Ternyata Ada Alasan Mengapa Kita Merasa Waktu Berjalan Cepat atau Lambat
Laila - Wednesday, 19 August 2026 | 12:00 AM


Kenapa Waktu Kadang Ngebut Kayak Pembalap F1, Tapi Kadang Lelet Kayak Siput?
Pernah nggak sih kalian bengong di hari Minggu sore, terus tiba-tiba sadar kalau besok udah Senin lagi? Rasanya baru kemarin sore kita ngerayain tahun baru, eh tau-tau sekarang udah masuk pertengahan tahun aja. Di sisi lain, pas kita lagi nungguin antrean di bank atau dengerin dosen yang ngomongnya monoton banget, semenit serasa sejam. Waktu kayak lagi main kucing-kucingan sama kita.
Fenomena ini bukan sekadar perasaan kalian yang lagi galau atau kebanyakan asupan kafein, kok. Ternyata, ada penjelasan ilmiah yang cukup masuk akal di balik kenapa persepsi kita soal waktu itu sangat subjektif. Waktu secara objektif mungkin jalan dengan detak yang sama di jam dinding kalian, tapi otak kita punya cara sendiri buat "ngedit" durasi tersebut.
Teori Proporsional: Masalah Umur yang Terus Bertambah
Salah satu alasan paling klasik kenapa waktu kerasa makin cepat seiring kita tua adalah Teori Proporsional. Bayangin pas kalian umur 5 tahun, satu tahun itu kerasa lama banget karena satu tahun itu mewakili 20 persen dari seluruh hidup kalian. Ingatan kalian masih terbatas, jadi satu tahun itu adalah porsi besar dari eksistensi kalian di dunia.
Nah, bandingin sama pas kalian udah umur 30 tahun. Satu tahun itu cuma jadi 3 persenan dari total hidup kalian. Makanya, satu tahun di usia dewasa kerasa cuma kayak sekejap mata. Istilahnya, otak kita mulai ngelihat waktu sebagai pecahan yang makin kecil dari total pengalaman hidup. Jadi, buat kalian yang ngerasa umur 20-an ke atas itu jalannya "sat-set" banget, tenang, kalian nggak sendirian. Itu emang kutukan—eh, maksudnya proses alami dari penuaan.
The Oddball Effect: Saat Otak Mulai Malas Mencatat
Otak manusia itu sebenarnya cukup efisien, atau kalau mau jujur, agak pemalas. Otak kita bakal bekerja keras kalau ada informasi baru yang masuk. Fenomena ini sering disebut sebagai Oddball Effect. Waktu kita pertama kali traveling ke tempat baru, jalanannya kerasa panjang banget karena otak lagi semangat-semangatnya merekam tiap detail: warna cat rumah orang, bentuk pohon, sampai bau udara di sana.
Tapi coba deh perhatiin pas kalian pulang lewat jalan yang sama. Perjalanannya bakal kerasa lebih singkat, kan? Itu karena otak kalian udah "kenal" sama jalannya. Otak mikir, "Ah, ini mah udah tahu, nggak usah direkam detil-detil banget." Hasilnya? Waktu kerasa lewat gitu aja tanpa ada memori yang tajam. Inilah alasan kenapa rutinitas kerja 9-to-5 bikin satu minggu kerasa kayak satu hari. Karena setiap hari kalian ngelakuin hal yang sama, otak kalian masuk ke mode autopilot dan berhenti mencatat momen-momen kecil.
Dopamin dan Urusan Perasaan
Kalian pasti pernah dengar pepatah "Time flies when you're having fun." Ini bukan cuma jargon kartu ucapan, tapi ada urusannya sama zat kimia di otak namanya dopamin. Pas kita lagi senang, jatuh cinta, atau main game yang seru banget, level dopamin kita naik. Dopamin ini ternyata punya peran besar dalam sistem "jam internal" kita.
