Rabu, 29 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Bahasa yang Paling Banyak digunakan Manusia

Liaa - Wednesday, 29 April 2026 | 12:05 PM

Background
Bahasa yang Paling Banyak digunakan Manusia

Bicara Soal Bahasa: Siapa Sih yang Paling Berisik di Muka Bumi Ini?

Bayangkan lo lagi terdampar di tengah bandara internasional yang super sibuk, katakanlah di Dubai atau Changi. Di sekeliling lo, ada ribuan orang lalu lalang dengan suara-suara yang kedengarannya kayak musik tapi lo nggak ngerti liriknya. Ada yang nadanya naik turun kayak lagi nyanyi, ada yang kedengarannya tegas banget kayak lagi marahin orang, sampai ada yang lembut banget seolah lagi bisik-bisik rahasia negara. Di momen itu, lo mungkin kepikiran: dari ribuan bahasa yang ada di dunia ini, mana sih yang sebenarnya paling sering dipakai buat ngobrol, nanya jalan, atau sekadar mesen kopi?

Dunia kita ini luas banget, tapi uniknya, kita makin ke sini makin terkoneksi. Dan jembatan utamanya ya bahasa. Tapi jangan salah kaprah dulu. Menentukan bahasa mana yang paling banyak digunakan itu nggak sesimpel ngitung jumlah penduduk satu negara terus selesai. Ada dua kategori besar di sini: penutur asli (native speakers) dan total penutur (termasuk yang belajar bahasa itu sebagai bahasa kedua). Jadi, mari kita bedah satu-satu biar nggak makin penasaran kayak nungguin balasan chat dari gebetan.

Bahasa Inggris: Si Penguasa Default Settings

Oke, kita mulai dari yang paling jelas dulu. Bahasa Inggris. Kalau dunia ini adalah sebuah video game, bahasa Inggris itu ibarat "default settings"-nya. Mau lo pergi ke pelosok Islandia atau nyasar di gang-gang sempit Tokyo, kemungkinan besar lo bakal nyari orang yang bisa bahasa Inggris buat minta tolong. Saat ini, ada sekitar 1,5 miliar orang yang bisa bahasa Inggris. Gila, kan? Itu hampir seperlima penduduk bumi.

Tapi yang lucu, penutur aslinya cuma sekitar 380-an juta jiwa. Sisanya? Ya orang-orang kayak kita yang belajar lewat kursus, nonton film Hollywood tanpa subtitle, atau gara-gara keseringan dengerin lagu Taylor Swift. Bahasa Inggris menang telak bukan karena jumlah bayinya paling banyak, tapi karena pengaruh budayanya yang masif banget. Dari teknologi, bisnis internasional, sampai meme di internet, semuanya pakai bahasa Inggris. Bisa dibilang, bahasa ini adalah paspor paling ampuh buat keliling dunia tanpa harus takut mati gaya.

Mandarin: Kekuatan Angka yang Nggak Ada Lawannya

Kalau bahasa Inggris menang di "penyebaran", Mandarin menang telak di "jumlah kepala". Kalau lo cuma ngitung penutur asli atau native speakers, Mandarin adalah rajanya tanpa perdebatan. Ada sekitar 900 juta sampai 1,1 miliar orang yang ngomong Mandarin sebagai bahasa ibu mereka. Bayangin, itu hampir satu miliar orang ngomong bahasa yang sama sejak mereka masih bayi.



Kenapa bisa sebanyak itu? Ya jelas, penduduk China emang populasinya nggak main-main. Tapi bukan cuma di China daratan aja, komunitas diaspora China itu ada di mana-mana, dari Singapura sampai Glodok. Belajar Mandarin itu tantangan tersendiri buat orang luar karena sistem nadanya yang bikin pusing. Salah nada dikit, arti kata "ibu" bisa berubah jadi "kuda". Kan nggak lucu ya pas mau puji ibu teman malah dikira ngatain hewan. Tapi seiring makin kuatnya ekonomi China, sekarang makin banyak orang yang rela berdarah-darah belajar Mandarin demi urusan cuan.

