Tubuh Terasa Seperti Ditusuk Jarum? Ini Penjelasan di Balik Sensasi Kesemutan
Tata - Wednesday, 23 September 2026 | 09:22 AM


Pernahkah kaki atau tangan tiba-tiba terasa seperti ditusuk jarum? Sensasinya bisa berupa rasa geli, kebas, terbakar, atau seperti ada banyak jarum kecil yang menusuk kulit. Kondisi tersebut dalam istilah medis dikenal sebagai parestesia.
Kesemutan merupakan sensasi yang cukup umum dan tidak selalu menunjukkan adanya penyakit serius. Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah posisi tubuh yang memberikan tekanan pada saraf dalam waktu tertentu.
Misalnya, seseorang duduk bersila terlalu lama, tidur dengan posisi tangan tertindih, atau menyilangkan kaki dalam waktu lama. Tekanan tersebut dapat mengganggu sementara aliran sinyal saraf sehingga muncul sensasi kebas atau seperti ditusuk-tusuk.
Biasanya, setelah posisi tubuh diperbaiki dan tekanan pada bagian tersebut berkurang, sensasi kesemutan perlahan menghilang.
1. Kesemutan bisa terjadi karena saraf tertekan
Saraf memiliki peran penting dalam mengirimkan informasi antara otak, sumsum tulang belakang, dan berbagai bagian tubuh. Ketika saraf mengalami tekanan, sinyal yang dikirimkan dapat terganggu.
Itulah sebabnya bagian tubuh yang mengalami tekanan terkadang terasa kebas atau kesemutan. Contohnya adalah tangan yang tertindih ketika tidur.
Kesemutan akibat tekanan sementara biasanya membaik setelah posisi tubuh berubah. Namun, jika keluhan terus berlangsung meskipun tidak ada lagi tekanan pada bagian tubuh tersebut, penyebabnya perlu diperhatikan lebih lanjut.
2. Duduk terlalu lama juga bisa menjadi pemicu
Kebiasaan berada dalam satu posisi dalam waktu lama dapat membuat bagian tubuh tertentu mengalami tekanan. Tidak mengherankan jika seseorang merasakan kesemutan setelah duduk lama atau berada dalam posisi yang kurang nyaman.
Pada kondisi seperti ini, bergerak, melakukan peregangan ringan, dan mengubah posisi dapat membantu mengurangi tekanan pada jaringan dan saraf.
Meski demikian, peregangan bukan solusi untuk semua jenis kesemutan. Jika keluhan terjadi berulang tanpa penyebab yang jelas, diperlukan penilaian lebih lanjut.
3. Kekurangan vitamin tertentu dapat berkaitan dengan gangguan saraf
Beberapa jenis vitamin memiliki peran penting dalam menjaga fungsi sistem saraf. Kekurangan vitamin tertentu, terutama vitamin B12, dapat menyebabkan gangguan saraf pada sebagian orang dan menimbulkan gejala seperti kesemutan atau mati rasa.
Namun, bukan berarti setiap orang yang mengalami kesemutan pasti mengalami kekurangan vitamin.
Penyebab kesemutan cukup beragam sehingga mengonsumsi suplemen secara sembarangan bukan langkah yang tepat. Jika dicurigai adanya kekurangan vitamin, dokter dapat melakukan evaluasi dan pemeriksaan yang diperlukan.
4. Gula darah tinggi juga perlu diperhatikan
Kesemutan yang terjadi berulang, terutama pada kaki atau tangan, dapat menjadi salah satu gejala yang berkaitan dengan kerusakan saraf akibat diabetes.
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf dan menyebabkan kondisi yang disebut neuropati diabetik. Keluhannya dapat berupa kesemutan, rasa terbakar, nyeri, kebas, atau berkurangnya kemampuan merasakan sentuhan.
Karena itu, orang yang memiliki diabetes perlu memperhatikan perubahan sensasi pada kaki dan tangan. Luka pada kaki juga perlu diperhatikan karena berkurangnya sensasi dapat membuat seseorang tidak menyadari adanya cedera.
5. Saraf terjepit juga dapat menimbulkan kesemutan
Kesemutan pada area tertentu terkadang berhubungan dengan saraf yang tertekan atau teriritasi. Kondisi tersebut dapat terjadi di berbagai bagian tubuh.
Sebagai contoh, masalah pada saraf di sekitar tulang belakang dapat menyebabkan sensasi kesemutan atau kebas yang menjalar ke tangan atau kaki. Keluhan tersebut terkadang juga disertai nyeri atau kelemahan.
Jika kesemutan terus muncul pada jalur tubuh tertentu dan disertai nyeri atau kelemahan, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui sumber masalahnya.
6. Kesemutan tidak selalu berarti peredaran darah buruk
Ada anggapan bahwa setiap kesemutan pasti disebabkan oleh peredaran darah yang tidak lancar. Padahal, sensasi tersebut dapat muncul karena berbagai faktor, termasuk tekanan atau gangguan pada saraf.
