Baznas dan MUI Luncurkan Sedekah Pendidikan Rp600 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera
Nanda - Thursday, 09 April 2026 | 09:27 AM


JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menjalin sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menghadirkan Program Sedekah Pendidikan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Program tersebut diawali dengan pengalokasian dana sebesar Rp600 juta yang akan disalurkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan difokuskan untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak korban bencana serta membantu operasional sekolah yang terdampak.
Pimpinan Baznas RI, Idy Muzayyad, menyampaikan bahwa dana tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat sektor pendidikan di daerah yang mengalami musibah.
"Dana Rp600 juta ini akan kami distribusikan ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, dengan prioritas pembiayaan pendidikan bagi korban serta sekolah-sekolah yang terdampak," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Idy menjelaskan bahwa Baznas memiliki unit Baznas Tanggap Bencana (BTB) yang siap bergerak di lapangan. Di sisi lain, MUI juga mempunyai tim Muslim Disaster Rescue yang aktif dalam aksi kemanusiaan.
Menurutnya, penyatuan kekuatan kedua lembaga tersebut akan memperluas dampak bantuan dan mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya terbatas pada respons kebencanaan, tetapi juga mampu memperkuat berbagai program sosial dan pemberdayaan umat lainnya di masa mendatang.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Bencana, Mabroer, menjelaskan bahwa Program Sedekah Pendidikan dirancang khusus untuk membantu anak-anak korban bencana serta lembaga pendidikan swasta seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan pesantren non-negeri.
Menurutnya, sekolah swasta sering menghadapi tantangan berat dalam proses pemulihan pascabencana karena keterbatasan sumber daya.
"Bantuan ini memang belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan, namun kami berharap dapat menjadi dorongan awal agar sekolah-sekolah yang terdampak tetap mendapat perhatian serius," ujar Mabroer.
Ia menambahkan, perhatian khusus terhadap lembaga pendidikan swasta sangat penting agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan mereka.
MUI dan Baznas juga membuka peluang bagi masyarakat untuk turut berkontribusi melalui donasi tambahan. Diharapkan, partisipasi publik dapat memperluas jangkauan manfaat program sehingga pemulihan pendidikan di wilayah terdampak berjalan lebih cepat dan merata.
Sinergi antara Baznas dan MUI ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat solidaritas sosial serta memastikan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas dalam upaya pemulihan pascabencana di Sumatera.
Next News

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 22 Agustus 2026, Sumut Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
in 6 hours

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Menyebar ke Malaysia, 591 Sekolah di Sarawak Ditutup
in 5 hours

Tambang Emas Runtuh di Afrika Tengah, Korban Tewas Tembus 100 Orang
in 5 hours

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia
in 5 hours

Bupati Deliserdang Resmikan Sentra ABK di Pagar Merbau, Dorong Pendidikan hingga Kemandirian
in 4 hours

KPK OTT Rektor Unsoed, 14 Orang Diamankan di Purwokerto dan Jakarta
in 4 hours

52 Pesawat Dikerahkan Tangani Karhutla di 6 Provinsi, Pemerintah Perkuat Operasi Udara
in 4 hours

Pemprov Sumut Siapkan BKK Rp5-50 Miliar untuk Program Kampung Kreatif Sumut Berkah
20 hours ago

Jemaah Umroh Asal Madina Terlantar di Hotel Diduga Korban Penipuan, Kanwil: Travel Tak Berizin
16 hours ago

Lima Jabatan di Pemprov Sumut Kosong, Ada Dinas Pariwisata Hingga PMD Dukcapil
16 hours ago





