Rabu, 14 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kacang Hijau Mengandung Folat, Mengapa Zat Gizi Ini Penting bagi Tubuh?

Tata - Wednesday, 14 October 2026 | 06:17 PM

Background
Kacang Hijau Mengandung Folat, Mengapa Zat Gizi Ini Penting bagi Tubuh?

Kacang hijau merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang cukup mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Bahan pangan ini sering diolah menjadi bubur, minuman, isian kue, hingga berbagai hidangan tradisional. Selain memiliki rasa yang khas dan dapat diolah menjadi beragam makanan, kacang hijau juga menyediakan sejumlah zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Salah satu kandungan penting dalam kacang hijau adalah folat, yaitu vitamin B9 yang berperan dalam pembentukan sel dan pemeliharaan fungsi tubuh. Folat dibutuhkan untuk membantu proses pembentukan DNA, pembelahan sel, serta produksi sel darah merah yang normal.

Kebutuhan folat sering mendapat perhatian khusus pada masa kehamilan. Namun, zat gizi ini sebenarnya penting bagi semua kelompok usia karena tubuh terus melakukan pembaruan dan pembentukan sel. Lantas, apa saja fungsi folat dan bagaimana kacang hijau dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut?

1. Mengenal Folat yang Terkandung dalam Kacang Hijau

Folat merupakan vitamin yang larut dalam air dan termasuk dalam kelompok vitamin B. Zat gizi ini secara alami ditemukan dalam berbagai makanan, seperti kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, buah-buahan tertentu, serta beberapa jenis biji-bijian.

Kacang hijau termasuk sumber folat nabati yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Selain folat, kacang hijau juga mengandung protein nabati, serat, karbohidrat, dan sejumlah mineral yang membantu melengkapi kebutuhan gizi.



Jumlah folat dalam kacang hijau dapat berbeda-beda, bergantung pada varietas, kondisi bahan, cara penyimpanan, dan metode pengolahan. Karena itu, kandungannya tidak selalu sama pada setiap sajian.

Folat juga berbeda dengan asam folat. Folat merupakan istilah untuk bentuk vitamin B9 yang secara alami terdapat dalam makanan, sedangkan asam folat merupakan bentuk yang digunakan dalam suplemen dan banyak produk pangan fortifikasi. Keduanya berperan dalam memenuhi kebutuhan vitamin B9, meskipun bentuk dan cara tubuh memprosesnya tidak sepenuhnya sama.

2. Folat Membantu Pembentukan Sel Darah Merah

Salah satu fungsi penting folat adalah mendukung pembentukan sel darah merah. Sel darah merah bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke berbagai jaringan tubuh melalui hemoglobin.

Dalam proses pembentukan sel darah, tubuh memerlukan sejumlah zat gizi, termasuk folat dan vitamin B12. Keduanya berperan dalam pembelahan dan pematangan sel sehingga produksi sel darah dapat berlangsung dengan baik.

Jika tubuh kekurangan folat, pembentukan sel darah merah dapat terganggu. Salah satu kondisi yang dapat muncul adalah anemia megaloblastik, yaitu jenis anemia ketika sel darah merah yang terbentuk berukuran lebih besar dari normal dan tidak berkembang secara sempurna.



Anemia dapat menimbulkan keluhan seperti tubuh mudah lelah, lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, atau terlihat pucat. Namun, gejala tersebut tidak hanya disebabkan oleh kekurangan folat. Kekurangan zat besi, vitamin B12, dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat menyebabkan anemia.

Oleh karena itu, kacang hijau dapat membantu menambah asupan folat, tetapi mengonsumsinya saja tidak menjamin seseorang terbebas dari anemia. Penyebab anemia perlu diketahui agar penanganannya sesuai.

3. Mendukung Pembentukan DNA dan Pertumbuhan Sel

Tubuh manusia terus melakukan pembentukan dan perbaikan sel. Proses tersebut berlangsung di berbagai jaringan, termasuk kulit, saluran pencernaan, sumsum tulang, dan jaringan lainnya.

Folat berperan dalam proses metabolisme yang dibutuhkan untuk membentuk DNA, yaitu materi genetik yang membawa informasi untuk pertumbuhan dan fungsi sel. Vitamin ini juga membantu proses pembelahan sel yang diperlukan ketika tubuh membentuk sel baru.

Kebutuhan folat menjadi semakin penting pada masa pertumbuhan, ketika pembentukan sel berlangsung aktif. Anak-anak, remaja, orang dewasa, dan perempuan yang sedang hamil tetap memerlukan asupan folat sesuai kebutuhan masing-masing.



Kacang hijau dapat menjadi salah satu pilihan makanan untuk melengkapi asupan tersebut. Meski demikian, kebutuhan zat gizi tidak sebaiknya bergantung pada satu bahan pangan saja. Variasi makanan tetap diperlukan untuk mendapatkan vitamin, mineral, protein, dan zat gizi lain dalam jumlah yang sesuai.

4. Folat Sangat Penting pada Awal Kehamilan

Folat memiliki peran khusus selama masa kehamilan, terutama pada tahap awal perkembangan janin. Vitamin B9 diperlukan untuk membantu pembentukan tabung saraf, yaitu struktur awal yang kemudian berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang.

