5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Gigi Sedang Sakit
Nanda - Wednesday, 01 April 2026 | 07:44 AM


Sakit gigi bukan sekadar rasa tidak nyaman. Nyeri bisa berasal dari gigi berlubang, infeksi gusi, abses, gigi retak, hingga peradangan saraf. Dalam situasi seperti ini, keputusan yang diambil dalam beberapa jam pertama sangat menentukan. Sayangnya, ada sejumlah kebiasaan yang justru memperburuk keadaan.
1. Mengabaikan Nyeri dan Menunda ke Dokter
Banyak orang berharap sakit gigi akan hilang sendiri. Padahal, dalam banyak kasus, nyeri adalah tanda infeksi atau kerusakan jaringan yang tidak akan membaik tanpa perawatan.
Infeksi gigi yang dibiarkan dapat menyebar ke jaringan sekitar, bahkan ke rahang. Organisasi seperti World Health Organization menekankan pentingnya perawatan kesehatan gigi sebagai bagian dari kesehatan umum karena infeksi rongga mulut dapat berdampak sistemik.
Menunda pemeriksaan sering membuat tindakan yang dibutuhkan menjadi lebih kompleks, misalnya dari sekadar tambal menjadi perawatan saluran akar.
2. Mengunyah di Sisi yang Sakit
Refleks alami saat gigi nyeri adalah tetap menggunakan sisi yang sakit untuk "menguji" rasa nyerinya atau justru memaksakan makan di sisi tersebut. Tekanan tambahan pada gigi yang sedang meradang dapat memperparah peradangan pada saraf atau jaringan penyangga gigi.
Lebih aman menghindari penggunaan sisi yang sakit sementara waktu dan memilih makanan lunak sampai mendapat pemeriksaan profesional.
3. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan
Paracetamol atau obat antiinflamasi seperti Ibuprofen memang dapat membantu meredakan nyeri. Namun sebagian orang mengonsumsinya melebihi dosis anjuran karena merasa sakit belum hilang.
Dosis berlebihan, terutama paracetamol, dapat merusak hati. Sementara penggunaan ibuprofen berlebihan berisiko mengiritasi lambung dan memengaruhi ginjal. Obat hanya meredakan gejala, bukan menyembuhkan sumber masalahnya.
4. Menempelkan Obat atau Bahan Asam Langsung ke Gigi
Masih banyak yang percaya bahwa menempelkan obat tertentu, alkohol, atau bahan asam langsung ke gigi bisa membunuh kuman. Tindakan ini justru dapat melukai jaringan gusi dan memperparah iritasi.
Beberapa bahan tradisional mungkin memberi sensasi kebas sementara, tetapi tidak mengatasi infeksi di dalam gigi. Bahkan paparan zat kimia keras dapat menyebabkan luka pada mukosa mulut.
5. Berkumur Terlalu Keras atau Sembarangan
Berkumur air garam hangat memang bisa membantu mengurangi bakteri dan meredakan peradangan ringan. Namun berkumur terlalu keras, terutama jika ada abses atau luka terbuka, dapat meningkatkan tekanan di area yang meradang dan memperparah rasa nyeri.
Hindari juga penggunaan obat kumur berbasis alkohol secara berlebihan karena dapat membuat jaringan mulut semakin kering dan sensitif.
Sakit gigi adalah sinyal bahwa ada masalah struktural atau infeksi yang perlu ditangani. Langkah paling tepat tetaplah memeriksakan diri ke dokter gigi untuk mengetahui penyebab pasti. Sambil menunggu pemeriksaan, konsumsi obat sesuai dosis, pilih makanan lunak, dan jaga kebersihan mulut dengan lembut.
Kesalahan kecil saat gigi sakit bisa berujung pada perawatan yang lebih rumit. Bertindak cepat dan tepat adalah cara terbaik untuk mencegah komplikasi.
Next News

Jalan Paling Berbahaya di Dunia: Dari Tebing Himalaya hingga Death Road Bolivia
6 hours ago

Mengenal Christopher Columbus dan Ekspedisi yang Mengubah Peta Dunia
7 hours ago

Manfaat Nanas untuk Marinasi Daging dan Alasan Dapur Tradisional Sering Menggunakannya
7 hours ago

Daging Wagyu A5 dan Alasan Harganya Bisa Setara Gaji Sebulan
7 hours ago

Mengenal Paracetamol dan Cara Kerjanya dalam Meredakan Nyeri
7 hours ago

Mengenal Socrates dan Warisan Pemikiran yang Mengubah Filsafat
7 hours ago

Warna yang Paling Sering Digunakan Manusia dan Alasan di Baliknya
7 hours ago

Kota Paling Sepi di Dunia: Kota dengan Satu Penduduk
7 hours ago

Mengapa Air Mata Keluar Saat Mengupas Bawang?
7 hours ago

Festival Unik di Finlandia : Lomba Menggendong Istri
7 hours ago





