Bumi Terlalu Sesak: Studi Ungkap Populasi Ideal Manusia Hanya 2,5 Miliar Jiwa
Tata - Thursday, 07 May 2026 | 09:52 AM


Krisis Overpopulasi dan Limitasi Sumber Daya
Tim peneliti dari Flinders University, Australia, merilis temuan yang mengkhawatirkan: populasi manusia saat ini telah jauh melampaui kapasitas planet Bumi untuk menopang kehidupan secara berkelanjutan. Jika pola konsumsi sumber daya alam terus berlanjut tanpa perubahan signifikan, ancaman terhadap stabilitas sosial dan lingkungan akan semakin nyata di masa depan.
Berdasarkan analisis data dari tahun 1000 M hingga saat ini, keseimbangan antara kebutuhan manusia dan regenerasi alam mulai goyah pasca-Perang Dunia II. Sejak tahun 1950-an, lonjakan penduduk (boomer) mulai memutus siklus di mana kemajuan teknologi biasanya dapat mengimbangi permintaan pangan dan energi.
Fase Negatif Demografis dan Bahan Bakar Fosil
Sejak tahun 1962, dunia memasuki fase "negatif demografis", yakni kondisi di mana pertumbuhan jumlah penduduk tidak lagi berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi yang sehat. Meski laju pertumbuhan melambat, populasi dunia diprediksi akan mencapai puncaknya pada akhir 2060-an atau 2070-an dengan angka 11,7 hingga 12,4 miliar jiwa.
Faktor utama yang menyamarkan kerusakan alam ini adalah penggunaan bahan bakar fosil (batu bara, minyak, dan gas). Sumber daya ini telah memicu produksi pangan dan industri secara masif, namun sifatnya terbatas. Para ilmuwan memperingatkan bahwa ketergantungan pada energi fosil hanyalah solusi jangka pendek yang menutupi tanda-tanda kerusakan ekologis.
Mencari Titik Keseimbangan Baru
Agar manusia dapat hidup stabil dalam jangka panjang tanpa merusak batas-batas ekologi, peneliti menghitung bahwa Bumi sebenarnya hanya mampu menampung sekitar 2,5 miliar orang.
Meskipun angka ini memicu perdebatan di kalangan ilmuwan lain—yang percaya teknologi dapat meningkatkan daya tampung Bumi—penulis studi menekankan bahwa fokus utama bukanlah pengendalian populasi secara ekstrem. Sebaliknya, yang mendesak adalah transformasi radikal dalam cara manusia mengelola lahan, air, material, dan energi demi menjaga keberlangsungan ekosistem global bagi generasi mendatang.
Next News

Manfaat Minyak Bunga Matahari yang Bikin Kamu Makin Sehat
in 7 hours

Kenapa Saat Makan Terlalu Cepat Bisa Tiba-Tiba Cegukan? Ini Penjelasannya
in 6 hours

Penderita Asam Urat Bolehkah Makan Telur Asin? Ini Penjelasannya
in 6 hours

Asal Bau pada Baju Itu dari Mana? Fakta tentang Ketiak dan Lipatan Tubuh
in 6 hours

Kenapa Seseorang Bisa Terkena Bell's Palsy? Ini Penjelasan Lengkap tentang Penyakitnya
in 6 hours

Kenapa baju hitam bisa membuat badan menjadi kurus Apakah itu mitos ada fakta?
in 5 hours

Kelelawar atau Keluang? Pahami Perbedaannya Agar Tak Keliru
7 hours ago

Kenapa Sih Udang yang Enak Itu Bisa Bikin Kulit Kita Ngamuk?
7 hours ago

Bercak Merah di Muka Habis Skincare-an? Ini Tandanya Kulit Stres
7 hours ago

Paprika Merah, Hijau, dan Kuning Apa Perbedaannya?
7 hours ago