Hindi: Raksasa dari Asia Selatan

Jangan lupain India. Dengan populasi yang sekarang katanya sudah menyalip China, bahasa Hindi jadi salah satu bahasa paling dominan di planet ini. Ada sekitar 600 juta orang yang menggunakan bahasa ini. Uniknya, di India sendiri bahasa itu beragam banget, tapi Hindi tetap jadi bahasa pemersatu di sana, selain bahasa Inggris tentu saja.

Gue rasa, salah satu faktor yang bikin Hindi makin populer ya lewat Bollywood. Siapa sih yang nggak kenal Shah Rukh Khan? Lewat film-film India yang penuh drama dan tarian itu, bahasa Hindi jadi terasa lebih akrab di telinga orang luar. Meskipun kita mungkin cuma tau kata "Achari" atau "Tumhi Ho", pengaruh budayanya bener-bener nyata.

Spanyol: Bahasa yang Penuh Vibes dan Gairah

Nah, kalau lo suka dengerin lagu-lagu kayak Despacito atau nonton serial Money Heist (La Casa de Papel), lo pasti ngerasa bahasa Spanyol itu kedengarannya keren banget. Bahasa ini digunakan oleh sekitar 550 juta orang. Yang bikin bahasa Spanyol menarik adalah penyebarannya yang luas banget di benua Amerika, mulai dari Meksiko sampai ujung Argentina.

Berkat sejarah kolonisasi Spanyol dulu, bahasa ini jadi bahasa resmi di puluhan negara. Buat para traveler, menguasai bahasa Spanyol itu kayak punya kunci buat masuk ke pesta yang nggak pernah berakhir di Amerika Latin. Bahasanya relatif lebih gampang dipelajari dibanding Mandarin buat kita yang udah biasa pakai alfabet latin, dan jujur aja, ngomong pakai bahasa Spanyol itu otomatis nambah level kegantengan atau kecantikan lo sekitar 20 persen, vibes-nya dapet banget!



Lalu, Di Mana Posisi Bahasa Indonesia?

Ini nih yang sering kita lupain. Kita sering minder dan ngerasa bahasa kita nggak penting-penting amat di mata dunia. Padahal, kalau kita gabungin antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu, kita itu masuk dalam jajaran elit lho! Secara total, ada sekitar 200 sampai 300 juta penutur bahasa Melayu-Indonesia di seluruh dunia.

Kita emang belum jadi bahasa global kayak Inggris, tapi bahasa Indonesia itu unik karena dianggap sebagai salah satu bahasa yang paling mudah dipelajari buat orang asing. Nggak ada perubahan kata kerja berdasarkan waktu (tenses), nggak ada gender untuk benda, dan pelafalannya konsisten. Di beberapa universitas di Australia dan Jepang, bahasa kita bahkan jadi salah satu mata kuliah yang populer. Jadi, jangan terlalu minder kalau lo cuma jago bahasa Indonesia, karena secara teknis, lo bagian dari ratusan juta orang yang punya suara cukup besar di kancah global.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Angka

Pada akhirnya, bahasa itu bukan cuma soal siapa yang paling banyak pengikutnya kayak followers di Instagram. Bahasa itu soal koneksi, soal gimana kita memahami rasa sedih, senang, dan harapan orang lain yang mungkin tinggal beribu-ribu kilometer dari kita. Mempelajari bahasa baru itu bukan cuma soal nambah skill di CV, tapi soal membuka jendela baru di kepala kita.

Dunia mungkin didominasi oleh bahasa Inggris dan Mandarin, tapi tiap bahasa punya "jiwa"-nya masing-masing. Jadi, apa bahasa selanjutnya yang mau lo pelajari? Mau yang buat cari kerja, buat gaya-gayaan, atau buat PDKT sama orang di luar sana? Apa pun pilihannya, yang penting jangan sampai kita kehilangan kemampuan buat berkomunikasi dengan hati, karena itu adalah bahasa yang paling dimengerti oleh semua manusia, terlepas dari apa pun bahasa ibu mereka.