Rabu, 14 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Gusi Turun Seiring Bertambahnya Usia, Benarkah Hal Ini Normal?

Liaa - Wednesday, 14 October 2026 | 10:04 AM

Background
Gusi Turun Seiring Bertambahnya Usia, Benarkah Hal Ini Normal?

Gusi merupakan jaringan lunak yang berfungsi melindungi dan menopang gigi. Jaringan ini menutupi bagian dasar gigi serta membantu melindungi jaringan pendukung di bawahnya. Namun, seiring bertambahnya usia, sebagian orang mengalami perubahan pada gusi, salah satunya adalah resesi gusi atau kondisi ketika tepi gusi bergeser menjauh dari mahkota gigi.

Akibatnya, bagian akar gigi yang sebelumnya tertutup gusi menjadi terlihat. Gigi pun dapat tampak lebih panjang dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini sering dianggap sebagai bagian alami dari penuaan, padahal gusi yang turun tidak selalu disebabkan oleh usia.

Resesi gusi dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk penumpukan plak, penyakit periodontal, teknik menyikat gigi yang kurang tepat, dan posisi gigi. Oleh sebab itu, penting untuk memahami penyebabnya agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi masalah kesehatan mulut yang lebih serius.

Apakah Gusi Turun Merupakan Bagian Normal dari Penuaan?

Pertambahan usia dapat disertai perubahan pada jaringan mulut, termasuk gusi. Pada sebagian orang, tepi gusi terlihat lebih rendah dibandingkan ketika masih muda. Namun, gusi yang sehat tidak seharusnya mengalami penurunan yang signifikan hanya karena seseorang bertambah tua.

Resesi gusi lebih tepat dipahami sebagai kondisi yang dapat dipengaruhi oleh akumulasi berbagai faktor sepanjang hidup. Misalnya, seseorang yang selama bertahun-tahun mengalami peradangan gusi atau menyikat gigi dengan tekanan berlebihan berpotensi mengalami perubahan posisi jaringan gusi.



Selain itu, kondisi tulang penyangga gigi, ketebalan jaringan gusi, serta susunan gigi juga dapat memengaruhi risiko terjadinya resesi. Karena itu, gusi yang turun pada orang lanjut usia tetap perlu diperhatikan, terutama jika disertai keluhan lain.

Penyakit Gusi Bisa Menyebabkan Jaringan Gusi Menyusut

Salah satu penyebab penting resesi gusi adalah penyakit periodontal, yaitu gangguan pada jaringan yang menopang gigi. Kondisi ini sering berawal dari penumpukan plak, lapisan lengket yang mengandung bakteri dan terbentuk pada permukaan gigi.

Jika plak tidak dibersihkan secara rutin, plak dapat memicu peradangan gusi atau gingivitis. Pada tahap ini, gusi biasanya tampak kemerahan, membengkak, atau mudah berdarah ketika menyikat gigi.

Apabila peradangan berkembang menjadi periodontitis, jaringan dan tulang penyangga gigi dapat mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut bisa membuat gusi menyusut, akar gigi lebih terbuka, bahkan menyebabkan gigi terasa goyang atau akhirnya tanggal.

Penyakit periodontal tidak hanya dialami oleh lansia. Kondisi ini juga dapat terjadi pada orang dewasa yang lebih muda, terutama jika kebersihan mulut kurang terjaga atau terdapat faktor risiko lain, seperti kebiasaan merokok dan diabetes yang tidak terkontrol.



Menyikat Gigi Terlalu Keras Dapat Memicu Gusi Turun

Kebiasaan menyikat gigi dengan tekanan berlebihan juga dapat berkontribusi terhadap resesi gusi. Sebagian orang mengira bahwa menyikat lebih keras akan membuat gigi semakin bersih. Padahal, tekanan yang terlalu kuat, terutama jika dilakukan berulang kali dengan teknik yang kurang tepat, dapat mengiritasi jaringan gusi dan menyebabkan keausan pada area gigi tertentu.

Risiko ini dapat meningkat apabila seseorang menggunakan sikat gigi berbulu keras atau menggosok gigi secara horizontal dengan gerakan kasar.

Untuk menjaga kesehatan gusi, gunakan sikat gigi berbulu lembut dan lakukan gerakan menyikat dengan tekanan ringan. Bersihkan seluruh permukaan gigi secara menyeluruh tanpa menggosok terlalu kuat.

Penggunaan sikat gigi elektrik juga dapat membantu sebagian orang mengendalikan tekanan saat menyikat gigi, terutama jika perangkat tersebut memiliki fitur sensor tekanan. Meski demikian, teknik menyikat yang benar tetap menjadi hal utama.

Ciri-Ciri Gusi Turun yang Perlu Diperhatikan

Resesi gusi tidak selalu menimbulkan rasa sakit pada tahap awal. Karena itu, perubahan kecil pada gusi terkadang baru disadari ketika bagian gigi terlihat semakin panjang atau muncul sensitivitas.



