Benarkah Keramas Setelah Kehujanan Bisa Cegah Pusing?
Liaa - Friday, 24 April 2026 | 08:45 AM


Ritual Mandi Keramas Sehabis Kehujanan: Antara Mitos Orang Tua dan Fakta Biologis yang Masuk Akal
Pernah nggak sih kamu lagi asyik-asyiknya naik motor, langit yang tadinya cerah ceria tiba-tiba berubah jadi abu-abu galau, dan dalam hitungan detik, pyarrr, hujan turun deras banget? Kamu yang nggak sedia jas hujan cuma bisa pasrah. Sampai di rumah dengan keadaan basah kuyup kayak cucian nggak diperas, hal pertama yang diteriakkan ibu atau nenek biasanya adalah: "Cepat mandi! Keramas! Nanti pusing!"
Waktu kecil, kita mungkin cuma menurut sambil menggerutu. Di pikiran kita, "Lah, kan udah basah kena air hujan, kok malah disuruh basah-basahan lagi pakai air sabun?" Rasanya kayak mengerjakan pekerjaan dua kali. Tapi setelah dipikir-pikir pas sudah dewasa, ternyata nasihat legendaris itu bukan sekadar omong kosong atau mitos belaka supaya kita nggak malas. Ada penjelasan logis di balik kenapa tubuh kita butuh "reset" lewat mandi setelah bertarung dengan rintik hujan di jalanan.
Bukan Hujannya yang Jahat, Tapi Perubahan Suhunya
Mari kita luruskan satu hal: air hujan itu sendiri sebenarnya nggak mengandung virus pusing atau bakteri demam yang otomatis menyerang saat menyentuh kulit. Masalah utamanya ada pada suhu. Tubuh manusia itu punya sistem canggih yang namanya termoregulasi. Suhu tubuh kita normalnya ada di angka 36-37 derajat Celcius. Nah, ketika kita kehujanan, apalagi kalau hujannya disertai angin kencang (yang biasanya bikin kita menggigil estetik), suhu tubuh akan turun secara drastis.
Kondisi kedinginan yang ekstrem ini memaksa tubuh bekerja ekstra keras untuk mempertahankan suhu internalnya. Saat itulah sistem imun kita jadi agak "terdistraksi". Ketika pertahanan tubuh lagi fokus ngurusin suhu, virus-virus yang memang sudah ada di sekitar kita atau yang lagi nunggu momen tepat di saluran pernapasan jadi punya kesempatan buat beraksi. Mandi setelah kehujanan, apalagi pakai air hangat, berfungsi untuk mengembalikan suhu tubuh ke titik stabil dengan lebih cepat. Jadi, tubuh nggak perlu "lembur" sendirian buat menghangatkan diri.
Langit Tidak Sebersih yang Kita Kira
Kalau kamu membayangkan air hujan itu murni dan suci karena turun dari langit, maaf banget nih, realitanya nggak seindah itu. Terutama kalau kamu tinggal di kota besar yang polusinya minta ampun. Air hujan yang turun itu melewati lapisan atmosfer yang penuh dengan debu, asap kendaraan, gas emisi pabrik, hingga kuman-kuman yang beterbangan. Istilah kerennya, air hujan itu "mencuci" polutan di udara sebelum sampai ke baju dan kulit kamu.
Bayangkan semua partikel kotor itu nempel di rambut dan kulit kepala. Kalau kamu nggak segera mandi dan keramas, kotoran-kotoran mikroskopis ini bisa memicu iritasi atau masalah kulit lainnya. Belum lagi kalau hujannya bersifat asam karena tingginya tingkat polusi. Jadi, mandi setelah kehujanan itu sebenarnya adalah proses dekontaminasi. Kita lagi membersihkan sisa-sisa polusi kota yang menempel di badan biar nggak bikin gatal-gatal atau jerawatan di punggung.
Kenapa Sih Harus Keramas?
