Buah Kering Terlihat Sehat, tetapi Kandungan Gulanya Bisa Lebih Terkonsentrasi
Laila - Wednesday, 07 October 2026 | 09:31 AM


Buah kering seperti kismis, kurma, aprikot kering, dan cranberry kering sering dipilih sebagai camilan karena praktis dan mudah disimpan. Bentuknya yang kecil juga membuat makanan ini terlihat seperti pilihan yang sehat untuk dikonsumsi sehari-hari.
Buah kering memang tetap memiliki sejumlah kandungan gizi yang berasal dari buah aslinya. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu kandungan gula dan kalorinya dapat menjadi lebih terkonsentrasi setelah sebagian besar air di dalam buah dihilangkan.
Air Berkurang, Nutrisi Menjadi Lebih Padat
Proses pengeringan pada dasarnya mengurangi sebagian besar kandungan air dari buah. Ukuran dan berat buah pun menjadi jauh lebih kecil dibandingkan kondisi segarnya.
Meski demikian, berbagai komponen seperti gula alami, serat, serta sejumlah vitamin dan mineral tidak serta-merta hilang seluruhnya. Akibatnya, kandungan tersebut menjadi lebih padat dalam ukuran buah yang lebih kecil.
Sebagai contoh, seseorang mungkin dapat menghabiskan satu genggam kismis dalam waktu singkat. Padahal, jumlah buah anggur yang dibutuhkan untuk menghasilkan kismis tersebut bisa jauh lebih banyak karena sebagian besar airnya telah hilang.
Lebih Mudah Dimakan dalam Jumlah Banyak
Ukuran buah kering yang kecil menjadi salah satu alasan seseorang dapat mengonsumsinya tanpa menyadari jumlah yang sudah dimakan.
Ketika makan buah segar, kandungan air dan volumenya yang lebih besar biasanya membuat seseorang lebih cepat merasa kenyang. Sementara itu, buah kering memiliki volume lebih kecil sehingga beberapa potong dapat mengandung energi yang cukup banyak.
Karena itu, porsi menjadi hal penting ketika mengonsumsi buah kering sebagai camilan.
Tidak Semua Buah Kering Memiliki Kandungan yang Sama
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jenis buah kering yang dipilih. Ada produk yang hanya menggunakan proses pengeringan, tetapi ada pula yang mendapatkan tambahan gula selama proses pengolahan.
Buah kering dengan tambahan gula dapat memiliki kandungan gula yang lebih tinggi dibandingkan buah kering tanpa tambahan pemanis.
Karena itu, konsumen sebaiknya membaca informasi pada kemasan, terutama bagian komposisi dan tabel nilai gizi. Pilih produk dengan tambahan gula yang lebih sedikit jika ingin mengontrol asupan gula.
Tetap Bisa Menjadi Bagian dari Pola Makan
Buah kering bukan berarti harus dihindari. Makanan ini tetap dapat menjadi pilihan praktis, terutama ketika membutuhkan camilan yang mudah dibawa dan disimpan.
Namun, konsumsinya sebaiknya tetap memperhatikan porsi. Buah kering juga dapat dikombinasikan dengan makanan lain yang lebih mengenyangkan, seperti kacang-kacangan tanpa tambahan gula atau makanan sumber protein.
Dengan memperhatikan jenis dan jumlahnya, buah kering dapat tetap menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.
Jadi, meskipun buah kering berasal dari buah yang memiliki kandungan gizi, proses pengeringan membuat airnya berkurang sehingga gula dan kalori menjadi lebih terkonsentrasi berdasarkan berat atau ukuran. Karena itu, porsi tetap menjadi kunci agar camilan tersebut tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Next News

Sudah Mendapatkan Hal yang Diinginkan, Kok Malah Terasa Biasa? Ini Fenomenanya
in 6 hours

Kebiasaan Mengganti Makan Utama dengan Buah Bisa Berdampak pada Asupan Nutrisi
in 6 hours

Durian Dikonsumsi Berlebihan, Begini Dampaknya bagi Tubuh
in 6 hours

60 Menit dalam Satu Jam Bukan Angka Sembarangan, Ada Sejarah Panjang di Baliknya
in 6 hours

Kenapa Satu Hari Dibagi Menjadi 24 Jam? Ini Sejarah di Baliknya
in 6 hours

Asap Kebakaran Hutan Bisa Menyebar Jauh, Ini yang Membuatnya Terbawa Angin
10 hours ago

Mengapa Lintah Banyak Muncul Setelah Hujan di Lingkungan Tertentu?
10 hours ago

Lidah Bisa Terluka karena Tergigit, Begini Proses Pemulihannya
10 hours ago

Biji Ceri Tidak Dimakan, Ini Alasan yang Perlu Diketahui
10 hours ago

Kiwi Terlihat Kecil, tetapi Memiliki Beragam Kandungan yang Menarik
11 hours ago





