Rabu, 7 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

60 Menit dalam Satu Jam Bukan Angka Sembarangan, Ada Sejarah Panjang di Baliknya

Laila - Wednesday, 07 October 2026 | 09:27 AM

Background
60 Menit dalam Satu Jam Bukan Angka Sembarangan, Ada Sejarah Panjang di Baliknya

Dalam kehidupan sehari-hari, satu jam selalu dikenal terdiri dari 60 menit. Pembagian tersebut terasa begitu biasa sehingga jarang dipertanyakan. Namun, angka 60 ternyata bukan angka yang dipilih secara sembarangan.

Pembagian satu jam menjadi 60 menit memiliki hubungan dengan sejarah peradaban kuno, terutama sistem bilangan yang digunakan oleh bangsa Babilonia. Sistem tersebut kemudian memberikan pengaruh terhadap cara manusia mengukur waktu hingga bertahan dalam kehidupan modern.

Berasal dari Sistem Bilangan Kuno

Salah satu alasan penting di balik penggunaan angka 60 adalah sistem bilangan seksagesimal yang digunakan oleh bangsa Babilonia.

Berbeda dengan sistem desimal yang sekarang umum digunakan dan berbasis angka 10, sistem seksagesimal menggunakan angka 60 sebagai dasar perhitungan.

Sistem ini sangat berguna karena angka 60 memiliki banyak faktor pembagi. Angka tersebut dapat dibagi dengan 2, 3, 4, 5, 6, 10, 12, 15, 20, dan 30 tanpa menghasilkan pecahan yang rumit.



Kemudahan tersebut membuat angka 60 sangat praktis ketika digunakan untuk membagi suatu ukuran menjadi beberapa bagian.

Pengaruhnya Sampai ke Pengukuran Waktu

Sistem bilangan seksagesimal kemudian memiliki pengaruh besar terhadap pengukuran waktu dan sudut.

Dalam perkembangannya, satu jam dibagi menjadi 60 bagian yang kemudian dikenal sebagai menit. Setiap menit selanjutnya dibagi lagi menjadi 60 bagian yang disebut detik.

Konsep tersebut akhirnya menjadi bagian dari sistem pengukuran waktu yang digunakan secara luas hingga sekarang.

Tidak hanya waktu, pengaruh angka 60 juga masih terlihat dalam pengukuran sudut. Satu lingkaran dibagi menjadi 360 derajat, yang juga memiliki hubungan erat dengan tradisi matematika berbasis 60.



Mengapa Tidak Menggunakan 100 Menit?

Jika menggunakan sistem desimal, sebenarnya satu jam dapat saja dibagi menjadi 100 bagian. Namun, sistem tersebut akan menjadi berbeda dengan tradisi pengukuran waktu yang telah berkembang selama ribuan tahun.

Angka 60 memiliki keunggulan karena dapat dibagi menjadi banyak bagian secara tepat. Misalnya, setengah dari 60 adalah 30, sepertiganya 20, seperempatnya 15, dan seperenamnya 10.

Kemudahan tersebut sangat berguna pada masa ketika perhitungan dilakukan tanpa kalkulator atau perangkat digital.

Sistem yang Bertahan Selama Ribuan Tahun

Perkembangan teknologi tidak membuat sistem 60 menit dalam satu jam menghilang. Sebaliknya, sistem tersebut justru menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Jam analog, jam digital, jadwal perjalanan, pertandingan olahraga, hingga berbagai aktivitas sehari-hari masih menggunakan pembagian tersebut.



Meskipun manusia kini memiliki alat pengukur waktu yang sangat akurat, warisan sistem bilangan kuno tetap bertahan.

Bukan Sekadar Angka di Jam

Jadi, keberadaan 60 menit dalam satu jam bukanlah hasil keputusan modern yang dibuat secara acak. Sistem tersebut merupakan bagian dari sejarah panjang perkembangan matematika dan pengukuran waktu.

Pengaruh bangsa Babilonia melalui sistem bilangan seksagesimal membantu membentuk cara manusia membagi waktu. Hingga sekarang, ketika seseorang melihat jarum jam bergerak dari satu angka ke angka berikutnya, di baliknya terdapat warisan peradaban kuno yang masih digunakan setiap hari.

Angka 60 akhirnya bukan hanya sekadar angka pada jam, tetapi juga menjadi salah satu contoh bagaimana pengetahuan dari masa lalu dapat bertahan dan terus digunakan dalam kehidupan modern.

Tags