Waktu kita lagi happy, sistem di otak kita bakal mempercepat pemrosesan informasi, yang bikin kita nggak terlalu memperhatikan berlalunya waktu. Sebaliknya, pas kita lagi bosan, sedih, atau ketakutan, otak kita kayak masuk ke mode slow-motion. Kita jadi terlalu sadar sama setiap detik yang lewat. Makanya, nungguin air mendidih atau nungguin chat dari gebetan yang cuma di-read doang itu rasanya kayak nungguin kiamat. Lama banget!
Paradoks Liburan: Kenapa Memori Bisa Menipu?
Ada satu hal unik yang disebut Holiday Paradox. Pernah nggak kalian ngerasa pas lagi liburan waktunya cepat banget habis, tapi pas udah pulang dan kalian ceritain ke teman, ceritanya panjang banget dan kerasa kayak kalian pergi lama? Ini karena ada perbedaan antara "waktu yang dirasakan saat itu" (prospective time) dan "waktu yang diingat" (retrospective time).
Pas lagi liburan, karena banyak hal baru dan menyenangkan, otak kita sibuk banget. Secara real-time, waktu kerasa cepat karena kita nggak sempat liat jam. Tapi pas kita udah balik ke rutinitas, otak kita punya banyak banget stok memori baru dari liburan tadi. Karena memorinya banyak dan padat, otak menyimpulkan kalau liburan itu durasinya lama. Jadi, kalau kalian mau ngerasa hidup kalian lebih panjang, perbanyaklah bikin pengalaman baru daripada cuma rebahan sambil scroll TikTok seharian.
Gimana Caranya Biar Waktu Nggak Kerasa Cepat Banget?
Jujur aja, kita nggak bisa benar-benar menghentikan waktu. Tapi kita bisa "mengakali" otak kita supaya nggak ngerasa hidup ini lewat gitu aja tanpa makna. Kuncinya adalah Mindfulness atau kesadaran penuh. Cobalah untuk lebih hadir di setiap momen, bahkan di hal-hal sepele sekalipun.
Coba sesekali ganti rute pulang kantor, baca buku yang genrenya beda dari biasanya, atau coba hobi baru yang bikin kalian harus belajar dari nol lagi. Hal-hal baru ini bakal bikin otak kalian "bangun" lagi dan mulai merekam memori dengan lebih detail. Dengan begitu, pas kalian menoleh ke belakang di akhir tahun nanti, kalian nggak bakal bilang, "Hah, udah Desember aja?", tapi kalian bakal ngerasa kalau tahun ini penuh dengan cerita dan perjalanan yang panjang.
Waktu emang misterius. Dia bisa jadi teman yang asyik pas kita lagi senang, tapi bisa jadi musuh yang nyebelin pas kita lagi dikejar deadline. Pada akhirnya, bukan soal seberapa cepat atau lambat waktu itu berjalan, tapi soal apa aja yang kita lakuin selama jarum jam itu berputar. Jadi, mumpung hari ini masih jalan, yuk lakuin sesuatu yang berkesan biar otak kita punya alasan buat mencatatnya sebagai memori yang indah, bukan cuma sekadar log rutinitas yang ngebosenin.
Next News

Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Tekanan Darah, Benarkah Demikian?
an hour ago

Rahang Terasa Kaku Saat Bangun Tidur, Apa Penyebabnya?
an hour ago

Minum Cuka Apel Setiap Hari, Apakah Ada Efek Sampingnya?
an hour ago

Makan Apel Sebelum Tidur, Apakah Baik untuk Kesehatan?
an hour ago

Mengapa Tikus Lebih Aktif Mencari Makanan pada Malam Hari?
an hour ago

Mengisi Daya Ponsel Semalaman, Apakah Membuat Konsumsi Listrik Lebih Boros?
an hour ago

Kebiasaan Menggigit Kuku, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
an hour ago

Suara Serak Selama Beberapa Hari, Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?
an hour ago

Leher Berbunyi Saat Menoleh, Apakah Hal Ini Berbahaya?
an hour ago

dul Rambut Kusut dan Mudah Patah, Apakah Tanda Rambut Kekurangan Nutrisi?
an hour ago





