Sabtu, 18 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Tradisi Tangkap Ikan yang Jadi Simbol Gotong Royong dan Sumber Nafkah Warga Pesisir

Liaa - Saturday, 18 April 2026 | 05:11 PM

Background
Tradisi Tangkap Ikan yang Jadi Simbol Gotong Royong dan Sumber Nafkah Warga Pesisir

Di pesisir Pantai Dangkal, Desa Worawari, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, tradisi menangkap ikan dengan metode eretan masih terus dijalankan hingga kini. Di saat sebagian nelayan telah beralih ke alat tangkap modern, masyarakat pesisir di wilayah ini tetap mempertahankan cara lama yang diwariskan turun-temurun.

Eretan merupakan teknik menangkap ikan menggunakan jaring panjang yang ditebarkan melingkar di laut, lalu ditarik bersama-sama dari bibir pantai. Tradisi ini biasanya dilakukan pada sore hari ketika kondisi perairan memungkinkan.

Proses Penangkapan yang Mengandalkan Kebersamaan

Menjelang sore, suasana Pantai Dangkal berubah menjadi ramai. Para nelayan bersama warga setempat menyiapkan jaring berukuran besar dengan lebar sekitar 15 meter dan tali sepanjang kurang lebih 800 meter. Jaring tersebut diangkut ke atas perahu yang telah disiapkan di tepi pantai.

Beberapa nelayan berlayar ke tengah untuk menebarkan jaring secara melingkar, sementara sebagian lainnya tetap berada di darat memegang ujung tali. Setelah jaring terpasang dari sisi barat hingga timur pantai, proses penarikan dimulai.

Penarikan jaring dilakukan secara serempak oleh dua kelompok dari arah berbeda hingga bertemu di satu titik di tengah pantai. Proses ini membutuhkan tenaga banyak orang, terutama ketika ombak sedang tinggi atau angin bertiup kencang.



Hasil Tangkapan dan Sistem Bagi Hasil

Setelah jaring berhasil ditarik ke bibir pantai, ikan-ikan yang terperangkap segera dipindahkan ke dalam keranjang. Dalam satu kali penangkapan, hasilnya bisa bervariasi. Pada salah satu kegiatan, hasil tangkapan tercatat sekitar 150 kilogram.

Walaupun jumlah tersebut tergolong tidak terlalu besar, hasilnya tetap dibagi secara merata. Sistem pembagian mencakup pemilik perahu, nelayan yang melaut, serta warga yang ikut membantu menarik jaring.

Ikan yang diperoleh biasanya dijual langsung di sekitar pantai atau dibawa ke pasar lokal. Tidak jarang, pedagang dan warga telah lebih dahulu memesan hasil tangkapan tersebut.

Tradisi yang Sudah Berlangsung Puluhan Tahun

Menurut warga setempat, tradisi eretan telah berlangsung lebih dari tiga dekade dan terus dipertahankan hingga sekarang. Awalnya, metode ini berkembang karena keterbatasan alat tangkap modern yang dimiliki nelayan. Meski demikian, perairan Pacitan dikenal memiliki potensi ikan yang cukup melimpah.

Bagi masyarakat setempat, eretan bukan hanya soal hasil tangkapan. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan sosial antarwarga. Banyak warga yang ikut menarik jaring bukan semata-mata untuk mendapatkan bagian ikan, tetapi juga karena nilai kebersamaan yang tercipta.



Lebih dari Sekadar Aktivitas Ekonomi

Tradisi eretan mencerminkan kuatnya budaya gotong royong masyarakat pesisir. Dalam satu kegiatan, nelayan dan warga bekerja tanpa komando khusus, masing-masing memahami perannya.

Di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi perikanan, eretan tetap bertahan sebagai identitas lokal sekaligus alternatif ekonomi yang lebih terjangkau. Tradisi ini juga berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya berbasis masyarakat.

Eretan menjadi bukti bahwa warisan tradisional masih relevan dan mampu menopang kehidupan, selama dijaga dan dilestarikan bersama.