Kamis, 26 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Madu Tidak Pernah Kedaluwarsa?

Liaa - Thursday, 26 February 2026 | 08:44 AM

Background
Benarkah Madu Tidak Pernah Kedaluwarsa?

Madu memang dikenal sangat tahan lama. Secara ilmiah, ada beberapa alasan kuat mengapa madu sulit rusak.

Madu mengandung sekitar 80% gula dan hanya sekitar 17–18% air. Kadar air yang sangat rendah ini membuat bakteri kesulitan bertahan hidup.


Apa saja kandungan Madu?

1️⃣ Kadar Air Rendah (Low Water Activity)



Bakteri membutuhkan air bebas untuk tumbuh. Dalam madu, kadar air sangat minim sehingga mikroorganisme mengalami dehidrasi melalui proses osmosis.

Konsep ini disebut water activity (aw). Semakin rendah aw, semakin kecil kemungkinan mikroba berkembang.


2️⃣ pH Asam

Madu memiliki pH sekitar 3,2–4,5. Lingkungan asam ini tidak bersahabat bagi sebagian besar bakteri pembusuk.



Menurut kajian ilmiah yang tersedia di National Center for Biotechnology Information, sifat asam madu berperan dalam aktivitas antimikrobanya.


3️⃣ Enzim dan Hidrogen Peroksida

Lebah menambahkan enzim bernama glukosa oksidase ke dalam nektar. Enzim ini menghasilkan hidrogen peroksida dalam jumlah kecil ketika madu bersentuhan dengan cairan.

Hidrogen peroksida dikenal sebagai zat antibakteri alami.




Kenapa Madu Bisa Bertahan Ribuan Tahun?

Dalam kondisi tertutup rapat dan tidak terkontaminasi air, madu bisa bertahan sangat lama. Madu yang ditemukan dalam makam kuno Mesir dilaporkan masih dalam kondisi baik.

Namun, madu bisa rusak jika:

•Tercampur air



•Disimpan dalam wadah terbuka

•Terpapar kelembapan tinggi


Jika ditemukan ada Kristalisasi pada madu, itu bukan tanda rusak. Itu adalah proses alami akibat kadar glukosa yang tinggi.

Madu tetap aman dikonsumsi selama tidak berbau asam atau berbuih akibat fermentasi.