Benarkah Kucing Juga Bisa Menguap? Ini Penjelasan Ilmiahnya
RAU - Saturday, 27 June 2026 | 07:31 PM


Jika Anda memelihara kucing, mungkin pernah melihat hewan kesayangan Anda membuka mulut lebar-lebar sambil menarik napas dalam. Sekilas, gerakan ini tampak sama seperti manusia yang sedang menguap.
Lantas, benarkah kucing juga bisa menguap?
Jawabannya adalah ya. Menguap merupakan perilaku alami yang tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada berbagai jenis hewan, termasuk kucing. Dalam kebanyakan kasus, menguap adalah hal yang normal dan bukan tanda bahwa kucing sedang sakit.
Mengapa Kucing Menguap?
Hingga saat ini, para ilmuwan masih mempelajari fungsi pasti menguap pada hewan. Namun, ada beberapa alasan yang diduga menjadi penyebabnya.
1. Merasa Mengantuk atau Baru Bangun Tidur
Seperti manusia, kucing sering menguap ketika mengantuk atau sesaat setelah bangun tidur. Mengingat kucing dapat tidur antara 12 hingga 16 jam per hari, tidak mengherankan jika Anda cukup sering melihatnya menguap.
2. Membantu Tubuh Lebih Siap Beraktivitas
Beberapa ahli berpendapat bahwa menguap dapat membantu meningkatkan kewaspadaan setelah beristirahat. Gerakan ini diduga membantu mempersiapkan tubuh dan otak untuk kembali aktif.
3. Meregangkan Otot Rahang
Saat menguap, otot-otot di sekitar rahang, wajah, dan leher ikut meregang. Hal ini dapat membantu mengendurkan ketegangan setelah tidur atau berdiam diri dalam waktu lama.
4. Respons terhadap Lingkungan
Pada beberapa kondisi, kucing dapat menguap ketika merasa rileks atau sedang berada di lingkungan yang nyaman.
Namun, dalam situasi tertentu, menguap juga bisa muncul sebagai bagian dari respons terhadap stres ringan atau perubahan suasana di sekitarnya.
Apakah Menguap pada Kucing Menular?
Pada manusia, melihat orang lain menguap sering membuat kita ikut menguap. Fenomena ini dikenal sebagai contagious yawning.
Sementara pada kucing, penelitian mengenai "menguap yang menular" masih terbatas. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa kucing secara konsisten ikut menguap karena melihat kucing lain atau manusia menguap.
Kapan Menguap pada Kucing Perlu Diwaspadai?
Sesekali menguap merupakan hal yang normal. Namun, jika kucing menguap terlalu sering disertai gejala lain, Anda perlu lebih waspada.
Beberapa tanda yang sebaiknya diperhatikan meliputi:
- Sulit makan atau mengunyah.
- Air liur berlebihan.
- Bau mulut yang menyengat.
- Gusi bengkak atau berdarah.
- Sering menggaruk mulut.
- Tampak kesakitan saat membuka mulut.
- Nafsu makan menurun.
Gejala tersebut dapat mengarah pada masalah kesehatan, seperti gangguan gigi, radang gusi, atau kelainan pada rahang, sehingga sebaiknya diperiksakan ke dokter hewan.
Fakta Menarik tentang Kucing dan Menguap
- Hampir semua mamalia dapat menguap.
- Anak kucing juga mulai menguap sejak usia dini.
- Kucing lebih sering menguap setelah tidur dibandingkan saat aktif bermain.
- Menguap pada kucing umumnya berlangsung hanya beberapa detik.
Kesimpulan
Kucing memang bisa menguap, dan hal tersebut merupakan perilaku yang normal. Menguap biasanya terjadi saat kucing mengantuk, baru bangun tidur, atau sedang meregangkan otot rahangnya.
Namun, jika menguap terjadi sangat sering dan disertai tanda-tanda seperti kesulitan makan, bau mulut, atau nyeri saat membuka mulut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk mengetahui penyebabnya.
Next News

Gusi Turun Seiring Bertambahnya Usia, Benarkah Hal Ini Normal?
8 hours ago

Benarkah Aspal Menyerap Panas Matahari Lebih Banyak daripada Rumput?
8 hours ago

Apakah Kabut Berbahaya bagi Kesehatan Jika Terhirup Setiap Hari?
8 hours ago

Mengapa Kabut Lebih Mudah Terbentuk Saat Udara Dingin dan Lembap?
8 hours ago

Apa Penyebab Munculnya Karang Gigi Meski Sudah Menyikat Gigi?
8 hours ago

Gigi Berjejal atau Bertumpuk, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Mulut?
8 hours ago

Bagaimana Karang Gigi Bisa Menyebabkan Peradangan pada Gusi?
8 hours ago

Mengapa Gusi Bisa Berdarah Saat Menyikat Gigi?
8 hours ago

Mengapa Aspal Bisa Mengeluarkan Bau Menyengat Saat Cuaca Panas?
8 hours ago

Paprika Bisa Dimakan Mentah atau Dimasak, Mana yang Lebih Baik?
in 41 minutes





