Jumat, 23 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Gurita Memiliki Tiga Jantung, Fakta Biologisnya Bikin Takjub

Tata - Friday, 23 October 2026 | 09:10 AM

Background
Gurita Memiliki Tiga Jantung, Fakta Biologisnya Bikin Takjub

Gurita dikenal sebagai salah satu hewan laut yang memiliki kemampuan luar biasa. Selain mempunyai delapan lengan dengan alat pengisap, hewan dari kelompok cephalopoda ini juga memiliki sistem peredaran darah yang tidak biasa. Gurita mempunyai tiga jantung yang bekerja secara bersamaan untuk membantu mengedarkan darah ke berbagai bagian tubuhnya.

Keberadaan tiga jantung tersebut bukan sekadar keunikan anatomi, melainkan bagian dari sistem biologis yang mendukung kehidupan gurita di dalam air. Struktur tubuhnya, kebutuhan oksigen, dan cara darah mengalir membuat sistem peredaran darah hewan ini berbeda dari manusia.

1. Dua Jantung Bertugas Memompa Darah ke Insang

Dari tiga jantung yang dimiliki gurita, dua di antaranya disebut jantung insang atau jantung brakial. Masing-masing jantung bertugas memompa darah menuju salah satu insang.

Insang merupakan organ pernapasan yang membantu gurita mengambil oksigen terlarut dari air. Ketika air melewati permukaan insang, oksigen berpindah ke dalam darah dan karbon dioksida dikeluarkan.



Dua jantung tersebut membantu memastikan darah mengalir menuju insang agar proses pertukaran gas dapat berlangsung. Setelah memperoleh oksigen, darah kemudian diteruskan menuju jantung ketiga untuk dipompa ke seluruh tubuh.

2. Satu Jantung Lainnya Mengalirkan Darah ke Seluruh Tubuh

Jantung ketiga dikenal sebagai jantung sistemik. Organ ini berfungsi memompa darah yang telah memperoleh oksigen dari insang menuju berbagai jaringan tubuh.

Oksigen diperlukan oleh sel untuk menjalankan proses metabolisme dan menghasilkan energi. Energi tersebut mendukung berbagai aktivitas gurita, mulai dari bergerak menggunakan lengan, mencari makanan, hingga merespons perubahan lingkungan.

Ketiga jantung bekerja sebagai bagian dari satu sistem peredaran darah tertutup. Artinya, darah mengalir melalui pembuluh darah, bukan bebas mengisi rongga tubuh seperti pada sistem peredaran darah terbuka.



3. Darah Gurita Berwarna Biru, Bukan Merah

Selain mempunyai tiga jantung, gurita juga terkenal karena darahnya berwarna kebiruan. Perbedaan ini berkaitan dengan protein pengangkut oksigen dalam darahnya.

Manusia menggunakan hemoglobin yang mengandung zat besi sehingga darahnya tampak merah. Sementara itu, gurita menggunakan hemosianin, yaitu protein yang mengandung tembaga untuk mengikat dan mengangkut oksigen.

Ketika berikatan dengan oksigen, hemosianin memberikan warna biru pada darah gurita. Protein ini bekerja dengan baik dalam kondisi lingkungan laut tertentu, termasuk suhu yang relatif rendah dan kadar oksigen yang berubah-ubah.

Namun, kemampuan hemosianin mengikat oksigen dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan karakteristik spesies. Karena itu, sistem peredaran darah gurita merupakan hasil adaptasi biologis yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya.



4. Aktivitas Gurita Berhubungan dengan Sistem Peredaran Darahnya

Gurita membutuhkan oksigen untuk mendukung aktivitas tubuhnya. Saat bergerak, berburu, atau menghindari pemangsa, jaringan tubuh memerlukan pasokan oksigen untuk memenuhi kebutuhan energi.

Sistem peredaran darahnya membantu menyalurkan oksigen dari insang ke jaringan tubuh. Meski demikian, gurita tidak selalu mengandalkan gerakan berenang aktif. Hewan ini juga dapat merayap di dasar laut menggunakan lengannya, bersembunyi di celah batu, atau beristirahat di tempat terlindung.

Cara bergerak dan tingkat aktivitas dapat memengaruhi kebutuhan energi gurita. Sistem biologisnya memungkinkan hewan ini menjalankan berbagai perilaku yang mendukung kelangsungan hidup di habitat laut.

5. Jantung Gurita Memiliki Cara Kerja yang Menarik



Ketiga jantung gurita tidak memiliki tugas yang sama. Dua jantung insang berfokus mengalirkan darah menuju insang, sedangkan jantung sistemik mendistribusikan darah beroksigen ke seluruh tubuh.

Pada banyak spesies gurita, jantung sistemik dapat mengalami penurunan aktivitas atau berhenti berdetak sementara ketika hewan berenang. Kondisi ini berkaitan dengan fisiologi pergerakan gurita dan menjadi salah satu alasan berenang dapat terasa lebih membebani dibandingkan bergerak menggunakan lengan.

Meskipun demikian, respons fisiologis dapat berbeda berdasarkan spesies dan kondisi. Fakta ini menunjukkan bahwa jumlah jantung saja tidak cukup untuk menjelaskan seluruh kemampuan gurita, karena sistem peredaran darahnya bekerja bersama organ dan mekanisme tubuh lainnya.

6. Tiga Jantung Menjadi Bagian dari Adaptasi Kehidupan Laut

Keberadaan tiga jantung pada gurita menunjukkan bahwa hewan memiliki beragam cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sistem peredaran darah gurita berkembang sesuai dengan karakteristik tubuh dan kebutuhan oksigen sebagai hewan laut yang aktif.



Keunikan ini juga memperlihatkan bahwa sistem biologis tidak selalu mengikuti pola yang sama pada setiap kelompok hewan. Manusia memiliki satu jantung dengan empat ruang, sedangkan gurita mempunyai tiga jantung dengan fungsi yang terbagi.

Pada akhirnya, tiga jantung dan darah berwarna biru merupakan dua fakta biologis yang membuat gurita begitu menarik untuk dipelajari. Kedua karakteristik tersebut membantu menjelaskan bagaimana hewan ini mengedarkan oksigen dan mempertahankan berbagai aktivitasnya di lingkungan laut.