Sering banget kita malas keramas karena ngerasa ngeringin rambut itu PR banget. Tapi, kulit kepala adalah area yang paling sensitif terhadap perubahan suhu. Air hujan yang mendingin di kepala bisa menyebabkan pembuluh darah di sana menyempit dan melebar dengan cepat. Inilah alasan kenapa banyak orang langsung merasa pusing atau sakit kepala (migrain) setelah rambutnya basah kena hujan tapi nggak segera dikeramas dan dikeringkan.
Dengan mandi dan keramas menggunakan air yang suhunya stabil, kita membantu pembuluh darah di kepala untuk rileks kembali. Selain itu, air hujan yang meresap ke pori-pori kulit kepala yang kotor bisa jadi sarang bakteri kalau didiamkan dalam kondisi lembap terlalu lama. Jadi, kalau nggak mau ketombean atau kepala terasa berat kayak mikirin cicilan, mending langsung shampoo-an aja deh.
Tips Biar Nggak Tumbang Setelah Kehujanan
Selain mandi dan keramas, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan biar nggak mendadak absen kerja atau kuliah besok pagi karena meriang:
- Segera Ganti Baju: Jangan nongkrong lama-lama pakai baju basah cuma karena merasa "ah bentar lagi juga kering". Baju basah yang menempel di kulit bakal terus menyerap panas tubuh kamu.
- Minum yang Hangat-hangat: Teh jahe, wedang ronde, atau sesederhana air putih hangat bisa membantu menghangatkan tubuh dari dalam.
- Keringkan Rambut Sampai Tuntas: Jangan tidur dalam keadaan rambut masih lembap. Itu namanya mengundang jamur dan sakit kepala buat datang bertamu.
- Makan Makanan Bergizi: Setelah "perang" melawan suhu dingin, tubuh butuh bahan bakar. Semangkuk soto atau bakso panas kayaknya bukan ide yang buruk, kan?
Ritual yang Menyelamatkan
Jadi, kesimpulannya, mandi setelah kehujanan itu bukan sekadar budaya turun-temurun tanpa makna. Ini adalah bentuk kompromi kita dengan tubuh supaya tetap sehat di tengah cuaca yang makin nggak menentu. Hujan memang romantis buat sebagian orang, tapi nggak ada romantis-romantisnya kalau ujung-ujungnya kita harus meringkuk di bawah selimut sambil kompres dahi.
Lain kali kalau kamu kehujanan, jangan mager buat langsung melipir ke kamar mandi. Anggap saja itu sesi self-care darurat buat mengusir stres dan kuman yang nempel seharian. Toh, perasaan segar setelah mandi air hangat itu nggak ada tandingannya, apalagi sambil dengerin suara hujan di luar yang masih awet. Tetap sehat dan jangan lupa sedia payung sebelum hujan, ya!
Next News

Kenapa Saat Makan Terlalu Cepat Bisa Tiba-Tiba Cegukan? Ini Penjelasannya
in 7 hours

Penderita Asam Urat Bolehkah Makan Telur Asin? Ini Penjelasannya
in 7 hours

Asal Bau pada Baju Itu dari Mana? Fakta tentang Ketiak dan Lipatan Tubuh
in 7 hours

Kenapa Seseorang Bisa Terkena Bell's Palsy? Ini Penjelasan Lengkap tentang Penyakitnya
in 7 hours

Kenapa baju hitam bisa membuat badan menjadi kurus Apakah itu mitos ada fakta?
in 6 hours

Kelelawar atau Keluang? Pahami Perbedaannya Agar Tak Keliru
6 hours ago

Kenapa Sih Udang yang Enak Itu Bisa Bikin Kulit Kita Ngamuk?
6 hours ago

Bercak Merah di Muka Habis Skincare-an? Ini Tandanya Kulit Stres
6 hours ago

Paprika Merah, Hijau, dan Kuning Apa Perbedaannya?
6 hours ago

Ragam Manfaat Telur Puyuh untuk Kesehatan Tubuh
7 hours ago





