Sering Dengar Larangan Foto Bertiga? Ini Fakta di Balik Mitos Orang yang Berdiri di Tengah
Laila - Sunday, 07 June 2026 | 12:55 PM


Sering Dengar Larangan Foto Bertiga? Ini Fakta di Balik Mitos Orang yang Berdiri di Tengah
Di Indonesia maupun beberapa negara lain, terdapat berbagai mitos yang berkembang dari generasi ke generasi. Salah satu yang cukup populer adalah larangan berfoto bertiga. Menurut kepercayaan yang beredar, orang yang berdiri atau berada di posisi tengah saat foto bertiga dipercaya akan mengalami nasib buruk, bahkan disebut-sebut lebih cepat meninggal dunia.
Mitos ini masih sering terdengar hingga sekarang. Tak sedikit orang yang secara spontan menghindari posisi tengah ketika berfoto bersama dua orang lainnya. Namun, benarkah ada dasar fakta di balik kepercayaan tersebut?
Asal-Usul Mitos Foto Bertiga
Tidak ada catatan pasti mengenai kapan mitos ini pertama kali muncul. Namun, sejumlah peneliti budaya menyebut bahwa kepercayaan serupa pernah berkembang di beberapa negara Asia dan Eropa.
Salah satu versi menyebutkan bahwa mitos tersebut berasal dari kepercayaan lama yang menganggap angka tiga dalam posisi tertentu dapat membawa kesialan. Ada pula yang mengaitkannya dengan tradisi fotografi pada masa lampau, ketika foto dianggap memiliki unsur mistis karena mampu "mengabadikan" seseorang dalam sebuah gambar.
Seiring waktu, cerita tersebut menyebar dari mulut ke mulut dan berkembang menjadi kepercayaan bahwa orang yang berada di tengah foto bertiga akan mengalami nasib buruk.
Apakah Ada Bukti Ilmiah?
Hingga saat ini, tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa posisi seseorang dalam sebuah foto dapat memengaruhi umur, kesehatan, maupun nasibnya.
Foto hanyalah hasil tangkapan cahaya yang direkam oleh kamera. Posisi berdiri di kiri, kanan, maupun tengah tidak memiliki hubungan apa pun dengan risiko kematian atau kejadian tertentu di masa depan.
Para ahli psikologi juga menjelaskan bahwa manusia cenderung mengingat kejadian yang dianggap sesuai dengan sebuah mitos, sementara mengabaikan banyak contoh lain yang bertentangan. Fenomena ini dikenal sebagai confirmation bias atau kecenderungan untuk mempercayai informasi yang sesuai dengan keyakinan yang sudah ada sebelumnya.
Mengapa Mitos Ini Masih Dipercaya?
Ada beberapa alasan mengapa mitos foto bertiga tetap bertahan hingga sekarang:
1. Diturunkan dari Generasi ke Generasi
Banyak orang pertama kali mendengar mitos ini dari orang tua, kakek-nenek, atau lingkungan sekitar sehingga dianggap sebagai sesuatu yang perlu dipercaya.
2. Efek Psikologis
Ketika seseorang mendengar sebuah cerita berulang kali, cerita tersebut bisa terasa lebih masuk akal meskipun tidak memiliki dasar ilmiah.
3. Kebetulan yang Dianggap Sebagai Bukti
Jika suatu saat ada orang yang pernah berfoto bertiga lalu mengalami musibah, sebagian orang mungkin menghubungkannya dengan foto tersebut. Padahal, kejadian itu hanyalah kebetulan dan bukan hubungan sebab-akibat.
Foto Bertiga Tetap Aman Dilakukan
Di era media sosial saat ini, jutaan orang di seluruh dunia berfoto bertiga setiap hari. Tidak ada bukti bahwa mereka yang berada di tengah memiliki risiko lebih tinggi mengalami kejadian buruk dibandingkan orang lain.
Karena itu, tidak perlu khawatir jika harus berdiri di posisi tengah saat berfoto bersama teman, keluarga, atau rekan kerja.
Mitos atau Fakta?
Jawabannya adalah mitos.
Tidak ada dasar ilmiah yang mendukung anggapan bahwa orang yang berdiri di tengah saat foto bertiga akan lebih cepat meninggal atau mengalami nasib buruk. Kepercayaan tersebut merupakan bagian dari cerita rakyat dan budaya yang berkembang di masyarakat selama bertahun-tahun.
Mitos tentang orang yang berdiri di tengah saat foto bertiga lebih cepat meninggal telah lama beredar dan masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Namun, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Posisi seseorang dalam foto tidak memiliki hubungan dengan umur, kesehatan, maupun nasibnya di masa depan.
Jadi, jika suatu saat diajak foto bertiga dan kebetulan mendapat posisi di tengah, Anda tidak perlu khawatir. Anggap saja itu sebagai bagian dari mitos lama yang menarik untuk diketahui, tetapi tidak perlu dipercaya sebagai fakta.
Next News

Benarkah Petir Tidak Akan Menyambar Tempat yang Sama Dua Kali? Ini Fakta Sebenarnya
in 5 hours

Benarkah Gula Membuat Anak Menjadi Hiperaktif? Ini Fakta yang Sebenarnya
in 5 hours

Benarkah Makan Wortel Membuat Mata Bisa Melihat dalam Gelap? Ini Fakta Sebenarnya
in 5 hours

Benarkah Bersiul di Malam Hari Mengundang Hal Buruk? Ini Fakta dan Asal Usul Mitosnya
in 5 hours

Benarkah Mencabut Uban Membuat Uban Tumbuh Lebih Banyak? Ini Fakta Sebenarnya
in 4 hours

Benarkah Minum Air Dingin Menyebabkan Gemuk? Ini Fakta yang Sebenarnya
in 4 hours

Benarkah Rambut Akan Tumbuh Lebih Tebal Jika Sering Dicukur? Ini Fakta Sebenarnya
in 4 hours

Pelajaran Hidup yang Mengubah Cara Berpikir dan Membentuk Pribadi Lebih Baik
in 4 hours

Pentingnya Komunikasi dalam Kehidupan Keluarga untuk Membangun Hubungan yang Harmonis
in 4 hours

Keterampilan yang Dibutuhkan di Dunia Kerja Modern untuk Menghadapi Persaingan Era Digital
in 4 hours





