7 Dampak Terkini Ekonomi Global Akibat Perang AS-Israel vs Iran
Nanda - Friday, 10 April 2026 | 02:53 PM


Konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran terus menimbulkan gejolak di pasar global. Meski situasi di lapangan masih memanas, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang tersebut "hampir selesai". Pernyataan ini langsung memengaruhi pergerakan harga energi dan pasar keuangan dunia.
Berikut sejumlah dampak ekonomi yang terjadi akibat konflik tersebut:
1. Harga Minyak Berbalik Turun
Harga minyak dunia sebelumnya melonjak tajam hingga menyentuh level US$119 per barel pada awal pekan. Namun, setelah pernyataan Trump mengenai potensi meredanya konflik, harga minyak langsung terkoreksi.
Minyak Brent sempat mencapai US$119,50 per barel sebelum akhirnya turun ke kisaran US$92,45. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah ke sekitar US$88,65 per barel. Pelaku pasar menilai risiko gangguan pasokan energi kemungkinan tidak berlangsung lama.
2. Bursa Saham Amerika Menguat
Pasar saham Amerika Serikat merespons positif pernyataan tersebut. Indeks-indeks utama di Wall Street yang sebelumnya tertekan oleh sentimen geopolitik berbalik menguat.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik sekitar 0,5 persen ke level 47.740,80 setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan.
3. AS Longgarkan Sanksi Minyak
Presiden Trump juga mengumumkan rencana pencabutan sejumlah sanksi terkait sektor minyak guna menekan harga energi. Kebijakan ini disebut-sebut berkaitan dengan ekspor minyak Rusia sebagai upaya menstabilkan pasar global.
4. Bursa Asia Ikut Pulih
Sentimen positif turut menjalar ke Asia. Indeks Kospi di Korea Selatan melonjak lebih dari 5 persen pada awal perdagangan, sementara Nikkei 225 di Jepang menguat lebih dari 3 persen sebelum kembali terkoreksi tipis.
5. G7 Siapkan Opsi Cadangan Minyak
Negara-negara anggota G7 mulai membahas langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasar energi. Meski belum memutuskan pelepasan cadangan minyak strategis, opsi tersebut tetap terbuka jika kondisi memburuk.
Para menteri energi G7 dijadwalkan melanjutkan koordinasi guna merespons dampak konflik terhadap suplai global.
6. Gangguan Transportasi dan Perdagangan
Ketegangan juga berdampak pada jalur logistik internasional, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang menjadi lintasan sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.
Beberapa maskapai Eropa memperpanjang pembatalan penerbangan ke wilayah Timur Tengah. Perusahaan pelayaran internasional juga mengurangi aktivitas ekspor dari kawasan Teluk akibat meningkatnya risiko keamanan.
7. Negara-Negara Batasi Harga BBM
Sejumlah negara mulai menerapkan kebijakan darurat untuk menahan lonjakan harga bahan bakar. Beberapa pemerintah di Eropa dan Asia memberlakukan pembatasan harga BBM.
China dilaporkan meminta kilang utama menahan ekspor produk energi, sementara Jepang menyiapkan opsi pelepasan cadangan minyak nasional jika situasi memburuk. Langkah serupa juga ditempuh sejumlah negara lain guna menjaga stabilitas pasokan domestik.
Next News

Bagaimana Piramida Mesir Dibangun Tanpa Alat Berat? Mengungkap Teknologi Hebat Peradaban Kuno
4 hours ago

Liburan ke Swiss? Jangan Lewatkan 9 Tempat Indah Ini
4 hours ago

Sejarah Taj Mahal: Kisah Cinta Shah Jahan dan Mumtaz Mahal yang Menjadi Warisan Dunia
5 hours ago

Yordania Kecam Langkah Israel Menyita Properti Wakaf di Sekitar Masjid Al-Aqsa
7 days ago

Sleepy Hollow Nyata di Kazakhstan, Warga Bisa Tidur Berhari-hari
10 days ago

Mengapa India Sering Disebut Vrindavan? Ini Sejarah dan Fakta Menariknya
13 days ago

7 Fakta Menarik Kekaisaran Mughal, Kerajaan Islam Terbesar di India
14 days ago

Kamis, BMKG: Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan
16 days ago

10 Destinasi Wisata Turki Paling Ikonik, Perpaduan Pesona Eropa dan Asia yang Memukau
18 days ago

7 Festival Unik di Eropa yang Paling Ikonik, dari Perang Tomat hingga Pesta Viking
20 days ago