Posisi tubuh tertentu memang dapat memengaruhi saraf dan pembuluh darah untuk sementara waktu. Namun, penyebab kesemutan yang menetap atau berulang tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan sensasinya.
Karena itu, penting melihat pola keluhan dan gejala lain yang menyertainya.
7. Stres dan kondisi tertentu juga dapat memunculkan sensasi kesemutan
Pada sebagian orang, perubahan pola pernapasan ketika mengalami kecemasan atau panik dapat menyebabkan sensasi seperti kesemutan, terutama di sekitar tangan, kaki, atau area mulut.
Hal ini dapat terjadi ketika seseorang bernapas terlalu cepat sehingga terjadi perubahan kadar karbon dioksida dalam darah.
Meski demikian, kesemutan tidak seharusnya langsung dianggap sebagai akibat stres. Jika keluhan sering terjadi atau muncul bersama gejala lain, penyebab medis tetap perlu dipertimbangkan.
8. Perhatikan jika kesemutan muncul terus-menerus
Kesemutan sesekali yang muncul setelah tubuh berada dalam posisi tertentu biasanya berbeda dengan kesemutan yang berlangsung lama atau sering berulang.
Jika keluhan terjadi tanpa penyebab yang jelas, semakin sering muncul, menyebar ke bagian tubuh lain, atau mengganggu aktivitas, sebaiknya diperiksakan.
Dokter dapat menilai lokasi kesemutan, durasi, pola munculnya, riwayat kesehatan, obat yang dikonsumsi, serta gejala lain untuk mencari kemungkinan penyebab.
9. Kesemutan yang muncul tiba-tiba bersama gejala tertentu perlu diwaspadai
Tidak semua kesemutan dapat ditunggu sampai hilang sendiri. Jika mati rasa atau kesemutan muncul secara tiba-tiba, terutama pada satu sisi tubuh, dan disertai kelemahan, wajah menurun sebelah, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, atau sakit kepala hebat yang muncul mendadak, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera karena dapat menjadi tanda keadaan darurat seperti stroke.
Jangan menunggu gejala membaik sendiri ketika terdapat tanda-tanda tersebut.
10. Jangan langsung mengabaikan kesemutan berulang
Kesemutan memang sering dianggap sebagai keluhan ringan. Namun, pola kesemutan dapat memberikan informasi mengenai kondisi saraf dan kesehatan secara keseluruhan.
Kesemutan yang hanya muncul sesekali setelah salah posisi biasanya tidak sama dengan keluhan yang terus berlangsung selama berhari-hari, semakin sering terjadi, atau disertai rasa sakit dan kelemahan.
Karena itu, penting memperhatikan kapan kesemutan muncul, bagian tubuh yang terkena, berapa lama berlangsung, serta gejala apa yang menyertainya.
Jadi, kapan kesemutan perlu diperiksa?
Jika kesemutan hanya muncul sebentar setelah duduk atau tidur dalam posisi tertentu dan kemudian menghilang setelah tubuh digerakkan, biasanya tidak perlu langsung panik.
Namun, pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan apabila kesemutan berlangsung lama, sering kambuh, semakin parah, tidak memiliki pemicu yang jelas, atau disertai kebas, nyeri, kelemahan otot, gangguan keseimbangan, maupun perubahan fungsi tubuh lainnya.
Kesemutan bukanlah sebuah penyakit tunggal, melainkan sebuah gejala yang dapat memiliki banyak penyebab. Dengan memperhatikan pola kemunculannya dan gejala yang menyertai, penyebabnya dapat lebih mudah dievaluasi.
Jadi, ketika tubuh terasa seperti ditusuk jarum, jangan langsung menganggapnya sebagai tanda penyakit tertentu. Bisa saja penyebabnya sederhana seperti posisi tubuh yang terlalu lama, tetapi jika keluhan menetap atau disertai tanda bahaya, pemeriksaan medis menjadi langkah yang lebih tepat.
Next News

Mau Kulit Wajah Tetap Sehat? Jangan Lewatkan 4 Langkah Perawatan Dasar Ini
in 7 hours

Oksidasi Bikin Wajah Kusam? Ini Cara Sederhana Membantu Menjaga Kulit
in 7 hours

Gondongan pada Anak dan Dewasa, Ini Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
in 7 hours

Pengganti Nasi dari Singkong, Apa Saja Nutrisi yang Didapat Tubuh?
in 7 hours

Sering Makan Kacang Bikin Wajah Beruntusan? Kenali Faktor Pemicu Sebenarnya
in 6 hours

Sebelum Membeli Ikan, Kenali Jenis yang Bisa Mengandung Merkuri Tinggi
in 6 hours

Mau Tulang Tetap Kuat? Kenali 7 Sayuran dengan Kandungan Kalsium
in 6 hours

Kebiasaan Minum Air Hangat Sebelum Tidur Ternyata Bisa Berpengaruh pada Tubuh
in 6 hours

Kebanyakan Main HP Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampaknya pada Tubuh
7 hours ago

Protein Anak Tak Harus Mahal, Ini Cara Memenuhi Nutrisi dengan Anggaran Terbatas
7 hours ago





