Minggu, 7 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Cabut Gigi Bisa Bikin Buta? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui

Laila - Sunday, 07 June 2026 | 01:00 PM

Background
Benarkah Cabut Gigi Bisa Bikin Buta? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui

Benarkah Cabut Gigi Bisa Bikin Buta? Ini Faktanya

Mitos bahwa mencabut gigi dapat menyebabkan kebutaan sudah lama beredar di masyarakat. Bahkan, sebagian orang masih merasa takut menjalani prosedur pencabutan gigi karena khawatir akan memengaruhi penglihatan mereka.

Mitos ini umumnya dikaitkan dengan gigi rahang atas yang dianggap memiliki hubungan langsung dengan mata. Namun, apakah anggapan tersebut benar menurut dunia medis?

Cabut Gigi Tidak Menyebabkan Kebutaan

Secara medis, pencabutan gigi tidak menyebabkan seseorang menjadi buta. Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa prosedur cabut gigi yang dilakukan dengan benar dapat mengakibatkan hilangnya fungsi penglihatan.

Meskipun saraf gigi dan saraf mata berada di area kepala yang sama, keduanya memiliki jalur dan fungsi yang berbeda. Saraf yang bertanggung jawab terhadap penglihatan tidak terhubung langsung dengan akar gigi.

Karena itu, pencabutan gigi yang dilakukan sesuai prosedur oleh dokter gigi tidak akan membuat seseorang kehilangan penglihatannya.



Dari Mana Asal Mitos Ini?

Mitos cabut gigi bikin buta kemungkinan muncul karena beberapa alasan:

1. Lokasi Gigi dan Mata Berdekatan

Gigi rahang atas memang berada relatif dekat dengan rongga sinus dan area wajah di sekitar mata. Kedekatan lokasi ini membuat sebagian orang menganggap ada hubungan langsung antara keduanya.

2. Infeksi Gigi yang Menyebar

Pada kasus yang sangat jarang, infeksi gigi yang tidak ditangani dapat menyebar ke jaringan di sekitar wajah, termasuk area dekat mata. Namun, kondisi ini disebabkan oleh infeksi yang parah, bukan karena proses pencabutan giginya.

3. Kesalahpahaman yang Turun-Temurun

Seperti banyak mitos kesehatan lainnya, anggapan ini terus diwariskan dari generasi ke generasi tanpa dasar ilmiah yang kuat.

Apakah Cabut Gigi Memiliki Risiko?

Meski tidak menyebabkan kebutaan, prosedur cabut gigi tetap memiliki beberapa risiko yang umum terjadi, seperti:



  • Nyeri setelah pencabutan.
  • Pembengkakan ringan.
  • Perdarahan sementara.
  • Infeksi pada area bekas pencabutan jika tidak dirawat dengan baik.

Namun, risiko tersebut biasanya dapat ditangani dan diminimalkan dengan mengikuti petunjuk dokter gigi.

Kapan Harus Cabut Gigi?

Dokter biasanya merekomendasikan pencabutan gigi jika:

  • Gigi mengalami kerusakan parah.
  • Terjadi infeksi yang tidak dapat diperbaiki dengan perawatan lain.
  • Gigi tumbuh tidak normal, seperti gigi bungsu yang impaksi.
  • Gigi menyebabkan gangguan pada susunan gigi lainnya.

Menunda pencabutan yang memang diperlukan justru dapat meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi kesehatan.

Cara Menjaga Kesehatan Setelah Cabut Gigi

Agar proses penyembuhan berjalan baik, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Menggigit kasa sesuai anjuran dokter.
  • Menghindari berkumur terlalu keras pada 24 jam pertama.
  • Tidak merokok selama masa penyembuhan.
  • Mengonsumsi makanan lunak untuk sementara waktu.
  • Menjaga kebersihan mulut dengan baik.

Mitos atau Fakta?

Cabut gigi bikin buta adalah mitos.



Tidak ada hubungan langsung antara pencabutan gigi yang dilakukan secara medis dengan hilangnya penglihatan. Jika prosedur dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan sesuai standar, pencabutan gigi merupakan tindakan yang aman.

Kesimpulan

Kepercayaan bahwa cabut gigi bisa menyebabkan kebutaan tidak didukung oleh bukti ilmiah. Mitos ini kemungkinan muncul karena lokasi gigi dan mata yang berdekatan serta kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat. Faktanya, pencabutan gigi yang dilakukan dengan benar tidak akan membuat seseorang menjadi buta. Sebaliknya, mengabaikan masalah gigi yang serius justru dapat meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan lainnya.