Benarkah Gula Membuat Anak Menjadi Hiperaktif? Ini Fakta yang Sebenarnya
Liaa - Friday, 31 July 2026 | 09:06 AM


Banyak orang tua masih meyakini bahwa anak yang mengonsumsi makanan atau minuman manis akan menjadi lebih aktif, sulit diam, dan sulit dikendalikan. Kepercayaan ini sering muncul ketika anak terlihat lebih bersemangat setelah mengonsumsi permen, cokelat, atau minuman manis.
Namun, anggapan bahwa gula secara langsung menyebabkan anak menjadi hiperaktif merupakan mitos yang belum terbukti secara ilmiah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula tidak secara langsung menjadi penyebab utama perubahan perilaku anak menjadi lebih aktif atau tidak terkendali.
Perilaku anak yang terlihat lebih aktif setelah mengonsumsi makanan manis dapat dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti suasana lingkungan, kegembiraan saat bermain, kegiatan bersama teman, atau kondisi emosional anak. Misalnya, anak yang berada di pesta ulang tahun mungkin terlihat lebih aktif bukan hanya karena makanan manis, tetapi karena suasana yang menyenangkan.
Meski gula tidak terbukti menyebabkan hiperaktivitas, konsumsi gula berlebihan tetap perlu diperhatikan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti kelebihan berat badan, gangguan kesehatan gigi, dan pola makan yang kurang seimbang.
Anak-anak tetap membutuhkan energi untuk tumbuh dan beraktivitas. Namun, sumber energi terbaik sebaiknya berasal dari makanan bergizi seperti buah-buahan, sayuran, protein, biji-bijian, dan makanan dengan kandungan nutrisi yang seimbang.
Selain pola makan, perilaku anak juga dipengaruhi oleh berbagai aspek lain, seperti kualitas tidur, aktivitas fisik, pola pengasuhan, lingkungan sosial, serta cara orang tua berkomunikasi dengan anak. Karena itu, memahami perilaku anak perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya menghubungkannya dengan satu jenis makanan.
Penting bagi orang tua untuk membangun kebiasaan makan sehat sejak dini. Memberikan makanan manis sesekali dalam jumlah wajar tidak menjadi masalah, tetapi tetap perlu diimbangi dengan pola makan yang sehat dan aktivitas fisik yang cukup.
Kesimpulannya, gula tidak terbukti menjadi penyebab anak menjadi hiperaktif. Perubahan perilaku anak dipengaruhi oleh banyak faktor, sementara konsumsi gula berlebihan lebih berkaitan dengan risiko kesehatan lainnya. Dengan pola hidup seimbang, anak dapat tumbuh sehat sekaligus memiliki kebiasaan yang baik.
Next News

Benarkah Petir Tidak Akan Menyambar Tempat yang Sama Dua Kali? Ini Fakta Sebenarnya
in 5 hours

Benarkah Makan Wortel Membuat Mata Bisa Melihat dalam Gelap? Ini Fakta Sebenarnya
in 5 hours

Benarkah Bersiul di Malam Hari Mengundang Hal Buruk? Ini Fakta dan Asal Usul Mitosnya
in 5 hours

Benarkah Mencabut Uban Membuat Uban Tumbuh Lebih Banyak? Ini Fakta Sebenarnya
in 5 hours

Benarkah Minum Air Dingin Menyebabkan Gemuk? Ini Fakta yang Sebenarnya
in 5 hours

Benarkah Rambut Akan Tumbuh Lebih Tebal Jika Sering Dicukur? Ini Fakta Sebenarnya
in 5 hours

Pelajaran Hidup yang Mengubah Cara Berpikir dan Membentuk Pribadi Lebih Baik
in 5 hours

Pentingnya Komunikasi dalam Kehidupan Keluarga untuk Membangun Hubungan yang Harmonis
in 5 hours

Keterampilan yang Dibutuhkan di Dunia Kerja Modern untuk Menghadapi Persaingan Era Digital
in 5 hours

Hobi yang Bisa Menjadi Sumber Penghasilan, Peluang Menambah Pendapatan dari Aktivitas Favorit
in 5 hours





