Selasa, 15 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Kelelawar Buta? Ternyata Begini Cara Mereka Melihat di Kegelapan

Tata - Tuesday, 15 September 2026 | 11:30 AM

Background
Benarkah Kelelawar Buta? Ternyata Begini Cara Mereka Melihat di Kegelapan

Benarkah Kelelawar Buta? Membongkar Mitos Si Satwa Malam yang Sering Kena Fitnah

Pernah nggak sih kalian lagi nongkrong malam-malam, terus tiba-tiba ada sesuatu yang melesat cepat di atas kepala? Biasanya, reaksi spontan kita kalau nggak teriak ya nunduk sambil bilang, "Awas, kelelawar! Entar ditabrak, mereka kan buta!" Ungkapan "blind as a bat" atau buta seperti kelelawar sudah mendarah daging banget di telinga kita. Seolah-olah, makhluk mungil bersayap ini cuma modal nekat dan "radar" pas lagi terbang di kegelapan malam.

Tapi jujurly, kasihan banget si kelelawar ini. Sudah sering dituduh jadi antek-antek vampir di film horor, eh sekarang kemampuan penglihatannya pun diremehkan. Padahal, kalau kita mau riset tipis-tipis, kenyataannya jauh dari anggapan umum itu. Kelelawar nggak buta, kawan. Malah, di beberapa kondisi, mata mereka bisa bekerja lebih oke dibanding mata kita yang hobi scrolling TikTok sampai subuh ini.

Mitos "Blind as a Bat" yang Ternyata Zonk

Mari kita luruskan dari awal: tidak ada satu pun spesies kelelawar di dunia ini yang benar-benar buta. Dari sekitar 1.400-an spesies kelelawar yang sudah diidentifikasi ilmuwan, semuanya punya mata yang berfungsi. Memang sih, ukurannya beda-beda. Ada yang matanya kecil banget kayak butiran wijen di onde-onde, tapi ada juga yang matanya bulat besar dan menggemaskan kayak karakter anime.

Kenapa mitos ini bisa awet banget? Ya, alasannya masuk akal sih. Kelelawar itu hewan nokturnal. Mereka keluar pas kita lagi mimpi indah, dan cara terbang mereka itu lincah banget tapi zigzag nggak karuan. Orang zaman dulu mungkin mikir, "Ini hewan kalau terbang nabrak-nabrak angin mulu, pasti matanya nggak beres." Padahal, gerakan zigzag itu bukan karena mereka bingung arah, melainkan lagi bermanuver ngejar serangga yang super gesit. Ibaratnya, mereka itu pilot jet tempur kelas wahid, bukan sopir angkot yang lagi ugal-ugalan karena kejar setoran.

Ekolokasi dan Penglihatan: Partner Kerja yang Solid

Mungkin kalian mikir, "Lho, bukannya mereka pakai suara ya buat lihat?" Nah, di sinilah letak kecanggihannya. Sebagian besar kelelawar, terutama yang makanannya serangga (microbats), memang pakai sistem navigasi canggih bernama ekolokasi. Mereka mengeluarkan suara frekuensi tinggi yang memantul ke benda-benda di sekitar, lalu ditangkap lagi sama telinganya yang lebar itu.



Tapi, punya ekolokasi bukan berarti mereka mematikan fungsi mata. Bayangkan ekolokasi itu kayak sensor parkir atau GPS super akurat di mobil kalian, sementara mata adalah kaca depan. Kalian butuh keduanya buat selamat sampai tujuan, kan? Kelelawar menggunakan penglihatan mereka untuk navigasi jarak jauh, melihat bentang alam, atau mendeteksi predator dari kejauhan. Sementara ekolokasi dipakai buat urusan "mikro" kayak berburu nyamuk yang ukurannya cuma beberapa milimeter. Jadi, mereka nggak cuma modal kuping doang, matanya tetap "on" terus.

Si Kalong yang Matanya Nggak Kaleng-Kaleng

Kalau kita ngomongin Megachiroptera, atau yang sering kita sebut kalong atau kelelawar buah, mitos "buta" ini makin nggak masuk akal lagi. Kalong-kalong ini ukurannya bongsor dan biasanya nggak punya kemampuan ekolokasi. Terus gimana mereka cari makan di tengah malam? Ya pakai mata dan hidung!

Mata kalong itu didesain khusus buat menangkap cahaya minim. Mereka punya sel sensitif cahaya yang jumlahnya jauh lebih banyak dari manusia. Malah, beberapa spesies kelelawar buah punya kemampuan melihat warna, meskipun nggak sekompleks kita. Mereka butuh mata yang tajam buat melihat buah-buahan yang matang atau bunga yang mekar di pucuk pohon yang tinggi. Jadi, kalau ada yang bilang kalong itu buta, fyi aja nih, mereka mungkin bisa melihat pohon mangga tetangga yang lagi berbuah matang dari jarak yang cukup jauh sementara kita masih sibuk nyari kacamata.

Fakta Unik: Kelelawar Bisa Melihat Sinar UV?

Ini fakta yang bakal bikin kalian makin respek sama mereka. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan kalau spesies kelelawar tertentu bisa melihat cahaya ultraviolet (UV). Manusia? Jelas nggak bisa tanpa bantuan alat. Kemampuan melihat spektrum UV ini membantu mereka menemukan bunga-bunga tertentu yang memantulkan cahaya UV di malam hari. Bunga-bunga ini ibarat lampu neon yang teriak "Woi, ke sini! Ada nektar gratis!" buat para kelelawar.

Coba bayangkan, betapa kerennya dunia di mata kelelawar. Saat kita cuma lihat gelap gulita atau bayangan abu-abu, mereka mungkin melihat pola-pola cahaya yang artistik di kelopak bunga. Jadi, menyebut mereka buta itu beneran penghinaan terhadap teknologi canggih yang sudah dikasih alam ke tubuh mereka.



Kenapa Kita Harus Peduli?

Mungkin kalian nanya, "Pentingnya apa sih tahu kelelawar buta atau nggak?" Gini, gengs. Stereotip kalau kelelawar itu "hewan cacat yang menyeramkan" seringkali bikin kita jadi nggak peduli sama kelestarian mereka. Padahal kelelawar itu pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka pembasmi hama alami (makan ribuan serangga tiap malam) dan penyerbuk pohon-pohon penting, termasuk durian yang kalian suka banget itu.

Kalau nggak ada kelelawar, populasi nyamuk bakal meledak dan hutan-hutan kita bakal susah regenerasi. Jadi, mari kita berhenti pakai istilah "buta seperti kelelawar" buat ngejek teman yang nggak teliti. Kelelawar itu keren, matanya berfungsi, dan radarnya lebih canggih dari teknologi militer mana pun.

Kesimpulannya, kelelawar nggak buta. Mereka cuma punya cara yang berbeda buat "melihat" dunia. Mereka menggabungkan penglihatan visual yang oke dengan sonar yang akurat. Sebuah kombinasi maut yang bikin mereka jadi penguasa langit malam yang sebenarnya. Jadi, kalau lain kali lihat kelelawar lewat, kasih hormat dikit lah ya. Siapa tahu dia lagi fokus ngeker nyamuk yang mau gigit kalian.