Beberapa tanda yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Bagian akar gigi terlihat lebih jelas daripada sebelumnya.
  • Gigi terasa ngilu ketika terkena minuman dingin, makanan panas, atau makanan manis.
  • Tepi gusi tampak tidak rata atau posisinya berbeda antara satu gigi dan gigi lainnya.
  • Gusi mudah berdarah, kemerahan, atau membengkak.
  • Muncul bau mulut yang menetap meskipun gigi sudah dibersihkan.
  • Gigi terasa goyang atau terdapat perubahan pada cara gigi bertemu ketika menggigit.

Tidak semua tanda tersebut pasti menunjukkan resesi gusi. Misalnya, gigi ngilu dapat disebabkan oleh gigi berlubang atau enamel yang menipis. Pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Apakah Gusi yang Sudah Turun Bisa Kembali seperti Semula?

Gusi yang telah mengalami resesi umumnya tidak tumbuh kembali dengan sendirinya hingga menutupi akar gigi seperti sebelumnya. Namun, perkembangan kondisi tersebut sering kali dapat diperlambat atau dikendalikan dengan perawatan yang sesuai.

Dokter gigi akan menilai penyebab dan tingkat keparahan resesi sebelum menentukan tindakan. Jika masalah berkaitan dengan penumpukan plak atau penyakit gusi, perawatan dapat mencakup pembersihan profesional, pengendalian peradangan, dan perbaikan kebersihan mulut.

Apabila akar gigi sudah terbuka dan menimbulkan gangguan tertentu, dokter dapat mempertimbangkan prosedur seperti cangkok gusi. Tindakan ini menggunakan jaringan untuk menutupi sebagian akar gigi yang terbuka atau menambah ketebalan jaringan gusi, sesuai kondisi pasien.



Tidak semua kasus memerlukan operasi. Perawatan ditentukan berdasarkan kondisi jaringan gusi, penyebab resesi, keluhan, serta risiko kerusakan lebih lanjut.

Cara Menjaga Gusi Tetap Sehat Seiring Bertambahnya Usia

Menjaga kesehatan gusi perlu dilakukan sejak dini, bukan hanya ketika memasuki usia lanjut. Kebiasaan perawatan mulut yang konsisten dapat membantu mengurangi risiko peradangan dan kerusakan jaringan pendukung gigi.

Pertama, sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida dan sikat berbulu lembut. Hindari tekanan berlebihan agar jaringan gusi tidak terus-menerus mengalami iritasi.

Kedua, bersihkan sela-sela gigi setiap hari menggunakan benang gigi atau alat pembersih interdental yang sesuai. Plak dapat menumpuk di area yang sulit dijangkau oleh sikat gigi biasa.

Ketiga, lakukan pemeriksaan gigi secara berkala. Dokter gigi dapat menemukan tanda awal peradangan, penumpukan karang gigi, atau resesi sebelum masalah berkembang lebih jauh. Frekuensi kunjungan disesuaikan dengan kondisi dan risiko setiap orang.



Keempat, hindari merokok dan usahakan mengendalikan kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi gusi, termasuk diabetes. Jika gigi terasa ngilu atau gusi sering berdarah, jangan mengabaikannya atau mencoba mengatasi masalah hanya dengan mengganti pasta gigi.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter Gigi?

Pemeriksaan dokter gigi sebaiknya dilakukan jika gusi tampak semakin turun, akar gigi mulai terlihat, atau sensitivitas gigi terus mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan juga penting apabila gusi sering berdarah, bengkak, terasa nyeri, atau muncul bau mulut yang menetap.

Jika gigi terasa goyang atau posisi gigi berubah, jangan menunda pemeriksaan. Gejala tersebut dapat menandakan adanya gangguan pada jaringan pendukung gigi yang memerlukan penanganan.

Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang untuk mengendalikan masalah dan mempertahankan gigi yang masih sehat. Meski begitu, jaringan gusi yang telah hilang tidak selalu dapat dipulihkan tanpa prosedur khusus.

Kesimpulan

Gusi yang turun seiring bertambahnya usia tidak selalu merupakan proses alami yang bisa diabaikan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan penyakit periodontal, teknik menyikat gigi yang terlalu keras, posisi gigi, dan berbagai faktor lain yang memengaruhi jaringan pendukung gigi.



Menjaga kebersihan mulut, menggunakan sikat gigi berbulu lembut, membersihkan sela gigi, serta menjalani pemeriksaan rutin dapat membantu menjaga kesehatan gusi. Jika gusi semakin menyusut atau disertai gejala lain, konsultasi dengan dokter gigi merupakan langkah tepat untuk mengetahui penyebab dan menentukan perawatan yang sesuai.

Tags