Benarkah Makan Terlalu Cepat Berbahaya?
Laila - Tuesday, 14 July 2026 | 09:42 AM


Mengapa Kecepatan Makan Penting?
Saat makan, tubuh tidak hanya menerima makanan, tetapi juga menjalankan serangkaian proses yang melibatkan otak, lambung, usus, dan berbagai hormon pengatur rasa lapar serta kenyang. Proses ini membutuhkan waktu agar tubuh dapat mengirimkan sinyal bahwa kebutuhan energi telah terpenuhi.
Jika makanan dikonsumsi terlalu cepat, otak belum sempat menerima sinyal kenyang secara optimal. Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan.
Apa Dampak Makan Terlalu Cepat?
1. Lebih Mudah Makan Berlebihan
Otak umumnya memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang setelah seseorang mulai makan. Jika makanan dihabiskan dalam waktu yang jauh lebih singkat, kemungkinan untuk menambah porsi menjadi lebih besar karena rasa kenyang belum sepenuhnya muncul.
Kebiasaan ini, jika berlangsung terus-menerus, dapat meningkatkan asupan kalori harian.
2. Pencernaan Bekerja Lebih Berat
Mengunyah merupakan tahap awal proses pencernaan. Saat makanan dikunyah dengan baik, ukurannya menjadi lebih kecil dan bercampur dengan air liur yang mengandung enzim pencernaan.
Sebaliknya, makanan yang ditelan terlalu cepat dan kurang dikunyah membuat lambung harus bekerja lebih keras untuk memecahnya.
3. Meningkatkan Risiko Gangguan Pencernaan
Sebagian orang yang makan terlalu cepat lebih sering mengeluhkan rasa begah, kembung, atau tidak nyaman setelah makan. Hal ini dapat terjadi karena makanan masuk ke lambung dalam jumlah besar dalam waktu singkat, sekaligus menyebabkan lebih banyak udara ikut tertelan.
4. Berpotensi Menyebabkan Tersedak
Mengunyah makanan dengan terburu-buru meningkatkan risiko makanan tidak hancur sempurna sebelum ditelan. Kondisi ini dapat memperbesar kemungkinan tersedak, terutama saat berbicara atau tertawa ketika makan.
5. Sulit Menikmati Makanan
Makan terlalu cepat membuat seseorang kurang memperhatikan rasa, aroma, dan tekstur makanan. Padahal, menikmati makanan secara perlahan dapat membantu meningkatkan kepuasan saat makan sekaligus mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.
Apakah Berhubungan dengan Berat Badan?
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang terbiasa makan dengan cepat cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan mereka yang makan lebih perlahan.
Meski demikian, berat badan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kondisi kesehatan. Kecepatan makan hanyalah salah satu faktor yang dapat berperan.
Cara Membiasakan Makan Lebih Perlahan
Mengubah kebiasaan memang membutuhkan waktu. Beberapa langkah sederhana berikut dapat dicoba:
- Kunyah makanan lebih banyak sebelum ditelan.
- Letakkan sendok atau garpu sejenak di sela-sela suapan.
- Hindari makan sambil bekerja atau bermain gawai agar lebih fokus pada makanan.
- Nikmati aroma, rasa, dan tekstur makanan.
- Makan dalam suasana yang tenang tanpa terburu-buru.
- Gunakan porsi makan yang sesuai dengan kebutuhan.
Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?
Jika setelah makan sering muncul keluhan seperti nyeri perut hebat, sulit menelan, muntah berulang, atau rasa tidak nyaman yang berlangsung lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Keluhan tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kesimpulan
Makan terlalu cepat memang tidak selalu langsung menimbulkan masalah kesehatan. Namun, kebiasaan ini dapat membuat tubuh lebih sulit mengenali rasa kenyang, meningkatkan risiko makan berlebihan, mengganggu proses pencernaan, hingga memperbesar kemungkinan tersedak.
Next News

Sulit Percaya Orang Lain? Pengalaman Masa Lalu Mungkin Punya Peran
5 hours ago

Wajah Cepat Berminyak Bukan Selalu Karena Cuaca, Ini Kemungkinan Penyebabnya
5 hours ago

Sering Bangun dengan Wajah Kusam? Coba Periksa 7 Kebiasaan Sebelum Tidur Ini
5 hours ago

Usia Masih Muda, Kok Badan Cepat Capek? Ini Penyebab yang Sering Terlewat
5 hours ago

Merasa Baik-Baik Saja? 7 Tanda Tubuh Sebenarnya Sedang Minta Tolong
5 hours ago

Bukan Soal Menjadi Orang Lain, Ini Cara Berubah Tanpa Kehilangan Diri Sendiri
5 hours ago

Keluar dari Zona Nyaman Tanpa Harus Memaksakan Diri
6 hours ago

Belajar dari Finlandia: 3 Kebiasaan yang Perlu Ditinggalkan Kalau Mau Hidup Lebih Tenang
in 3 hours

10 Negara yang Diprediksi Jadi Destinasi Favorit Traveler di 2026, dari Jepang hingga Bhutan
in 3 hours

Olahraga Biar Sehat Malah Bikin Cepat Tua? Kenali 4 Kesalahan yang Sering Terjadi
in 3 hours





