Minggu, 5 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi di Medan, Menko AHY: Pendidikan Gratis Putus Rantai Kemiskinan

Laila - Saturday, 04 July 2026 | 11:26 AM

Background
Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi di Medan, Menko AHY: Pendidikan Gratis Putus Rantai Kemiskinan

Medan – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan peninjauan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II di Kota Medan, Jumat (3/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus mendukung program prioritas pemerintah di sektor pendidikan.

Dalam keterangannya, AHY mengatakan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus memutus rantai kemiskinan yang terjadi secara turun-temurun.

"Melalui program ini, pemerintah memberikan pendidikan yang sepenuhnya gratis, mulai dari proses penerimaan hingga peserta didik menyelesaikan pendidikan. Setelah lulus, mereka memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke pendidikan vokasi, perguruan tinggi, ataupun langsung memasuki dunia kerja," ujar AHY.

Sekolah Rakyat Terintegrasi II dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kota Medan dengan luas sekitar enam hektare. Kawasan pendidikan tersebut dirancang menjadi sekolah terpadu yang mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kompleks.



Sekolah ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.080 peserta didik, terdiri dari 540 siswa tingkat SD, serta masing-masing 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.

AHY menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi berbagai kementerian. Kementerian Sosial bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program, sementara pembangunan fisik didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Adapun Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan berperan mengoordinasikan pembangunan infrastruktur agar program berjalan sesuai target.

Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

"Negara memiliki tanggung jawab untuk memberikan akses pendidikan yang layak bagi seluruh masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan secara ekonomi maupun sosial," katanya.

Pada kesempatan itu, AHY juga mengapresiasi Pemerintah Kota Medan beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi sejak tahap perencanaan hingga proses pembangunan fisik sekolah.



Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari penyusunan perencanaan, penyiapan lahan, hingga pelaksanaan konstruksi.

Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II dapat selesai sesuai jadwal sehingga segera dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan mencetak generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.