Mengapa Telur Bisa Mengapung saat Dimasukkan ke Dalam Air?
icaa - Wednesday, 14 October 2026 | 03:49 PM


Telur merupakan bahan makanan yang sering digunakan dalam berbagai hidangan. Selain mudah diolah, telur juga memiliki karakteristik menarik yang dapat diamati melalui percobaan sederhana, salah satunya dengan memasukkannya ke dalam wadah berisi air.
Dalam percobaan tersebut, telur bisa tenggelam ke dasar wadah, berdiri dengan salah satu ujung mengarah ke atas, atau justru mengapung di permukaan. Perbedaan ini sering menimbulkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam telur.
Fenomena tersebut berkaitan dengan massa jenis, yaitu perbandingan antara massa suatu benda dan volumenya. Selain itu, perubahan alami di dalam telur selama penyimpanan turut memengaruhi kemampuannya untuk mengapung.
1. Perbedaan Massa Jenis Membuat Telur Mengapung
Salah satu faktor utama yang menentukan apakah telur mengapung atau tenggelam adalah perbandingan massa jenis telur dengan massa jenis air.
Jika massa jenis rata-rata telur lebih besar daripada air, telur cenderung tenggelam. Sebaliknya, jika massa jenis rata-rata telur lebih kecil daripada air, telur dapat mengapung.
Ketika telur dimasukkan ke dalam air, air memberikan gaya apung yang mendorong telur ke atas. Apabila gaya apung tersebut mampu menyeimbangkan berat telur, telur dapat melayang atau mengapung.
Prinsip ini juga berlaku pada berbagai benda lain. Sebuah benda tidak hanya ditentukan oleh beratnya, tetapi juga oleh volume dan massa jenisnya dibandingkan dengan cairan tempat benda tersebut berada.
2. Mengapa Telur yang Sudah Lama Disimpan Bisa Mengapung?
Telur memiliki kantong udara kecil di bagian dalam cangkangnya. Seiring waktu, air dan karbon dioksida dari dalam telur dapat keluar melalui pori-pori cangkang, sementara udara masuk menggantikannya.
Akibat proses tersebut, kantong udara di dalam telur semakin membesar. Kandungan air yang berkurang juga dapat membuat massa telur menurun, sedangkan volumenya tidak berkurang dalam jumlah yang sama.
Perubahan ini dapat menurunkan massa jenis rata-rata telur. Jika massa jenisnya menjadi lebih rendah daripada air, telur bisa mengapung ketika dimasukkan ke dalam wadah.
Itulah sebabnya telur yang mengapung sering dikaitkan dengan usia penyimpanan yang lebih lama. Namun, kecepatan perubahan tersebut bergantung pada kondisi penyimpanan, termasuk suhu dan kelembapan.
3. Apa Arti Posisi Telur saat Dimasukkan ke Dalam Air?
Tes apung biasanya menghasilkan tiga kondisi yang mudah diamati. Masing-masing dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi telur.
Telur tenggelam dan berbaring di dasar wadah. Kondisi ini umumnya menunjukkan bahwa kantong udara di dalam telur masih relatif kecil. Telur tersebut cenderung lebih segar dibandingkan telur yang berdiri atau mengapung, tetapi hal ini tidak menjamin telur bebas dari bakteri.
Telur tenggelam tetapi berdiri dengan ujung mengarah ke atas. Posisi ini dapat terjadi ketika kantong udara di dalam telur sudah membesar. Telur mungkin telah disimpan lebih lama, meskipun belum tentu rusak.
Telur mengapung di permukaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa massa jenis rata-rata telur cukup rendah dibandingkan air. Telur tersebut biasanya sudah mengalami perubahan selama penyimpanan sehingga sebaiknya diperiksa lebih lanjut dan tidak langsung dianggap aman untuk dikonsumsi.
Dengan demikian, tes apung lebih tepat digunakan sebagai petunjuk mengenai kesegaran relatif telur, bukan sebagai pemeriksaan keamanan pangan yang pasti.
