Alasan Ilmiah Mengapa Pusar Jadi Bagian Tubuh Paling Kotor
Tata - Wednesday, 29 April 2026 | 01:25 PM


Kenapa Pusar Manusia Bisa Lebih Jorok dari Toilet? Yuk, Intip "Hutan Rimba" di Perut Lo
Pernah nggak sih, pas lagi asyik rebahan sambil main HP, jari lo nggak sengaja mampir ke pusar? Terus, secara refleks, lo cium bau jarinya? Jujur aja deh, bau pusar itu punya aroma yang khas banget—yang kalau boleh jujur, aromanya jauh dari bau parfum mahal. Malah, kadang baunya kayak keju basi yang sudah lewat masa kedaluwarsanya. Nah, kalau lo pernah merasa "kok bau banget ya?", tenang, lo nggak sendirian. Soalnya, secara ilmiah, pusar kita itu memang salah satu tempat paling "meriah" sekaligus paling jorok di tubuh manusia.
Bahkan nih, ada penelitian yang bilang kalau jumlah bakteri di pusar itu bisa lebih banyak dan lebih bervariasi daripada yang ada di dudukan toilet. Bayangin, kita selama ini sibuk nyikat kamar mandi pakai cairan pembersih yang paling ampuh, eh ternyata di perut sendiri ada "ekosistem" yang lebih liar. Kok bisa sih? Mari kita bedah pelan-pelan sambil ngopi, biar nggak kaget-kaget amat sama fakta tubuh sendiri.
Selamat Datang di Proyek Biodiversitas Pusar
Kisah tentang betapa joroknya pusar ini bukan sekadar mitos atau omongan tongkrongan belaka. Ada tim peneliti dari North Carolina State University yang pernah iseng—tapi serius—ngadain proyek namanya "Belly Button Biodiversity". Mereka mengambil sampel dari 60 orang relawan buat melihat apa aja sih yang hidup di dalam lubang kecil itu. Hasilnya? Gila banget. Mereka menemukan total sekitar 2.368 spesies bakteri yang berbeda.
Buat kasih lo gambaran, rata-rata satu orang punya sekitar 67 jenis bakteri yang nongkrong di pusarnya. Bahkan, ada satu relawan yang di pusarnya ditemukan bakteri yang biasanya cuma ada di tanah Jepang, padahal si orang ini seumur hidupnya nggak pernah ke Jepang apalagi makan tanah di sana. Ini membuktikan kalau pusar itu semacam "hutan rimba" tersembunyi yang menyimpan rahasia mikrobiologi yang luar biasa kompleks. Kalau toilet rumah lo dibersihin tiap hari, pusar lo mungkin baru dapet perhatian kalau aromanya sudah mulai "memanggil".
Kenapa Pusar Jadi Tempat Favorit Bakteri?
Pusar itu ibarat jalan buntu yang nggak ada ventilasinya. Bentuknya yang masuk ke dalam (buat yang pusarnya bodong, mungkin ceritanya sedikit beda, tapi tetep aja jorok) bikin dia jadi tempat penampungan yang sempurna. Apa aja yang tertampung di sana? Mulai dari keringat, sel kulit mati, sisa sabun yang nggak dibilas bersih, sampai serat-serat halus dari baju yang lo pakai. Semuanya numpuk jadi satu di sana.
Kombinasi antara tempat yang lembap, hangat, dan gelap itu adalah "surga dunia" buat kuman dan bakteri. Mereka nggak perlu bayar sewa, tinggal makan dari sel kulit mati lo, lalu berkembang biak dengan riang gembira. Makanya, jangan heran kalau ada bau-bau nggak sedap. Bau itu sebenarnya adalah gas hasil metabolisme para bakteri yang lagi asyik "pesta pora" di pusar lo. Semakin jarang dibersihkan, semakin meriah pestanya, dan semakin semerbak pula aromanya.
Perbandingan dengan Toilet: Kenapa Kita Lebih Takut Toilet?
Lucunya, secara psikologis kita lebih jijik kalau harus pegang dudukan toilet umum daripada pegang pusar sendiri. Padahal, secara rutin dudukan toilet itu kena disinfektan. Sementara pusar? Mungkin terakhir kali kena gosokan sabun yang bener-bener niat adalah pas kita masih dimandiin sama nyokap waktu TK. Selebihnya, kita cuma berharap air sabun dari badan bakal luntur dan masuk ke pusar secara otomatis. Padahal nggak sesederhana itu, kawan.
