Buah Pala: Rempah Kecil dari Nusantara dengan Segudang Manfaat Kesehatan
RAU - Wednesday, 04 March 2026 | 05:05 AM


Di dapur Indonesia, pala hampir selalu ada.
Diparut sedikit untuk sup, ditambahkan ke semur, atau dicampur dalam minuman hangat.
Aromanya khas—hangat, manis, dan menenangkan. Namun di balik ukurannya yang kecil, pala menyimpan cerita panjang sebagai rempah bernilai tinggi, bahkan pernah diperebutkan bangsa-bangsa Eropa.
Secara ilmiah, pala berasal dari pohon Myristica fragrans, tanaman asli Kepulauan Maluku.
Biji inilah yang kita kenal sebagai pala, sementara selaput merahnya disebut fuli (mace).
Lalu, apa saja manfaatnya?
1️⃣ Membantu Pencernaan
Dalam pengobatan tradisional, pala sering digunakan untuk mengatasi kembung dan gangguan lambung ringan. Kandungan minyak atsiri dalam pala bersifat karminatif, yaitu membantu mengurangi gas dalam saluran cerna.
Beberapa studi farmakologi menunjukkan ekstrak pala memiliki aktivitas antimikroba ringan dan dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science, senyawa aktif dalam pala memiliki potensi membantu meredakan gangguan gastrointestinal ringan.
2️⃣ Berpotensi Membantu Relaksasi dan Tidur.
Pala mengandung senyawa seperti myristicin dan elemicin yang bekerja pada sistem saraf pusat. Dalam penelitian hewan, ekstrak pala menunjukkan efek sedatif ringan.
Ahli farmakologi herbal menjelaskan bahwa myristicin dapat memengaruhi neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, yang berperan dalam mengatur suasana hati dan tidur.
Namun perlu ditekankan, penelitian pada manusia masih terbatas. Efeknya cenderung ringan dan tidak bisa menggantikan terapi medis untuk insomnia kronis.
3️⃣ Sumber Antioksidan
Pala mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang bersifat antioksidan. Antioksidan membantu melawan radikal bebas dalam tubuh yang dapat merusak sel.
Menurut kajian dalam Food Chemistry, ekstrak pala menunjukkan aktivitas antioksidan yang cukup signifikan dalam uji laboratorium.
Antioksidan berperan dalam menjaga kesehatan jantung, memperlambat proses penuaan sel, dan mendukung sistem imun.
4️⃣ Potensi Anti-Inflamasi
Beberapa penelitian eksperimental menemukan bahwa senyawa dalam pala memiliki aktivitas anti-inflamasi (anti peradangan). Hal ini membuka potensi pemanfaatan pala dalam mendukung kesehatan sendi atau kondisi peradangan ringan.
Dan ini juga masih dalam tahap penelitian awal, belum menjadi terapi klinis standar.
Meski alami, pala bukan tanpa risiko.
Dalam jumlah kecil sebagai bumbu, pala aman dipakai.
Dalam jumlah besar (sekitar 1–2 sendok makan bubuk pala atau lebih), hati hati karena dapat menyebabkan mual dan muntah, jantung berdebar,halusinasi,gangguan saraf,bahkan keracunan.
Efek ini disebabkan oleh myristicin dalam dosis tinggi yang bersifat psikoaktif.
Para ahli toksikologi menyarankan penggunaan pala dalam batas kuliner saja, bukan sebagai konsumsi rutin dosis tinggi.
Walaupun menyimpan potensi besar, Pala bukan obat ajaib.Dalam penggunaan wajar sebagai bagian dari pola makan sehat, ia bisa menjadi pendukung alami kesehatan.
Seperti banyak bahan alami lainnya, kuncinya tetap sama: secukupnya, dan bukan berlebihan.
Next News

Melarikan Diri Sejenak ke Alam: Cara Sederhana Menjaga Kewarasan di Tengah Hustle Culture
in 5 hours

Lingkungan Bersih, Pikiran Tenang: Mengapa Kebiasaan Bersih-Bersih Bisa Jadi Bentuk Self-Love
in 5 hours

Mengapa Belajar Hal Baru Penting untuk Hidup, Bukan Sekadar Menambah Isi CV
in 5 hours

Istirahat Bukan Tanda Malas: Mengapa Tubuh dan Pikiran Membutuhkannya
in 5 hours

Bukan Sekadar Mengisi Waktu, Ini Alasan Mengapa Hobi Penting untuk Kesehatan Mental
in 5 hours

Sarapan Penting atau Sekadar Kebiasaan? Ini Alasan Kenapa Tubuh Membutuhkannya
in 5 hours

Kenapa Ada Orang yang Selalu Menyetel HP ke Mode Silent? Ini 3 Penjelasan dari Sisi Psikologi
in 5 hours

Dilema di Depan Rak Telur: Pilih Si Kampung yang Klasik atau Omega yang Mewah?
10 hours ago

Siang Bolong, Es Cincau, dan Dilema Klasik: Apa Sih Bedanya Cincau Hijau dan Hitam?
10 hours ago

Bedanya Arabika dan Robusta: Pilih Mana yang Pas Buat Teman Ngopi Kamu?
10 hours ago





