Apa Itu Penyakit Autoimun? Saat Tubuh "Salah Kenal" dan Menyerang Dirinya Sendiri
RAU - Wednesday, 25 February 2026 | 06:26 AM


Sistem imun manusia dirancang untuk mengenali dan menghancurkan benda asing seperti bakteri, virus, dan racun. Namun pada kondisi tertentu, sistem ini mengalami gangguan regulasi sehingga tidak lagi mampu membedakan antara jaringan tubuh sendiri dan ancaman luar. Kondisi inilah yang disebut penyakit autoimun.
Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan secara keliru menyerang sel tubuh yang sehat. Respons imun ini bisa menyerang satu organ tertentu atau bahkan seluruh sistem tubuh.
Bagaimana Sistem Imun Bisa "Salah Kenal"?
Secara normal, tubuh memiliki mekanisme yang disebut self-tolerance, yaitu kemampuan sistem imun untuk mengenali jaringan tubuh sendiri sebagai sesuatu yang aman.
Sel T dan sel B — dua komponen utama sistem imun — melalui proses seleksi ketat di sumsum tulang dan timus agar tidak menyerang diri sendiri.
Namun jika proses ini terganggu, maka terbentuklah autoantibodi, yaitu antibodi yang menyerang sel tubuh sendiri.
Ahli imunologi dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases menjelaskan bahwa faktor genetik, infeksi tertentu, paparan lingkungan, hingga perubahan hormon dapat memicu gangguan toleransi imun ini.
Faktor Risiko Autoimun
Penelitian menunjukkan beberapa faktor yang berperan:
•Genetik – Riwayat keluarga meningkatkan risiko.
•Hormon – Banyak penyakit autoimun lebih sering terjadi pada wanita, menunjukkan peran hormon estrogen.
•Infeksi virus/bakteri – Beberapa infeksi dapat memicu respons imun berlebihan.
•Lingkungan – Paparan polusi atau bahan kimia tertentu.
•Stres kronis – Dapat memengaruhi regulasi imun.
Menurut laporan dari World Health Organization, penyakit autoimun kini menjadi salah satu penyebab utama morbiditas kronis di dunia, dengan angka kejadian yang terus meningkat.
Contoh Penyakit Autoimun
Beberapa contoh yang cukup dikenal:
•Rheumatoid arthritis
•Lupus
•Psoriasis
•Multiple sclerosis
•Diabetes tipe 1
•Hashimoto thyroiditis
Setiap penyakit memiliki target organ yang berbeda. Misalnya, pada diabetes tipe 1, sistem imun menyerang sel beta pankreas yang memproduksi insulin.
Apakah Autoimun Bisa Sembuh?
Sebagian besar penyakit autoimun bersifat kronis dan belum memiliki obat yang benar-benar menyembuhkan. Namun terapi modern dapat mengontrol peradangan dan menekan aktivitas sistem imun agar gejala terkendali.
Pengobatan biasanya meliputi:
•Kortikosteroid
•Obat imunosupresan
•Terapi biologis (biologic agents)
Menurut para ahli dari Johns Hopkins Medicine, pendekatan terapi kini semakin personal dan disesuaikan dengan profil imun pasien.
Kenapa Penting Deteksi Dini?
Karena gejala autoimun sering tidak spesifik — seperti lelah berkepanjangan, nyeri sendi, atau ruam — banyak kasus terlambat terdiagnosis. Padahal deteksi dini dapat mencegah kerusakan organ permanen.
Next News

Bekam: Terapi Kuno yang Masih Bertahan, Bagaimana Menurut Sains?
7 hours ago

Waspada!Perut Buncit Bukan Hanya Sekadar Lemak Biasa.
7 hours ago

Kaum Jompo Wajib Tahu: Beda Neurobion Biru dan Neurobion Forte
in 5 hours

Manfaat Air Rebusan Kacang Hijau: Minuman Sehat Alami yang Murah dan Kaya Nutrisi
in 5 hours

Semut Punya Otak Nggak? Fakta Mengejutkan tentang Kecerdasan Si Kecil yang Super Jenius
in 5 hours

Jus Rambutan: Minuman Lokal yang Segar, Manis Alami, dan Kaya Manfaat
in 5 hours

Dilema Pilih Baju Bukber? Intip Tren Fashion Ramadan Terbaru
in 3 hours

Jangan Tertipu Kulit Mulus! Cek Cara Pilih Alpukat Ini
in 3 hours

Manfaat Lemon: Benaran Sehat atau Cuma Biar Instagrammable?
in 3 hours

Fisioterapi: Bukan Sekadar Pijat, Tapi Ilmu Pemulihan Fungsi Tubuh
2 hours ago





