Rabu, 23 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sering Makan Kacang Bikin Wajah Beruntusan? Kenali Faktor Pemicu Sebenarnya

Tata - Wednesday, 23 September 2026 | 09:32 AM

Background
Sering Makan Kacang Bikin Wajah Beruntusan? Kenali Faktor Pemicu Sebenarnya

Kacang sering dianggap sebagai salah satu makanan yang dapat membuat wajah lebih mudah berjerawat atau mengalami beruntusan. Karena itu, sebagian orang memilih mengurangi kacang ketika muncul bintik-bintik kecil di wajah.

Namun, benarkah kacang merupakan penyebab utama beruntusan?

Jawabannya tidak sesederhana itu. Tidak ada alasan untuk menganggap semua jenis kacang secara otomatis menyebabkan jerawat pada setiap orang. Munculnya jerawat merupakan proses yang kompleks dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi secara bersamaan.

Jerawat dapat terbentuk ketika folikel rambut atau pori-pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Perubahan hormon, bakteri tertentu pada kulit, serta proses peradangan kemudian dapat berperan dalam perkembangan jerawat.

Karena itu, ketika beruntusan muncul setelah makan kacang, belum tentu kacang merupakan penyebab langsungnya.



1. Jenis kacang dan cara pengolahannya perlu diperhatikan

Kacang yang dikonsumsi dalam bentuk alami berbeda dengan produk kacang yang sudah melalui banyak proses pengolahan.

Kacang panggang yang diberi banyak garam, kacang yang digoreng dengan minyak dalam jumlah banyak, atau camilan berbahan kacang yang ditambahkan gula dan bahan lainnya memiliki komposisi berbeda dari kacang tanpa tambahan.

Jika seseorang merasa jerawat lebih sering muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, penting melihat keseluruhan makanan yang dikonsumsi, bukan hanya satu bahan.

2. Pola makan tinggi gula dapat berpengaruh

Salah satu faktor makanan yang lebih banyak mendapat perhatian dalam penelitian mengenai jerawat adalah pola makan dengan beban glikemik tinggi.

Makanan dan minuman yang cepat meningkatkan kadar gula darah, seperti makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan tertentu, diduga dapat memengaruhi jalur hormon dan proses biologis yang berkaitan dengan produksi minyak serta perkembangan jerawat.



Artinya, ketika seseorang mengonsumsi kacang dalam bentuk camilan yang juga tinggi gula, belum tentu kacangnya yang menjadi masalah.

Contohnya, produk seperti cokelat atau camilan manis yang mengandung kacang memiliki banyak bahan lain yang perlu dipertimbangkan.

3. Hormon memiliki peran besar dalam munculnya jerawat

Jerawat sangat dipengaruhi oleh perubahan hormon. Hal ini dapat terlihat pada masa pubertas, menjelang menstruasi, kehamilan, atau kondisi tertentu yang menyebabkan perubahan hormonal.

Hormon tertentu dapat meningkatkan produksi sebum atau minyak pada kulit. Jika produksi minyak meningkat dan bercampur dengan sel kulit mati, pori-pori dapat lebih mudah tersumbat.

Jadi, munculnya beruntusan pada waktu tertentu belum tentu berhubungan dengan makanan yang baru dikonsumsi.



4. Kulit berminyak dapat membuat pori lebih mudah tersumbat

Produksi minyak merupakan bagian normal dari fungsi kulit. Sebum membantu menjaga kulit tetap terlindungi dan tidak terlalu kering.

Namun, produksi sebum yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap penyumbatan pori-pori pada orang yang rentan mengalami jerawat.

Ketika kondisi tersebut terjadi bersama penumpukan sel kulit mati dan proses peradangan, komedo serta jerawat dapat terbentuk.

5. Produk perawatan kulit juga bisa menjadi pemicu

Tidak semua bintik kecil di wajah berasal dari makanan. Produk skincare, kosmetik, sunscreen, atau produk rambut yang tidak cocok juga dapat berkontribusi terhadap masalah kulit pada sebagian orang.

