Alexander Fleming – Ilmuwan Penemu Antibiotik Penyelamat Jutaan Nyawa
RAU - Wednesday, 11 March 2026 | 08:52 PM


Dalam sejarah ilmu kedokteran, sedikit penemuan yang memiliki dampak sebesar antibiotik. Sebelum adanya antibiotik, infeksi bakteri sederhana sering kali berujung pada kematian.
Luka kecil, radang paru-paru, hingga infeksi setelah operasi dapat menjadi sangat berbahaya karena belum ada obat yang efektif untuk membunuh bakteri.
Situasi ini mulai berubah ketika seorang ilmuwan bernama Alexander Fleming menemukan penisilin, obat yang kemudian dikenal sebagai antibiotik pertama di dunia.
Penemuan ini membuka era baru dalam dunia Microbiology dan Medicine.
*Awal Kehidupan Alexander Fleming*
Alexander Fleming lahir pada 6 Agustus 1881 di daerah pedesaan di Ayrshire, Scotland.
Ia berasal dari keluarga petani sederhana. Sejak kecil Fleming dikenal sebagai anak yang cerdas dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Skotlandia, Fleming melanjutkan studi kedokteran di St Mary's Hospital Medical School di London.
Di sanalah minatnya terhadap bakteri dan penyakit menular mulai berkembang.
*Penelitian tentang Bakteri*
Pada awal abad ke-20, para ilmuwan mulai memahami bahwa banyak penyakit disebabkan oleh bakteri.
Fleming bekerja sebagai peneliti di laboratorium yang mempelajari mikroorganisme penyebab penyakit.
Ia sangat tertarik pada bagaimana bakteri dapat menyebabkan infeksi dan bagaimana cara menghentikannya.
Salah satu penelitian awalnya menghasilkan penemuan lysozyme, enzim alami dalam tubuh yang mampu menghancurkan beberapa jenis bakteri.
Penemuan ini menjadi langkah awal menuju penelitian yang lebih besar.
Pada tahun 1928, Fleming melakukan penelitian di laboratorium mengenai bakteri.
Suatu hari ia menemukan sesuatu yang tidak biasa pada salah satu cawan petri yang berisi kultur bakteri.
Jamur telah tumbuh di dalam cawan tersebut dan di sekeliling jamur itu bakteri tidak dapat berkembang.
Jamur tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Penicillium notatum.
Fleming menyadari bahwa jamur tersebut menghasilkan zat yang mampu membunuh bakteri. Zat itu kemudian ia beri nama Penicillin.
Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam dunia kedokteran.
*Revolusi Antibiotik*
Pada awalnya penemuan Fleming belum langsung dimanfaatkan secara luas.
Baru pada tahun 1940-an para ilmuwan lain berhasil mengembangkan metode produksi penisilin dalam jumlah besar.
Antibiotik ini kemudian digunakan secara luas selama World War II untuk mengobati infeksi pada tentara yang terluka.
Penisilin terbukti sangat efektif dalam mengatasi berbagai penyakit bakteri seperti:
•pneumonia
•infeksi luka
•sifilis
•infeksi kulit
Sejak saat itu, antibiotik menjadi bagian penting dalam pengobatan modern.
*Penghargaan Nobel*
Berkat penemuannya yang luar biasa, Alexander Fleming menerima penghargaan tertinggi dalam dunia ilmu pengetahuan.
Pada tahun 1945, ia dianugerahi Nobel Prize in Physiology or Medicine bersama dua ilmuwan lain yang membantu mengembangkan produksi penisilin.
Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam menyelamatkan jutaan nyawa manusia.
Next News

Tahu vs Tempe, Mana yang Lebih Bergizi?
6 hours ago

Tanda Skin Barrier Rusak yang Sering Disalahartikan sebagai Kulit Kusam
6 hours ago

Sunscreen adalah Skincare Anti-Aging Terbaik.Ini Alasannya
7 hours ago

Dulu dari Batu, Kini Super Empuk: Sejarah Bantal yang Jarang Diketahui
7 hours ago

Kunci Punya Nyawa? Simak Alasan Benda Kecil Ini Suka Sembunyi
in 5 hours

Posisi Tidur dan Dampaknya pada Kesehatan Tubuh
7 hours ago

Kolagen: Lebih Efektif yang Diminum atau Dioles?
7 hours ago

Kenapa Umur 35 Kelihatan Lebih Muda dari Umur 20? Ini Alasannya
in 5 hours

Cara Mudah Bikin Teras Rumah Estetik Hanya dengan Tanaman
in 5 hours

Hati-Hati! Tidak Semua Ikan Baik untuk Kesehatan, Ini Jenis yang Sebaiknya Dibatasi
in 5 hours





