Minggu, 27 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Telur Rebus dengan Kuning Abu-Abu, Apakah Masih Aman Dimakan?

Laila - Sunday, 27 September 2026 | 09:49 AM

Background
Telur Rebus dengan Kuning Abu-Abu, Apakah Masih Aman Dimakan?

Pernah merebus telur lalu menemukan bagian kuningnya berubah menjadi abu-abu atau memiliki lingkaran kehijauan di sekitar kuning telur? Kondisi ini sering membuat orang ragu untuk memakannya.

Padahal, perubahan warna tersebut tidak selalu berarti telur sudah rusak. Pada telur yang direbus terlalu lama atau menggunakan suhu yang terlalu tinggi, dapat terjadi reaksi kimia antara senyawa sulfur dari putih telur dan zat besi pada kuning telur. Reaksi inilah yang dapat membuat bagian luar kuning telur terlihat abu-abu kehijauan.

1. Warna Abu-Abu Tidak Selalu Berarti Telur Busuk

Jika telur yang sudah direbus memiliki lingkaran abu-abu atau kehijauan di sekitar kuningnya, penyebabnya bisa saja karena proses pemasakan yang terlalu lama.

Kondisi ini berbeda dengan telur yang memang sudah mengalami kerusakan. Jadi, warna kuning telur saja tidak cukup untuk menentukan apakah telur masih layak dimakan.

2. Terjadi Karena Reaksi Kimia

Ketika telur dipanaskan, senyawa sulfur yang terdapat pada putih telur dapat bereaksi dengan zat besi dari kuning telur. Hasil reaksi tersebut membentuk senyawa yang menyebabkan warna abu-abu kehijauan di permukaan kuning telur.



Semakin lama telur dimasak pada kondisi tertentu, perubahan warna ini bisa semakin terlihat.

3. Bagaimana dengan Rasanya?

Telur yang mengalami perubahan warna akibat terlalu lama direbus umumnya masih dapat dimakan jika sejak awal telur dalam kondisi baik dan setelah dimasak ditangani dengan benar.

Namun, tekstur putih telur bisa menjadi lebih keras atau kenyal. Kuning telur juga dapat terasa lebih kering dibandingkan telur yang dimasak dengan waktu yang tepat.

4. Perhatikan Bau dan Kondisi Telur

Sebelum memakan telur rebus, jangan hanya melihat warnanya. Perhatikan juga aroma, tekstur, dan kondisi keseluruhan telur.

Jika telur mengeluarkan bau busuk yang menyengat, terasa berlendir, atau menunjukkan tanda kerusakan lainnya, sebaiknya jangan dimakan meskipun perubahan warnanya terlihat ringan.



5. Penyimpanan Juga Penting

Keamanan telur rebus tidak hanya ditentukan oleh lama perebusan. Setelah matang, telur juga perlu ditangani dan disimpan dengan benar.

Telur rebus yang tidak segera dimakan sebaiknya didinginkan dan disimpan di dalam lemari pendingin. Hindari membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang, terutama dalam kondisi lingkungan yang panas.

6. Cara Mendapatkan Kuning Telur yang Lebih Cerah

Jika ingin mendapatkan kuning telur yang berwarna kuning cerah, hindari merebusnya terlalu lama. Setelah telur matang, telur dapat segera didinginkan untuk membantu menghentikan proses pemasakan.

Waktu memasak juga dapat disesuaikan dengan tingkat kematangan yang diinginkan. Dengan cara ini, tekstur telur bisa lebih lembut dan lingkaran abu-abu di sekitar kuning telur dapat diminimalkan.

7. Jangan Menilai Telur Hanya dari Satu Ciri

Perubahan warna pada telur memang bisa membuat khawatir, tetapi warna saja tidak selalu menunjukkan telur tersebut sudah rusak. Faktor seperti cara memasak, lama pemanasan, penyimpanan, dan kondisi telur sebelum direbus juga perlu diperhatikan.



Jika terdapat tanda-tanda kerusakan yang jelas, pilihan paling aman adalah tidak mengonsumsinya.

Jadi, Apakah Telur dengan Kuning Abu-Abu Aman?

Kuning telur yang memiliki lingkaran abu-abu atau kehijauan akibat terlalu lama dimasak pada umumnya bukan tanda bahwa telur tersebut busuk. Perubahan tersebut dapat terjadi karena reaksi antara senyawa sulfur dan zat besi selama proses pemanasan.

Meski begitu, keamanan tetap perlu dilihat dari kondisi telur secara keseluruhan. Jika telur berbau tidak normal atau menunjukkan tanda kerusakan, sebaiknya jangan dikonsumsi.

Tags