Senin, 25 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Alasan Bau Buku Baru Terasa Menenangkan dan Membuat Ketagihan

Laila - Monday, 25 May 2026 | 07:05 PM

Background
Alasan Bau Buku Baru Terasa Menenangkan dan Membuat Ketagihan

Aroma Kertas dan Tinta: Alasan Bau Buku Baru Terasa Menenangkan dan Membuat Ketagihan

Bagi sebagian orang, membeli buku baru bukan hanya tentang membaca isi di dalamnya. Ada satu kebiasaan yang sering dilakukan tanpa sadar, yakni mencium aroma khas dari halaman buku yang baru dibuka. Sensasi perpaduan aroma kertas, tinta, dan lem tersebut kerap memberikan rasa nyaman dan menenangkan.

Fenomena ini ternyata bukan sekadar kebiasaan unik para pecinta buku. Dalam dunia literasi, kondisi tersebut dikenal dengan istilah bibliosmia, yaitu ketertarikan seseorang terhadap aroma buku, baik buku baru maupun buku lama.

Aroma Buku Berasal dari Reaksi Kimia

Aroma khas buku baru sebenarnya berasal dari senyawa kimia yang terkandung dalam bahan pembuat buku. Kertas, tinta, dan perekat mengandung senyawa organik yang mudah menguap atau Volatile Organic Compounds (VOCs).

Kertas dibuat dari bubur kayu yang mengandung selulosa dan lignin. Lignin memiliki struktur kimia yang serupa dengan vanilin sehingga dapat menghasilkan aroma manis menyerupai vanila atau almond.

Selain itu, tinta cetak modern mengandung pelarut kimia tertentu yang menguap saat terkena udara. Aroma inilah yang sering diasosiasikan sebagai bau "buku baru". Perekat atau lem jilid buku juga memberikan kontribusi terhadap aroma khas tersebut.



Perpaduan ketiga elemen itu menciptakan karakter aroma yang berbeda pada setiap buku, tergantung jenis kertas, tinta, hingga proses produksinya.

Hubungan Aroma Buku dengan Emosi

Secara ilmiah, indra penciuman manusia memiliki hubungan langsung dengan sistem limbik pada otak, yaitu bagian yang mengatur emosi dan memori. Karena itu, aroma tertentu dapat memunculkan kenangan maupun perasaan nyaman.

Ketika seseorang mencium aroma buku baru, otak tidak hanya memproses bau yang terhirup, tetapi juga mengaitkannya dengan pengalaman positif seperti belajar, relaksasi, atau nostalgia masa kecil. Hal tersebut dapat memicu pelepasan dopamin yang menimbulkan rasa senang dan nyaman.

Bagi sebagian orang, aroma buku bahkan menjadi bentuk relaksasi sederhana untuk mengurangi stres dan memberikan efek menenangkan.

Perbedaan Aroma Buku Baru dan Buku Lama

Perdebatan mengenai aroma buku baru dan buku lama juga sering muncul di kalangan pecinta buku. Buku lama memiliki aroma yang lebih kompleks akibat proses degradasi kimia pada kertas.



Seiring waktu, lignin pada kertas akan terurai dan menghasilkan senyawa seperti furfural yang memunculkan aroma menyerupai cokelat, kayu, atau almond. Karena itu, perpustakaan tua sering memiliki aroma khas yang berbeda dibanding toko buku modern.

Sementara itu, buku baru menawarkan aroma yang lebih segar dan bersih sehingga banyak disukai generasi pembaca saat ini.

Sensasi yang Tidak Bisa Digantikan Buku Digital

Meski teknologi digital semakin berkembang melalui e-book dan perangkat baca elektronik, pengalaman membaca buku fisik masih memiliki daya tarik tersendiri. Selain melihat dan menyentuh halaman buku, aroma khas yang muncul menjadi bagian penting dari pengalaman membaca.

Bagi banyak orang, membaca buku fisik bukan sekadar aktivitas memperoleh informasi, tetapi juga pengalaman emosional dan sensorik yang lengkap.

Kesimpulan

Ketertarikan terhadap aroma buku baru merupakan hal yang wajar dan memiliki penjelasan ilmiah. Perpaduan senyawa kimia dari kertas, tinta, dan perekat berpadu dengan respons emosional manusia sehingga menciptakan sensasi nyaman dan menenangkan.



Tidak heran jika aroma buku baru masih menjadi salah satu hal yang dirindukan para pecinta buku, bahkan di tengah perkembangan era digital.