Toilet memang tempat buang kotoran, tapi bakteri di sana biasanya jenisnya lebih terbatas dan lingkungan toilet cenderung kering kalau nggak dipakai. Pusar lo? Dia lembap 24 jam sehari. Jadi, secara teknis, kalau lo lebih rajin nyikat toilet daripada bersihin pusar, ya selamat, lo punya "pabrik bakteri" yang lo bawa ke mana-mana tepat di tengah-tengah perut lo.
Jangan Asal Ngorek, Ada Etikanya!
Setelah baca ini, mungkin lo langsung pengen lari ke kamar mandi terus ngorek pusar pakai jari atau cotton bud. Eits, santai dulu. Pusar itu area yang sensitif karena kulit di sana tipis dan dekat sama organ dalam (walaupun secara anatomis pusar itu cuma bekas luka tali pusat yang sudah menutup). Kalau lo ngoreknya terlalu semangat atau pakai benda tajam, yang ada malah iritasi atau infeksi.
Pernah denger istilah "omphalolith" atau batu pusar? Itu adalah kondisi di mana kotoran di pusar mengeras sampai kayak batu karena saking lamanya nggak dibersihkan. Kalau sudah sampai tahap ini, biasanya harus dibawa ke dokter karena kalau dicabut paksa sendiri bisa berdarah dan infeksi. Jadi, cara paling bener adalah pakai baby oil atau minyak zaitun. Tetesin dikit, diemin biar kotorannya melunak, baru pelan-pelan dibersihin pakai cotton bud yang lembut. Jangan main hajar pakai kuku panjang, ya! Ingat, ini pusar, bukan lubang kunci motor yang macet.
Syukuri Pusarmu, Tapi Jangan Dicuekin
Pusar mungkin cuma lubang kecil yang sering kita abaikan keberadaannya. Kita sibuk skin care-an muka biar glowing, atau rajin pakai body lotion biar kulit tangan lembut, tapi sering lupa kalau ada "hutan tropis" di perut yang juga butuh perhatian. Memang sih, kebanyakan bakteri di pusar itu nggak berbahaya, malah beberapa di antaranya melindungi kita dari patogen luar yang lebih jahat. Tapi ya tetap aja, kebersihan itu sebagian dari iman, dan sebagian lagi biar lo nggak malu pas lagi ganti baju di depan orang lain.
Jadi, mulai sekarang, setiap kali lo mandi, jangan cuma fokus ke ketiak atau bagian tubuh yang kelihatan aja. Kasih sedikit cinta buat pusar lo. Gosok pelan, pastiin nggak ada serat baju yang nyangkut, dan keringkan setelah mandi. Dengan begitu, lo nggak perlu lagi merasa insecure kalau tiba-tiba jari lo nggak sengaja mampir ke sana. Karena sejujurnya, punya pusar yang bersih itu adalah bentuk self-love yang paling underrated. Yuk, mulai cek pusar masing-masing sekarang!
Next News

10 Makanan Kaya Mineral: Biar Tubuh Gak Cuma Berisi Harapan Kosong
in 6 hours

Sebenarnya Matahari Itu Warna Apa? Bukan Kuning, Ini Fakta Ilmiahnya!
in 6 hours

Penyebab Pandangan Gelap Saat Berdiri Setelah Lama Jongkok
in 6 hours

Kenapa Behel Murah Sering Menyebabkan Infeksi Gusi? Ini Perbedaannya dengan Behel Berkualitas
in 6 hours

Fakta Unik! Alasan Ikan Laut Tidak Otomatis Asin Saat Ditangkap
in 6 hours

Kenapa Baterai HP Cepat Habis Padahal Jarang Dipakai?
in 5 hours

Kenapa Angka 0 Sampai 9 Bentuknya Seperti Itu? Ini Jawabannya
in 5 hours

Benarkah Manusia Hanya Punya 5 Indera?
in 5 hours

7 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin C, Bisa Bikin Mudah Lelah dan Gusi Berdarah
in 5 hours

Bahasa yang Paling Banyak digunakan Manusia
in 5 hours





