Jumat, 27 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

5 Kebiasaan Anak Muda yang Diam-diam Merusak Fungsi Ginjal

Liaa - Friday, 27 February 2026 | 10:20 AM

Background
5 Kebiasaan Anak Muda yang Diam-diam Merusak Fungsi Ginjal

Waspada Sejak Dini: 10 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Luput dari Perhatian Anak Muda

Zaman sekarang, definisi "produktif" sering kali berujung pada gaya hidup yang ugal-ugalan. Kita, para anak muda, merasa punya cadangan energi yang nggak habis-habis. Begadang demi mengejar deadline atau maraton serial Netflix, minum kopi tiga gelas sehari supaya tetap "on", sampai hobi jajan minuman manis yang kekinian. Kita merasa badan kita itu mesin yang nggak bisa rusak. Padahal, di dalam sana, organ-organ kita terutama ginjal mungkin lagi menjerit minta tolong.

Masalahnya, penyakit ginjal itu sering disebut sebagai "silent killer". Dia nggak datang dengan suara terompet atau spanduk peringatan yang besar. Gejalanya halus banget, saking halusnya sering kita anggap sebagai efek samping kelelahan biasa atau sekadar kurang tidur. Banyak yang baru sadar ketika fungsinya sudah tinggal belasan persen. Nah, sebelum semua terlambat dan kamu harus akrab dengan mesin cuci darah di usia yang harusnya lagi produktif-produktifnya, yuk kenali 10 tanda peringatan yang sering diabaikan anak muda berikut ini.

1. Cepat Capek dan Sulit Konsentrasi

Pernah merasa lemas banget padahal nggak habis angkat beban berat? Atau mendadak otak terasa "lemot" alias brain fog? Kita sering menyalahkan beban kerja atau kurang kopi. Padahal, ginjal yang sehat menghasilkan hormon bernama eritropoietin (EPO) yang memberi tahu tubuh untuk membuat sel darah merah pengangkut oksigen. Kalau ginjal bermasalah, oksigen ke otak dan otot berkurang. Hasilnya? Kamu jadi gampang capek dan sulit fokus kayak orang yang belum sarapan tiga hari.

2. Tidur yang Nggak Pernah Nyenyak

Kalau kamu susah tidur tapi bukan karena lagi patah hati atau mikirin cicilan, bisa jadi itu tanda ada racun yang menumpuk di darah. Ginjal yang fungsinya menurun nggak bisa menyaring racun dengan maksimal lewat urine, jadi racun-racun itu tetap beredar di aliran darah. Hal ini sering bikin kita merasa gelisah saat malam dan mengalami gangguan tidur yang cukup mengganggu.

3. Kulit Kering dan Gatal-gatal

Banyak anak muda yang langsung lari ke klinik kecantikan atau ganti skincare saat kulitnya terasa kering dan gatal. Padahal, gatal-gatal yang nggak kunjung sembuh bisa jadi sinyal kalau ginjal kamu sudah nggak mampu lagi menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah. Penyakit ginjal tahap lanjut sering kali dibarengi dengan penyakit tulang dan mineral yang bikin kulit terasa kasar dan gatal yang nggak masuk akal.



4. Frekuensi Buang Air Kecil yang Berubah

Coba perhatikan, seberapa sering kamu ke toilet dalam sehari? Kalau tiba-tiba kamu jadi lebih sering merasa kebelet, terutama di malam hari, jangan dianggap remeh. Ketika filter ginjal rusak, hal itu bisa menyebabkan keinginan untuk buang air kecil meningkat. Kadang ini juga bisa jadi tanda infeksi saluran kemih atau pembengkakan prostat pada laki-laki, tapi ginjal tetap jadi tersangka utamanya.

5. Ada Darah di Urine

Oke, yang satu ini harusnya bikin kamu panik. Ginjal yang sehat akan menjaga sel-sel darah tetap berada di dalam tubuh saat menyaring limbah untuk jadi urine. Tapi kalau filternya sudah bocor, sel darah merah bisa "lolos" dan ikut keluar. Selain tanda penyakit ginjal, darah dalam urine juga bisa mengarah ke indikasi tumor, batu ginjal, atau infeksi. Pokoknya, kalau air seni kamu warnanya kemerahan atau kecokelatan, langsung lari ke dokter!

6. Urine Berbusa Kayak Habis Dikocok

Pernah melihat urine kamu berbusa di toilet? Dan busanya itu nggak mau hilang meski sudah disiram berkali-kali? Itu tandanya ada protein (albumin) yang bocor keluar. Ibaratnya, busa itu kayak busa putih yang muncul saat kamu mengocok telur. Ginjal kamu yang harusnya menahan protein malah membiarkannya terbuang sia-sia. Ini tanda awal yang paling sering muncul pada anak muda yang hobi mengonsumsi protein berlebihan tanpa dibarengi hidrasi yang cukup.

7. Area Mata Bengkak Secara Konsisten

Bangun tidur dengan mata sembab atau bengkak sering dianggap karena kebanyakan menangis atau kurang tidur. Tapi kalau bengkaknya nggak hilang-hilang, itu tandanya ginjal kamu membocorkan sejumlah besar protein ke dalam urine, bukannya menyimpannya di dalam tubuh. Alhasil, cairan menumpuk di jaringan tubuh, termasuk di bawah mata.

8. Pergelangan Kaki dan Kaki yang Membengkak

Pernah merasa sepatu tiba-tiba kesempitan di sore hari? Atau ada bekas kaus kaki yang dalam banget di pergelangan kaki? Penurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan retensi natrium, yang memicu pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki. Jangan dianggap sepele, ini bukan cuma soal salah pilih sepatu, tapi soal sistem pembuangan air di tubuh kamu yang lagi mogok.



9. Nafsu Makan Menurun Drastis

Ini adalah gejala yang sangat umum tapi sering diabaikan. Penumpukan racun (ureum) akibat fungsi ginjal yang menurun bisa bikin rasa makanan jadi nggak enak atau terasa logam (metallic taste) di mulut. Kamu jadi nggak nafsu makan dan merasa mual terus-menerus. Kalau kamu yang tadinya hobi mukbang tiba-tiba malas melihat makanan, mending segera periksa deh.

10. Kram Otot yang Sering Datang Tiba-tiba

Gangguan fungsi ginjal bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Misalnya, kadar kalsium yang rendah atau kadar fosfor yang nggak terkendali bisa memicu kram otot yang menyakitkan. Jadi, kram itu nggak selalu karena kamu kurang stretching saat olahraga, ya.

Sebagai anak muda yang punya mobilitas tinggi, kita sering kali merasa "tak terkalahkan". Kita lebih peduli sama kesehatan baterai smartphone daripada kesehatan ginjal sendiri. Padahal, ginjal itu nggak ada suku cadangnya yang murah. Cuci darah atau transplantasi itu bukan pengalaman yang pengen kamu rasakan di usia 20-an atau 30-an.

Mulailah dari hal kecil: minum air putih yang cukup (bukan es teh manis terus-terusan), kurangi konsumsi garam, dan jangan sembarangan minum obat pereda nyeri atau suplemen tanpa pengawasan. Kalau kamu merasakan satu atau dua gejala di atas, jangan diagnosa sendiri lewat Google apalagi tanya dukun. Langsung cek ke laboratorium atau dokter. Sayangi ginjalmu, karena dia sudah bekerja keras menyaring semua "dosa-dosa" gaya hidupmu setiap hari.