Tabung saraf terbentuk pada minggu-minggu pertama kehamilan, bahkan ketika sebagian perempuan belum menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Kekurangan folat pada periode ini dapat meningkatkan risiko terjadinya cacat tabung saraf pada janin.

Karena alasan tersebut, perempuan yang merencanakan kehamilan dianjurkan memperhatikan kecukupan folat sejak sebelum hamil. Pedoman kesehatan umumnya merekomendasikan asam folat sebanyak 400 mikrogram per hari bagi perempuan yang dapat hamil, dimulai setidaknya satu bulan sebelum kehamilan dan dilanjutkan pada awal kehamilan, sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Kacang hijau dapat membantu menambah asupan folat alami melalui makanan. Namun, kandungan folat dalam makanan tidak menggantikan anjuran suplementasi asam folat untuk pencegahan cacat tabung saraf. Dosis yang berbeda mungkin diperlukan pada kondisi tertentu, sehingga sebaiknya ditentukan oleh tenaga kesehatan.



5. Membantu Memenuhi Kebutuhan Gizi Harian

Folat dibutuhkan tubuh dalam jumlah relatif kecil dibandingkan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Walaupun demikian, perannya dalam pembentukan sel dan pemeliharaan fungsi tubuh membuat vitamin ini tidak boleh diabaikan.

Kacang hijau dapat menjadi salah satu sumber folat dalam menu sehari-hari. Bahan pangan ini juga mengandung protein nabati dan serat, sehingga dapat membantu melengkapi kebutuhan gizi apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam.

Kebutuhan folat orang dewasa umumnya sekitar 400 mikrogram setara folat makanan per hari. Kebutuhan tersebut dapat berbeda pada masa kehamilan dan menyusui maupun pada kelompok usia tertentu. Acuan kebutuhan gizi yang digunakan juga dapat berbeda menurut pedoman nasional.

Untuk memenuhi kebutuhan folat, seseorang tidak harus hanya mengandalkan kacang hijau. Sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan lain, buah-buahan, dan makanan yang diperkaya vitamin tertentu dapat menjadi pilihan tambahan.

Mengombinasikan beberapa sumber pangan akan membantu membuat pola makan lebih bervariasi sekaligus menyediakan zat gizi lain yang tidak selalu terdapat dalam jumlah cukup pada satu jenis makanan.



6. Apa Hubungan Folat dengan Fungsi Otak dan Sistem Saraf?

Folat turut berperan dalam berbagai proses biokimia yang dibutuhkan oleh sistem saraf. Vitamin ini membantu metabolisme satu karbon, yaitu rangkaian reaksi yang terlibat dalam pembentukan DNA dan pengolahan beberapa senyawa penting di dalam tubuh.

Folat juga berperan dalam metabolisme homosistein, yaitu asam amino yang terdapat dalam darah. Bersama vitamin B12 dan vitamin B6, folat membantu proses pengubahan homosistein menjadi senyawa lain yang dibutuhkan tubuh.

Kadar homosistein yang tinggi dapat ditemukan pada sejumlah kondisi, termasuk ketika asupan vitamin tertentu tidak memadai. Namun, hubungan antara kadar homosistein dan risiko penyakit tidak berarti bahwa mengonsumsi folat dalam jumlah besar otomatis mencegah semua gangguan otak atau saraf.

Karena itu, folat sebaiknya dipahami sebagai bagian dari kebutuhan gizi untuk mendukung fungsi normal tubuh. Menjaga kesehatan sistem saraf juga memerlukan pola makan seimbang, tidur yang cukup, aktivitas fisik, dan pengelolaan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

7. Apakah Mengonsumsi Kacang Hijau Bisa Mencegah Anemia?

Kacang hijau dapat membantu melengkapi asupan folat yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. Namun, anemia memiliki berbagai penyebab sehingga tidak semua kasus dapat dicegah atau ditangani hanya dengan mengonsumsi kacang hijau.



Salah satu penyebab anemia yang paling umum adalah kekurangan zat besi. Selain itu, kekurangan vitamin B12 atau folat, perdarahan, penyakit kronis, dan gangguan tertentu dalam pembentukan sel darah juga dapat memicu anemia.

Folat dan zat besi memiliki fungsi yang berbeda. Folat mendukung pembentukan DNA dan pematangan sel darah, sedangkan zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin yang mengangkut oksigen.

Meskipun kacang hijau mengandung sejumlah zat gizi, kebutuhan zat besi dan folat tidak selalu dapat terpenuhi hanya dari satu jenis makanan. Menu yang bervariasi dapat mencakup kacang-kacangan, sayuran, sumber protein, serta pangan lain yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Jika mengalami kelelahan berkepanjangan, pucat, sesak saat beraktivitas, atau pusing berulang, sebaiknya periksakan diri ke tenaga kesehatan. Pemeriksaan dapat membantu menentukan apakah keluhan berkaitan dengan anemia dan zat gizi apa yang perlu diperbaiki.

