Jumat, 23 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Pohon Pisang Bisa Tumbuh Kembali setelah Batang yang Berbuah Dipotong, Ini Penjelasannya

Tata - Friday, 23 October 2026 | 09:05 AM

Background
Pohon Pisang Bisa Tumbuh Kembali setelah Batang yang Berbuah Dipotong, Ini Penjelasannya

Pohon pisang dikenal sebagai tanaman yang mudah tumbuh dan mampu menghasilkan tunas baru setelah batangnya dipotong. Kondisi ini sering terlihat di pekarangan rumah maupun perkebunan, ketika tanaman pisang tetap tumbuh meskipun batang yang sebelumnya menghasilkan buah sudah ditebang.

Kemampuan tersebut berkaitan dengan struktur tubuh tanaman pisang. Bagian yang sering disebut batang pisang sebenarnya merupakan batang semu, yaitu kumpulan pelepah daun yang tersusun rapat. Sementara itu, batang sejatinya berada di bagian bawah tanah dan dikenal sebagai bonggol.

Bonggol inilah yang berperan penting dalam pertumbuhan kembali tanaman pisang. Selama jaringan bonggol dan akar masih sehat, tanaman dapat membentuk tunas baru yang nantinya berkembang menjadi individu tanaman berikutnya.

Batang Pisang yang Terlihat Bukan Batang Sejati

Salah satu hal menarik dari tanaman pisang adalah bentuk batangnya yang berbeda dari pohon berkayu. Bagian tegak yang terlihat di atas permukaan tanah tersusun dari pelepah daun yang saling membungkus. Struktur ini disebut batang semu.



Batang semu menopang daun, bunga, dan tandan buah selama tanaman tumbuh. Setelah tanaman menghasilkan buah dan panen selesai, batang semu tersebut umumnya akan mati secara alami sehingga perlu dipotong untuk merapikan area tanam.

Meskipun bagian atasnya sudah dipotong, bonggol di bawah tanah dapat tetap hidup. Inilah yang memungkinkan tanaman pisang menghasilkan pertumbuhan baru tanpa harus selalu ditanam dari biji.

Bonggol Pisang Menjadi Sumber Tunas Baru

Bonggol merupakan bagian batang sejati yang berada di dekat permukaan tanah atau di bawahnya. Bagian ini menyimpan jaringan pertumbuhan dan menjadi tempat munculnya tunas baru.

Tunas tersebut biasanya tumbuh dari mata tunas pada bonggol atau bagian pangkal tanaman. Seiring waktu, tunas akan membentuk daun, memperbesar ukurannya, dan berkembang menjadi tanaman pisang baru.



Pertumbuhan tunas dipengaruhi oleh kondisi tanaman induk, ketersediaan air, unsur hara, sinar matahari, dan kesehatan tanah. Jika bonggol mengalami pembusukan atau kerusakan berat, kemampuan tanaman untuk menghasilkan tunas baru dapat berkurang.

Pohon Pisang Dapat Menghasilkan Buah Lebih dari Sekali melalui Tunasnya

Tanaman pisang umumnya hanya menghasilkan satu tandan buah dari setiap batang semu. Setelah berbuah, batang semu tersebut tidak akan kembali menghasilkan tandan baru karena siklus pertumbuhannya telah selesai.

Namun, tanaman pisang dapat terus menghasilkan buah melalui tunas yang tumbuh dari bonggol. Tunas tersebut berkembang menjadi batang semu baru yang pada waktunya dapat menghasilkan bunga dan tandan buah.

Proses ini membuat satu rumpun pisang mampu bertahan dan menghasilkan beberapa generasi tanaman. Karena itulah, memotong batang yang sudah selesai berbuah tidak berarti seluruh tanaman pisang akan mati.



Cara Merawat Pisang setelah Batangnya Dipotong

Agar tunas baru dapat tumbuh dengan baik, bagian tanaman yang sudah selesai berbuah perlu ditangani secara tepat. Batang semu yang telah dipanen dapat dipotong menggunakan alat yang bersih dan tajam. Hindari merusak bonggol serta tunas muda yang tumbuh di sekitarnya.

Area sekitar tanaman juga perlu dijaga agar tidak dipenuhi gulma yang bersaing mendapatkan air dan unsur hara. Penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan cuaca, karena tanaman pisang membutuhkan kelembapan yang cukup tetapi tidak cocok dengan genangan berkepanjangan.

Pemberian pupuk sesuai kebutuhan dapat membantu menunjang pertumbuhan tunas. Selain itu, petani biasanya menyeleksi tunas yang dipelihara agar rumpun tidak terlalu padat dan setiap tanaman memperoleh ruang tumbuh yang memadai.

Tidak Semua Tanaman Pisang Bisa Tumbuh Kembali dengan Baik



Kemampuan tanaman pisang untuk menghasilkan tunas baru bergantung pada kondisi bonggol dan lingkungan tempat tumbuhnya. Bonggol yang sehat umumnya lebih mampu membentuk tunas dibandingkan bagian yang terserang penyakit, membusuk, atau mengalami kerusakan berat.

Kekeringan berkepanjangan, genangan air, kekurangan nutrisi, dan serangan hama juga dapat menghambat pertumbuhan tunas. Oleh karena itu, perawatan setelah panen tetap diperlukan agar pertumbuhan berikutnya berlangsung dengan baik.

Pada dasarnya, tanaman pisang dapat tumbuh kembali setelah batang yang berbuah dipotong karena bagian bonggolnya masih menyimpan jaringan hidup yang mampu menghasilkan tunas. Pemahaman mengenai struktur tanaman ini membantu menjelaskan mengapa rumpun pisang dapat terus tumbuh dan menghasilkan buah dari generasi ke generasi.