Penggunaan produk yang terlalu berat atau tidak sesuai dengan kondisi kulit dapat membuat pori-pori lebih mudah tersumbat.



Karena itu, jika beruntusan muncul setelah mengganti produk perawatan wajah, perubahan tersebut juga perlu diperhatikan.6. Kebiasaan menyentuh wajah bisa memperburuk kondisi kulit

Tangan sering menyentuh berbagai benda sepanjang hari. Ketika tangan yang belum bersih sering menyentuh wajah, kotoran dan minyak dapat berpindah ke permukaan kulit.

Kebiasaan memencet jerawat juga dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat.

Karena itu, menjaga kebersihan tangan dan mengurangi kebiasaan menyentuh wajah dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kondisi kulit.

7. Kurang tidur dan stres juga perlu diperhatikan

Stres tidak selalu menjadi penyebab tunggal jerawat, tetapi kondisi psikologis dan kurang tidur dapat berhubungan dengan memburuknya masalah kulit pada sebagian orang.

Saat seseorang mengalami stres, berbagai perubahan dalam tubuh dapat terjadi. Selain itu, stres juga dapat membuat kebiasaan sehari-hari berubah, misalnya tidur lebih larut, memilih makanan tertentu, atau melewatkan rutinitas perawatan kulit.



Kombinasi berbagai faktor tersebut dapat ikut memengaruhi kondisi kulit.

8. Tidak semua "beruntusan" adalah jerawat

Istilah beruntusan sering digunakan untuk menggambarkan berbagai bintik kecil pada kulit. Padahal, bintik-bintik tersebut dapat memiliki penyebab yang berbeda.

Bisa berupa komedo tertutup, jerawat kecil, iritasi, atau kondisi kulit lainnya. Penanganannya tentu tidak selalu sama.

Karena itu, jika bintik-bintik pada wajah terus muncul, terasa gatal, merah, menyebar, atau tidak membaik dengan perawatan sederhana, pemeriksaan dokter kulit dapat membantu memastikan penyebabnya.

9. Kacang justru mengandung banyak nutrisi

Kacang-kacangan pada dasarnya merupakan kelompok makanan yang kaya nutrisi. Berbagai jenis kacang dapat menyediakan protein nabati, lemak tidak jenuh, serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif.



Karena itu, menghindari semua kacang hanya karena takut berjerawat tidak selalu diperlukan.

Yang lebih penting adalah memperhatikan jenis makanan, jumlah konsumsi, cara pengolahan, serta respons tubuh masing-masing.

10. Perhatikan pola jika merasa kacang memicu masalah kulit

Jika seseorang merasa wajah selalu mengalami masalah setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu, jangan langsung mengambil kesimpulan hanya dari satu atau dua kejadian.

Perhatikan pola selama beberapa waktu. Catat makanan yang dikonsumsi, kondisi kulit, penggunaan produk perawatan, siklus hormonal, kualitas tidur, serta faktor lain yang mungkin berubah.

Pendekatan tersebut dapat membantu menemukan pola yang lebih jelas. Jika keluhan tetap berulang, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan apakah makanan tertentu memang perlu dibatasi.



Jadi, Apakah Kacang Menyebabkan Beruntusan?

Kacang tidak dapat dianggap sebagai penyebab pasti beruntusan pada semua orang. Jerawat merupakan kondisi yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk hormon, produksi minyak, penyumbatan pori, peradangan, faktor genetik, serta kemungkinan pengaruh pola makan.

Jika beruntusan muncul setelah mengonsumsi kacang, perhatikan pula bentuk makanan yang dikonsumsi. Kacang yang digoreng, diberi gula, atau menjadi bagian dari makanan ultra-proses memiliki komposisi yang berbeda dari kacang dalam bentuk yang lebih sederhana.

Jadi, daripada langsung menyalahkan kacang, lebih baik melihat pola makan dan kebiasaan sehari-hari secara keseluruhan. Jika jerawat atau beruntusan terus muncul, semakin parah, terasa nyeri, atau meninggalkan bekas, pemeriksaan dokter kulit dapat membantu menemukan penyebab dan perawatan yang sesuai.