4. Apakah Telur yang Mengapung Pasti Busuk?
Tidak selalu. Telur yang mengapung umumnya telah mengalami perubahan lebih besar selama penyimpanan, tetapi posisi mengapung tidak secara langsung membuktikan bahwa telur sudah membusuk.
Sebaliknya, telur yang tenggelam juga belum tentu aman. Bakteri berbahaya, termasuk Salmonella, dapat terdapat pada telur tanpa membuat telur tersebut mengapung atau menunjukkan perubahan yang mudah dikenali.
Untuk memeriksa kondisi telur, pecahkan telur ke dalam wadah terpisah dan perhatikan apakah terdapat bau tidak biasa atau perubahan penampilan yang mencurigakan. Jika telur mengeluarkan bau busuk atau menunjukkan tanda kerusakan, jangan mengonsumsinya.
Namun, telur yang terlihat dan berbau normal pun tidak selalu bebas dari bakteri berbahaya. Karena itu, penyimpanan yang benar, kebersihan saat mengolah, serta memasak telur hingga matang merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko keracunan makanan.
5. Apakah Jenis Air Memengaruhi Kemampuan Telur Mengapung?
Ya, jenis air dapat memengaruhi hasil percobaan. Air biasa memiliki massa jenis tertentu, sedangkan air yang dicampur garam memiliki massa jenis lebih tinggi.
Ketika garam dilarutkan dalam air, massa air untuk volume tertentu meningkat. Akibatnya, gaya apung yang diberikan cairan terhadap telur juga dapat bertambah.
Jika konsentrasi garam cukup tinggi, telur yang awalnya tenggelam dalam air biasa bisa terangkat dan mengapung dalam air garam. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan benda untuk mengapung tidak hanya ditentukan oleh benda itu sendiri, tetapi juga oleh cairan di sekitarnya.
Percobaan ini dapat menjadi cara sederhana untuk memahami prinsip massa jenis dan gaya apung yang juga menjelaskan mengapa benda tertentu lebih mudah mengapung di air laut daripada di air tawar.
6. Cara Menyimpan Telur agar Tetap Berkualitas
Penyimpanan yang tepat membantu menjaga kualitas telur dan memperlambat perubahan selama penyimpanan. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:
- Simpan telur dalam lemari pendingin pada suhu yang stabil sesuai anjuran keamanan pangan setempat.
- Ikuti petunjuk penyimpanan pada kemasan, terutama untuk telur yang telah melalui proses pencucian atau penanganan khusus.
- Hindari membiarkan telur terlalu lama pada suhu ruang, khususnya jika sebelumnya sudah disimpan dalam keadaan dingin.
- Periksa kondisi cangkang dan buang telur yang retak atau menunjukkan tanda kerusakan.
- Masak telur hingga matang untuk membantu mengurangi risiko bakteri penyebab penyakit.
Selain itu, gunakan tanggal kedaluwarsa atau batas konsumsi pada kemasan sebagai salah satu panduan. Jangan hanya mengandalkan tes apung untuk memutuskan apakah telur masih layak dimakan.
Next News

Keju Bisa Memiliki Lubang, Mikroorganisme Apa yang Berperan?
in 6 hours

Mengapa Foto dari Kamera Depan Terkadang Terlihat Berbeda dari Pantulan Cermin?
in 5 hours

Bagaimana QR Code Bisa Menyimpan Banyak Informasi dalam Pola Kotak?
in 5 hours

Ikan Buntal Mengembangkan Tubuhnya saat Terancam, Apa Tujuannya?
in 5 hours

Mengapa Koneksi Wi-Fi Bisa Melemah saat Terhalang Dinding?
in 4 hours

Mengapa Kita Merasa Ingin Tidur setelah Makan dalam Porsi Besar?
in 4 hours

Mengapa Burung Merpati Bisa Menemukan Jalan Pulang dari Tempat yang Jauh?
in 4 hours

Batu Kerikil di Rel Kereta Api Bukan Sekadar Hiasan, Ini Fungsi Pentingnya
in 4 hours

Mengapa Sebagian Orang Lebih Suka Menyendiri setelah Bertemu Banyak Orang?
in 3 hours

Mengapa Kita Lebih Mudah Mengingat Kesalahan daripada Pujian?
in 3 hours





