago

Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi di Medan, Menko AHY: Pendidikan Gratis Putus Rantai Kemiskinan
a day ago

Jumlah wisatawan mancanegara di Sumut naik selama tiga bulan
2 days ago





