Tidak Semua Kayu Manis Sama, Ini Perbedaan Jenis Cassia dan Ceylon
Tata - Friday, 23 October 2026 | 09:00 AM


Kayu manis merupakan rempah yang banyak digunakan dalam berbagai hidangan, mulai dari makanan manis hingga masakan bercita rasa gurih. Aromanya yang khas membuat rempah ini sering ditambahkan ke dalam teh, kopi, kue, dan aneka olahan makanan. Meski sekilas terlihat serupa, kayu manis sebenarnya terdiri atas beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda.
Dua jenis yang cukup populer adalah Cassia dan Ceylon. Keduanya berasal dari tanaman dalam genus Cinnamomum, tetapi memiliki perbedaan dari segi penampilan, rasa, dan komposisi senyawa alaminya. Perbedaan tersebut penting diketahui, terutama bagi orang yang rutin menggunakan kayu manis dalam makanan atau minuman.
1. Kayu Manis Cassia Memiliki Rasa Lebih Kuat
Cassia merupakan salah satu jenis kayu manis yang banyak ditemukan di pasaran. Jenis ini memiliki aroma yang tajam, rasa manis dengan sentuhan pedas, serta karakter rempah yang cukup kuat.
Kulit kayunya cenderung lebih tebal, keras, dan berwarna cokelat kemerahan. Ketika dikeringkan, kulit Cassia biasanya menggulung membentuk tabung dengan lapisan yang relatif tebal.
Karakter rasanya membuat Cassia sering digunakan untuk memberikan aroma yang kuat pada makanan, minuman, dan berbagai campuran rempah. Namun, rasa dan intensitas aromanya dapat berbeda bergantung pada spesies, asal, serta proses pengolahan.
2. Kayu Manis Ceylon Memiliki Aroma Lebih Lembut
Ceylon sering disebut sebagai kayu manis sejati atau true cinnamon. Jenis ini terutama berasal dari Sri Lanka dan dikenal memiliki aroma yang lebih lembut dengan rasa manis yang halus.
Berbeda dengan Cassia, kulit kayu manis Ceylon umumnya lebih tipis dan rapuh. Batangnya terdiri atas beberapa lapisan kulit tipis yang menggulung di dalam satu sama lain sehingga tampak seperti gulungan berlapis.
Karakter tersebut membuat Ceylon mudah dikenali ketika dijual dalam bentuk batang utuh. Rasanya yang relatif lembut juga membuatnya cocok untuk minuman, hidangan penutup, dan resep yang membutuhkan aroma kayu manis tanpa sensasi rempah yang terlalu dominan.
3. Kandungan Kumarin Menjadi Perbedaan Penting
Selain rasa dan bentuk, Cassia dan Ceylon juga berbeda dalam kandungan kumarin. Kumarin merupakan senyawa alami yang terdapat pada sejumlah tanaman, termasuk kayu manis.
Secara umum, Cassia mengandung kumarin jauh lebih tinggi dibandingkan Ceylon. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar secara rutin, paparan kumarin yang berlebihan berpotensi menimbulkan masalah pada hati pada individu yang rentan.
Sementara itu, kayu manis Ceylon biasanya memiliki kandungan kumarin yang sangat rendah. Karena itu, jenis ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang sering menggunakan kayu manis dalam makanan sehari-hari.
Meski demikian, bukan berarti Cassia berbahaya jika digunakan sesekali dalam jumlah wajar. Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi, frekuensi penggunaan, dan sumber produk yang digunakan. Kayu manis juga tidak sebaiknya dikonsumsi berlebihan dengan tujuan mengobati penyakit tanpa saran tenaga kesehatan.
4. Cara Membedakan Cassia dan Ceylon
Perbedaan kedua jenis kayu manis dapat diamati melalui beberapa ciri fisik. Cassia umumnya memiliki kulit yang lebih tebal dan keras, sedangkan Ceylon cenderung tipis, rapuh, dan terdiri atas banyak lapisan.
Dari segi warna, Cassia sering tampak cokelat kemerahan, sementara Ceylon dapat terlihat lebih terang dengan warna cokelat kekuningan. Akan tetapi, warna bukan satu-satunya penentu karena kondisi penyimpanan dan pengolahan dapat memengaruhi penampilan rempah.
Jika membeli kayu manis dalam bentuk bubuk, perbedaan fisiknya lebih sulit dikenali. Oleh sebab itu, konsumen sebaiknya memeriksa label produk, informasi spesies, asal bahan, dan keterangan produsen untuk mengetahui jenis kayu manis yang dibeli.
5. Pilih Jenis Kayu Manis Sesuai Kebutuhan
Cassia dan Ceylon sama-sama dapat digunakan sebagai rempah untuk menambah aroma dan cita rasa makanan. Cassia cocok bagi orang yang menyukai rasa kayu manis yang lebih kuat, sedangkan Ceylon dapat dipilih untuk karakter rasa yang lebih lembut.
Bagi konsumen yang menggunakan kayu manis secara rutin, kandungan kumarin juga layak menjadi pertimbangan. Memilih produk yang mencantumkan jenis kayu manis secara jelas dapat membantu konsumen membuat keputusan yang lebih tepat.
Pada akhirnya, perbedaan Cassia dan Ceylon bukan sekadar soal aroma dan rasa. Karakteristik kulit serta kandungan senyawa alaminya juga membedakan kedua jenis rempah ini. Dengan memahami ciri-cirinya, konsumen dapat memilih kayu manis sesuai kebutuhan memasak sekaligus lebih bijak dalam mengatur konsumsinya.
Next News

Kepiting Memiliki Insang yang Membantunya Mengambil Oksigen, Ini Cara Kerjanya
in 6 hours

Kebiasaan Memencet Komedo Bisa Membuat Kondisi Kulit Semakin Buruk, Ini Alasannya
in 6 hours

Cara Kerja Pita Suara saat Berbicara, Bernyanyi, dan Tertawa
in 6 hours

Gurita Memiliki Tiga Jantung, Fakta Biologisnya Bikin Takjub
in 6 hours

Kereta Api Bisa Melaju dengan Stabil di Atas Rel, Ini Rahasia Sistemnya
in 6 hours

Pohon Pisang Bisa Tumbuh Kembali setelah Batang yang Berbuah Dipotong, Ini Penjelasannya
in 6 hours

Tteokbokki, Jajanan Korea dengan Tekstur Kenyal yang Bikin Ketagihan
in 6 hours

Bendungan Memiliki Peran Penting dalam Mencegah Banjir, Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
7 hours ago

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
8 hours ago





