Benarkah Makan Terlalu Cepat Bisa Berdampak Buruk? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Liaa - Monday, 29 June 2026 | 09:36 AM


Kesibukan sehari-hari membuat banyak orang terbiasa menyelesaikan waktu makan dalam hitungan menit. Ada yang makan sambil bekerja, menonton, bahkan terburu-buru karena dikejar aktivitas berikutnya. Padahal, kebiasaan makan terlalu cepat sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga peningkatan risiko obesitas.
Lantas, benarkah makan terlalu cepat dapat berdampak buruk bagi tubuh? Jawabannya adalah ya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kecepatan makan dapat memengaruhi cara tubuh mencerna makanan, mengatur rasa kenyang, hingga berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.
Mengapa Kecepatan Makan Penting?
Saat makan, tubuh membutuhkan waktu untuk mengirimkan sinyal kenyang dari lambung ke otak. Proses ini umumnya memerlukan waktu sekitar 15–20 menit setelah mulai makan.
Jika seseorang makan terlalu cepat, makanan dapat habis sebelum otak menerima sinyal bahwa tubuh sudah cukup makan. Akibatnya, seseorang cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan.
Selain itu, makan secara perlahan memberi kesempatan bagi tubuh untuk mengunyah makanan dengan baik sehingga proses pencernaan menjadi lebih optimal.
Dampak Makan Terlalu Cepat
Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi akibat kebiasaan makan terlalu cepat.
1. Lebih Mudah Makan Berlebihan
Karena sinyal kenyang belum sempat diterima otak, seseorang yang makan terlalu cepat cenderung terus makan hingga porsi yang dikonsumsi menjadi lebih banyak.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan asupan kalori harian.
2. Meningkatkan Risiko Berat Badan Berlebih
Konsumsi kalori yang berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan penambahan berat badan dan meningkatkan risiko obesitas.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa orang yang memiliki kebiasaan makan cepat cenderung memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang makan lebih perlahan.
3. Memicu Gangguan Pencernaan
Mengunyah makanan terlalu sedikit membuat lambung bekerja lebih keras untuk mencerna makanan.
Akibatnya, sebagian orang dapat mengalami keluhan seperti:
- perut terasa penuh,
- kembung,
- begah,
- atau tidak nyaman setelah makan.
4. Meningkatkan Risiko Tersedak
Saat makan terburu-buru, seseorang cenderung menelan makanan yang ukurannya masih cukup besar. Hal ini dapat meningkatkan risiko tersedak, terutama pada anak-anak dan lansia.
5. Berpotensi Memengaruhi Kesehatan Metabolik
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan makan terlalu cepat berkaitan dengan meningkatnya risiko sindrom metabolik, yaitu kumpulan kondisi yang meliputi tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, lemak darah yang tidak normal, dan obesitas di area perut.
Meski demikian, kondisi ini juga dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, faktor genetik, dan gaya hidup.
Mengapa Mengunyah Makanan Itu Penting?
Proses mengunyah bukan sekadar menghancurkan makanan menjadi bagian yang lebih kecil.
Saat mengunyah, makanan bercampur dengan air liur yang mengandung enzim pencernaan. Proses ini membantu mempermudah kerja lambung dan usus dalam mencerna makanan serta meningkatkan penyerapan nutrisi.
Mengunyah lebih lama juga membantu seseorang menikmati rasa makanan sehingga lebih mudah mengenali kapan tubuh mulai merasa kenyang.
Berapa Lama Sebaiknya Waktu Makan?
Tidak ada aturan baku mengenai durasi makan yang ideal. Namun, banyak ahli menyarankan agar waktu makan utama berlangsung sekitar 20–30 menit.
Yang terpenting bukanlah lamanya, melainkan memberi waktu bagi tubuh untuk mengenali rasa kenyang dan mengunyah makanan dengan baik.
Tips Agar Tidak Makan Terlalu Cepat
Jika Anda terbiasa makan terburu-buru, beberapa cara berikut dapat membantu:
- Kunyah makanan secara perlahan hingga halus sebelum ditelan.
- Letakkan sendok atau garpu sejenak di antara setiap suapan.
- Hindari makan sambil bekerja atau bermain ponsel agar lebih fokus.
- Ambil porsi secukupnya dan tambahkan jika masih lapar.
- Nikmati rasa, aroma, dan tekstur makanan.
- Luangkan waktu khusus untuk makan tanpa tergesa-gesa.
Apakah Semua Orang Harus Makan Perlahan?
Makan lebih perlahan umumnya dianjurkan bagi sebagian besar orang. Namun, kecepatan makan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan.
Pola makan bergizi seimbang, ukuran porsi yang sesuai, aktivitas fisik yang cukup, tidur berkualitas, serta pengelolaan stres tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Kesimpulan
Makan terlalu cepat memang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko makan berlebihan, gangguan pencernaan, kenaikan berat badan, hingga berhubungan dengan gangguan metabolik jika dilakukan secara terus-menerus.
Sebaliknya, makan dengan perlahan memberi kesempatan bagi tubuh untuk mengenali rasa kenyang, membantu proses pencernaan, dan membuat pengalaman makan menjadi lebih nyaman. Oleh karena itu, meluangkan waktu untuk menikmati setiap suapan merupakan kebiasaan sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Next News

Teh Hijau atau Teh Hitam, Mana yang Lebih Baik? Ini Perbedaan dan Manfaatnya
in 6 hours

Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Perut Kosong agar Lambung Tetap Sehat
in 5 hours

Mengapa Kulit Mudah Kering Saat Berada di Ruangan Ber-AC? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
in 5 hours

Mengapa Tidur Cukup Berpengaruh pada Kecantikan Kulit?
in 5 hours

Mengapa Kulit Tetap Membutuhkan Pelembap? Ini Manfaat dan Cara Memilihnya
in 5 hours

Mengapa Menulis To-Do List Bisa Membantu Produktivitas? Ini Manfaat dan Cara Membuatnya
in 5 hours

Makanan yang Cocok Dikonsumsi Sebelum Berolahraga
in 5 hours

Cara Memilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit
in 5 hours

Apakah Minum Susu Sebelum Tidur Baik untuk Tubuh? Ini Manfaat dan Risikonya
in 5 hours

Benarkah Mencuci Wajah Terlalu Sering Tidak Baik? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Kulit
in 5 hours