8. Cara Mengolah Kacang Hijau agar Tetap Bergizi

Kacang hijau dapat diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari bubur, sup, campuran nasi, hingga isian makanan. Cara pengolahan dapat memengaruhi tekstur dan sebagian kandungan zat gizinya, termasuk folat yang larut dalam air.



Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan saat menyiapkan kacang hijau.

Cuci sebelum dimasak. Bilas kacang hijau dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Pilih bahan yang kondisinya baik dan buang kacang yang berbau tidak normal atau menunjukkan tanda kerusakan.

Rendam jika diperlukan. Perendaman dapat membantu melunakkan kacang dan mempersingkat waktu memasak. Air rendaman sebaiknya dibuang dan kacang dibilas kembali sebelum dimasak.

Masak hingga matang. Kacang hijau sebaiknya dimasak sampai lunak dan matang sempurna. Proses pemasakan yang memadai juga membantu membuat kacang lebih mudah dikonsumsi.

Perhatikan penggunaan air. Karena folat larut dalam air, sebagian vitamin dapat berpindah ke air rebusan. Jika sesuai dengan resep dan keamanan pangan, cairan masakan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari hidangan, bukan langsung dibuang.



Batasi gula tambahan. Bubur kacang hijau sering dibuat dengan gula atau santan. Bahan tersebut boleh digunakan sesuai selera, tetapi jumlah gula tambahan sebaiknya disesuaikan agar hidangan tetap mendukung pola makan seimbang.

Tidak ada satu metode memasak yang menjamin seluruh folat tetap utuh. Lama pemanasan, jumlah air, dan cara pengolahan dapat memengaruhi kandungan akhirnya.

9. Apakah Bubur Kacang Hijau Sehat Dikonsumsi Setiap Hari?

Bubur kacang hijau dapat menjadi pilihan makanan yang bergizi karena menyediakan karbohidrat, protein nabati, serat, dan folat. Namun, nilai gizi hidangan sangat dipengaruhi oleh bahan tambahan serta ukuran porsinya.

Bubur yang dibuat dengan kacang hijau, air, dan sedikit gula memiliki komposisi berbeda dari bubur yang menggunakan banyak gula, santan kental, atau tambahan pemanis lainnya. Karena itu, manfaatnya perlu dilihat dari keseluruhan resep, bukan hanya dari keberadaan kacang hijau.

Mengonsumsi bubur kacang hijau secara rutin dapat menjadi bagian dari pola makan sehat apabila porsinya sesuai dan menu harian tetap beragam. Akan tetapi, makanan ini tidak perlu dijadikan satu-satunya sumber folat maupun sumber protein.



Untuk variasi, kacang hijau dapat dikombinasikan dengan sayuran, buah, biji-bijian, serta sumber protein lain. Dengan begitu, kebutuhan berbagai zat gizi dapat dipenuhi secara lebih seimbang.

10. Siapa yang Perlu Memperhatikan Asupan Folat?

Semua orang membutuhkan folat, tetapi perhatian khusus diperlukan pada kelompok tertentu yang memiliki kebutuhan lebih tinggi atau berisiko mengalami kekurangan.

Perempuan yang merencanakan kehamilan atau sedang hamil perlu memastikan kecukupan folat karena vitamin ini penting untuk perkembangan awal janin. Anak-anak dan remaja juga memerlukan asupan yang sesuai dengan tahap pertumbuhan mereka.

Orang yang pola makannya sangat terbatas, memiliki gangguan penyerapan zat gizi, atau mengalami kondisi kesehatan tertentu mungkin memerlukan penilaian lebih lanjut terkait kecukupan folat. Beberapa obat juga dapat memengaruhi metabolisme folat sehingga kebutuhan setiap orang tidak selalu sama.

Gejala kekurangan folat tidak dapat dipastikan hanya melalui keluhan fisik. Jika terdapat kecurigaan kekurangan vitamin atau anemia, tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan yang sesuai.



Mengonsumsi makanan sumber folat merupakan langkah yang baik, tetapi suplemen tidak selalu diperlukan oleh setiap orang. Penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan rekomendasi tenaga kesehatan, terutama apabila terdapat penyakit atau penggunaan obat rutin.

Kesimpulan

Kacang hijau merupakan salah satu sumber folat alami yang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin B9 sehari-hari. Folat berperan dalam pembentukan DNA, pembelahan sel, dan produksi sel darah merah. Zat gizi ini juga sangat penting pada awal kehamilan karena membantu mendukung perkembangan tabung saraf janin.

Meski demikian, kacang hijau bukan satu-satunya sumber folat dan tidak dapat menggantikan penanganan medis untuk anemia atau kondisi kesehatan lainnya. Mengonsumsi kacang hijau bersama makanan yang beragam, mengolahnya dengan tepat, serta membatasi gula tambahan dapat membantu menjadikannya bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Bagi perempuan yang merencanakan kehamilan, asupan folat dari makanan tetap perlu disertai perhatian terhadap rekomendasi asam folat. Dengan memahami fungsi folat dan memilih makanan yang bervariasi, kebutuhan zat gizi tubuh dapat lebih terjaga.