BPH Migas Blokir 307 Ribu QR Code BBM Subsidi, Ribuan SPBU Kena Sanksi Pembinaan
RAU - Monday, 20 July 2026 | 02:36 PM


RAUFM.COM – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memblokir sebanyak 307.107 QR Code yang digunakan dalam pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan pemblokiran dilakukan berdasarkan hasil analisis transaksi digital serta pengawasan langsung di lapangan. Menurutnya, pihaknya terus membersihkan data untuk mengantisipasi penggunaan QR Code ilegal maupun identitas digital yang diduplikasi oleh oknum tertentu.
"BPH Migas terus melakukan optimalisasi agar distribusi BBM subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Pemblokiran QR Code masih terus berlangsung seiring ditemukannya identitas digital yang dibuat secara ilegal," ujar Wahyudi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta.
Selain memblokir QR Code, BPH Migas juga memberikan sanksi pembinaan kepada 2.694 SPBU yang terbukti melanggar ketentuan, baik karena tidak mematuhi regulasi maupun melayani pengisian BBM kepada pihak yang tidak berhak menerima subsidi.
Dari hasil pengawasan, BPH Migas menemukan indikasi adanya kerja sama antara oknum operator SPBU dengan pihak tertentu untuk meloloskan transaksi menggunakan dokumen maupun identitas palsu.
Lebih lanjut, BPH Migas mencatat telah melakukan koreksi terhadap penyaluran BBM subsidi dan kompensasi negara sebanyak 24.711,17 kiloliter (KL) yang terjadi di 449 SPBU. Dari langkah tersebut, potensi penyelamatan anggaran negara diperkirakan mencapai hampir Rp470 miliar.
Dalam pengawasan di lapangan, petugas juga menemukan sejumlah kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan, seperti menggunakan STNK yang telah habis masa berlakunya hingga kendaraan yang tangkinya dimodifikasi agar mampu menampung BBM lebih banyak dari kapasitas normal. Temuan seperti ini disebut cukup banyak ditemukan di jalur Lintas Sumatera.
Salah satu modus yang paling sering ditemukan adalah praktik "helikopter", yakni satu kendaraan melakukan pengisian BBM subsidi berulang kali dengan menggunakan beberapa QR Code dan identitas kendaraan yang berbeda.
BPH Migas bahkan menemukan satu pelaku yang memiliki 16 QR Code dengan 16 nomor polisi berbeda untuk mengisi satu tangki penampungan berkapasitas sekitar 1.000 liter.
Sebagai langkah lanjutan, BPH Migas tengah menyiapkan pengembangan sistem teknologi informasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terintegrasi secara nasional. Sistem tersebut dirancang untuk mendeteksi transaksi yang tidak wajar secara real-time sehingga penyalahgunaan BBM subsidi dapat dicegah lebih cepat.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengawasan sekaligus memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan subsidi BBM secara tidak sah.
Next News

BI Sumut kaji potensi wisata Danau d d Toba jadi ekonomi khusus
8 hours ago

Disdik Tapsel turun tangan tindaklanjuti dugaan guru dan kasek jarang masuk di SD Tapus Nabolak
8 hours ago

Pusdalops Sumut catat satu hektare terdampak karhutla di Simalungun
8 hours ago

Cuaca Sumatra Utara 8 Agustus 2026: Hujan Berpotensi Turun hingga Malam
2 hours ago

Indonesia dan Korea Selatan Bangun Pusat Pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan untuk Perkuat Mitigasi Kebakaran Hutan
a day ago

Pemerintah Matangkan Pembaruan Buku Ajar Nasional, Prabowo Soroti Kualitas Materi dan Fisik Buku Pelajaran
a day ago

BGN Proses Pemberhentian Tidak Hormat 66 Kepala Dapur MBG, Diduga Langgar Disiplin hingga Hukum
a day ago

Bobby Nasution Siapkan RSUD dr M Thomsen Nias Gunungsitoli Jadi Rumah Sakit Regional Kepulauan Nias
a day ago

MUI Tegaskan Hukum Haram Buang Sampah ke Sungai, Serukan Aturan Tegas Lindungi Lingkungan
a day ago

BGN percepat pembangunan SPPG 3T targetkan rampung dalam satu minggu
a day ago





