Bekam: Terapi Kuno yang Masih Bertahan, Bagaimana Menurut Sains?
Tata - Wednesday, 25 February 2026 | 06:30 AM


Bekam dikenal dalam berbagai budaya, termasuk pengobatan tradisional Tiongkok dan Timur Tengah. Tekniknya menggunakan cangkir khusus yang ditempelkan pada kulit untuk menciptakan efek hisap (suction).
Ada dua jenis utama Bekam, yaitu:
1.Bekam kering – hanya menggunakan vakum tanpa sayatan.
2.Bekam basah – dilakukan sayatan kecil sebelum penghisapan untuk mengeluarkan darah.
Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, bekam termasuk terapi komplementer yang masih memerlukan lebih banyak penelitian berkualitas tinggi untuk memastikan manfaat klinisnya.
Bagaimana Bekam Bekerja Secara Ilmiah?
Secara fisiologis, efek vakum dapat:
✔ Meningkatkan aliran darah lokal
✔ Merangsang respons imun ringan
✔ Mengurangi ketegangan otot
✔ Mengaktifkan pelepasan endorfin
Menurut studi dan hasil pengalaman yang sudah melakukannya, bekam dapat membantu meredakan nyeri punggung, nyeri leher, dan migrain ringan.
Namun kualitas bukti bervariasi dan belum cukup kuat untuk menjadikan bekam sebagai terapi utama.
Istilah "darah kotor" sendiri tidak dikenal dalam terminologi medis modern.
Darah yang keluar saat bekam basah adalah darah biasa yang bercampur cairan jaringan.
Apakah Aman?
Bekam relatif aman bila dilakukan oleh praktisi terlatih dengan alat steril.
Risiko yang mungkin terjadi:
-Infeksi
-Luka iritasi
-Memar
-Pusing ringan
Bekam tidak disarankan bagi:
-Penderita anemia berat
-Gangguan pembekuan darah
-Wanita hamil
-Orang dengan sistem imun lemah
Bekam dikategorikan sebagai terapi pendukung (adjunct therapy). Artinya, boleh dilakukan sebagai tambahan, tetapi tidak menggantikan pengobatan utama untuk penyakit serius seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung.
Efek relaksasi dan peredaan nyeri kemungkinan besar berasal dari stimulasi sirkulasi dan respons saraf, bukan karena "racun" keluar dari tubuh.
Kesimpulan
Bekam adalah terapi tradisional dengan sejarah panjang dan masih banyak diminati hingga kini.
Beberapa manfaat seperti peredaan nyeri dan relaksasi memang didukung penelitian awal, tetapi diperlukan studi lebih kuat untuk memastikan efektivitasnya secara medis.
Jika ingin mencoba, pastikan dilakukan secara higienis dan tetap konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila memiliki kondisi medis tertentu.
Next News

Apakah Manusia Bisa Hidup di Planet Mars?
8 hours ago

Kota yang Tidak Pernah Gelap di Musim Panas: Fenomena Midnight Sun
8 hours ago

Kenapa Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang Tertentu?
12 hours ago

10 Trik Kecil yang Berdampak Besar Bagi Produktivitas dan Ketenangan Mental
12 hours ago

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Bisa Meningkatkan Risiko Kanker
12 hours ago

Shizuoka: Kota Cantik di Jepang yang Sering Terlupakan Wisatawan
in 3 minutes

Cara Bikin Nastar Lembut, Bukan Keras Seperti Kelereng
2 minutes ago

5 Area Rumah yang Wajib Dicek sebelum Ditinggal Mudik agar Perjalanan Lebih Tenang
7 minutes ago

Haruskah Memberi THR ke Keponakan Tiap Tahun? Ini Hal yang Perlu Dipertimbangkan
12 minutes ago

Cara Jaga Lambung Tetap Sehat Selama Bulan Ramadhan
22 minutes ago





