Bahayakah Manusia Mendengkur Saat Tidur? Kenali Penyebab dan Risikonya
RAU - Saturday, 27 June 2026 | 07:22 PM


Mendengkur saat tidur merupakan kondisi yang cukup umum dialami oleh banyak orang. Suara dengkuran bisa terdengar pelan hingga sangat keras, dan sering kali mengganggu kualitas tidur pasangan atau anggota keluarga. Meski umumnya tidak berbahaya, dalam beberapa kasus mendengkur dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu mendapat perhatian.
Lantas, apakah mendengkur saat tidur berbahaya? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Mendengkur?
Mendengkur adalah suara yang muncul akibat getaran jaringan lunak di saluran napas bagian atas ketika udara mengalir saat tidur. Saat seseorang tertidur, otot-otot di tenggorokan menjadi lebih rileks. Jika saluran napas menyempit, aliran udara menjadi lebih turbulen sehingga menyebabkan jaringan di sekitarnya bergetar dan menghasilkan suara dengkuran.
Apakah Mendengkur Selalu Berbahaya?
Tidak.
Mendengkur sesekali, terutama setelah kelelahan atau tidur dengan posisi telentang, umumnya bukan merupakan tanda penyakit serius. Namun, jika dengkuran terjadi hampir setiap malam, sangat keras, atau disertai gejala lain, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi gangguan tidur yang memerlukan evaluasi medis.
Penyebab Seseorang Mendengkur
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mendengkur, di antaranya:
1. Posisi Tidur
Tidur telentang membuat lidah dan jaringan lunak di tenggorokan lebih mudah jatuh ke belakang sehingga mempersempit saluran napas.
2. Berat Badan Berlebih
Penumpukan jaringan lemak di sekitar leher dapat menekan saluran napas sehingga meningkatkan kemungkinan mendengkur.
3. Hidung Tersumbat
Pilek, sinusitis, alergi, atau kelainan pada hidung dapat menghambat aliran udara dan memicu dengkuran.
4. Bertambahnya Usia
Seiring bertambahnya usia, otot-otot tenggorokan menjadi lebih kendur sehingga risiko mendengkur meningkat.
5. Konsumsi Alkohol atau Obat Penenang
Alkohol dan beberapa jenis obat penenang dapat membuat otot tenggorokan semakin rileks, sehingga saluran napas lebih mudah menyempit saat tidur.
Kapan Mendengkur Bisa Berbahaya?
Mendengkur dapat menjadi tanda kondisi yang disebut Obstructive Sleep Apnea, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan saluran napas tersumbat berulang kali saat tidur.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Dengkuran sangat keras.
- Napas berhenti beberapa detik saat tidur (biasanya disadari oleh pasangan).
- Terbangun sambil tersedak atau terengah-engah.
- Mengantuk berlebihan pada siang hari.
- Sakit kepala saat bangun tidur.
- Sulit berkonsentrasi.
- Mudah lelah meski sudah tidur cukup.
Jika tidak ditangani, OSA dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hingga gangguan irama jantung.
Siapa yang Lebih Berisiko Mendengkur?
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami dengkuran, seperti:
- Pria.
- Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas.
- Perokok.
- Orang yang sering mengonsumsi alkohol.
- Lansia.
- Mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kebiasaan mendengkur.
Cara Mengurangi Kebiasaan Mendengkur
Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi dengkuran:
- Tidur dengan posisi menyamping.
- Menjaga berat badan tetap ideal.
- Menghindari konsumsi alkohol sebelum tidur.
- Berhenti merokok.
- Menjaga kebersihan saluran hidung jika mengalami alergi atau pilek.
- Tidur dengan jadwal yang teratur.
Pada kasus tertentu, dokter dapat menyarankan penggunaan alat bantu pernapasan atau terapi lain jika dengkuran disebabkan oleh sleep apnea.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera berkonsultasi dengan dokter jika:
- Mendengkur terjadi hampir setiap malam.
- Dengkuran disertai henti napas saat tidur.
- Merasa sangat mengantuk pada siang hari.
- Pasangan mengamati napas sering terhenti saat tidur.
- Dengkuran mengganggu kualitas hidup atau aktivitas sehari-hari.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes tidur (sleep study), untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.
Kesimpulan
Mendengkur saat tidur tidak selalu berbahaya. Pada banyak orang, kondisi ini terjadi karena posisi tidur, kelelahan, atau penyempitan ringan pada saluran napas. Namun, jika dengkuran terjadi terus-menerus, sangat keras, atau disertai henti napas dan kantuk berlebihan di siang hari, kondisi tersebut dapat menjadi tanda obstructive sleep apnea yang memerlukan penanganan medis.
Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan memeriksakan diri bila muncul gejala yang mengkhawatirkan, risiko komplikasi akibat gangguan tidur dapat diminimalkan.
Next News

Mitos atau Fakta? 3 Makanan yang Sebaiknya Tak Berlebihan Dicampur dengan Mie Instan
in an hour

Sering Menguap Bukan Selalu Karena Ngantuk, Kenali Penyebab dan Kapan Harus Waspada
in an hour

Makan Tahu Setiap Hari, Apa Manfaatnya? Ini Dampaknya bagi Tubuh dan Hal yang Perlu Diperhatikan
in 41 minutes

Jus Tomat Tidak Selalu Cocok untuk Semua Orang, Ini Kelompok yang Perlu Berhati-hati
in 36 minutes

Talenan Kayu Bisa Jadi Sarang Kuman? Ini Cara Merawatnya agar Tetap Bersih dan Aman
in 31 minutes

Kenapa Kamar Hotel di Lantai Dasar Kurang Ideal? Ini Tips Memilih Kamar agar Staycation Lebih Nyaman
in 26 minutes

Lagi Ngidam Makanan Asin? Ini 5 Camilan Gurih yang Lebih Sehat untuk Dicoba
in 21 minutes

Bolehkah Langsung Mandi Setelah Berkeringat? Ini Fakta dan Mitos yang Perlu Diketahui
in 16 minutes

Jangan Jijik dengan Keringat! Ini 9 Manfaat Berkeringat bagi Tubuh yang Perlu Kamu Tahu
in 11 minutes

Makan Alpukat Secara Rutin, Ini Manfaatnya untuk Jantung, Pencernaan hingga Kulit
in 6 minutes





